FF l TWOSHOOT l ~ A Destiny ~ l Part 2 l END

Gambar

Cast :     Jung Daehyun

                Lee Minra

                Byun Baekhyun

                Kim Sung Rin

Support cast : find it by yourself!! Kekeke~

Genre : Romance, Angst

Backsong : ♪♫ B.A.P – What My Heart Tells Me To Do

                    ♪♫ BEAST – Clenching A Tight Fist

Sudah kukatakan pergilah, pergilah menjauh

Kubilang padamu ku tak menyukaimu karena kupikir ku takkan pernah melihatmu lagi

Kuingin memelukmu dengan kedua tangan ini, tapi kutak bisa

Karena kupikir ku kan menangis lebih dulu

 

Minra membawa gelas berisi air untuk daehyun dan memberikannya pada daehyun. Daehyun menerima gelas itu lalu meminumnya. Kemudian Minra duduk disamping daehyun.

“bagaimana keadaanmu sekarang? Apa lukanya masih sakit?” tanya minra

“wae? Apa kau mengkhawatirkanku?” tanya daehyun

“Nde? Yaa!! percaya diri sekali kau.. aku bertanya karena merasa bersalah..” ucap minra

“Yaa!! berhentilah menyangkalnya nyonya Lee..kau benar-benar khawatir dengan keadaanku kan? Tapi kau menutupinya dengan alasan merasa bersalah..aku tahu semuanya!!” kata daehyun

“Mwoya!! apa kau mabuk?” tanya minra

“nde??” daehyun kaget

“bicaramu mulai melantur kemana-mana..!!” kata minra

 “geurae..aku memang sedang mabuk karenamu Minra-ya..” kata daehyun

“mwo? Perasaan..aku memberimu air putih bukan soju..” kata minra

“atau aku salah menuangkan air…” gumam minra sambil berpikir keras mengingat apa yang dia tuangkan ke gelas daehyun. Daehyun menahan tawanya melihat kepolosan minra.

“Babo!!” umpat daehyun sambil menarik hidung minra

“aaahh..apphooo…Yaa!! kenapa kau menarik hidungku?? Haiisshh..jinjaaa..”omel minra sambil mengusap-usap hidungnya. Daehyun tertawa melihat ekspresi minra saat ini, terlihat sangat lucu dan menggemaskan.

“haiisshh..kau malah menertawakanku..rasakan ini!!” kata minra sambil menarik hidung daehyun

“aahhh..apphoo..apphooo..Yaa!! geuman..Minra-ya..” rintih daehyun sementara minra tertawa penuh kemenangan

Tanpa mereka berdua sadari baekhyun memperhatikan kejadian itu diambang (?) pagar rumah..baekhyun menatap minra dan daehyun yang sedang tertawa bahagia. Dilihatnya daehyun mengacak-acak rambut minra sambil tertawa lalu minra yang protes namun detik berikutnya ikut tertawa. Bukankah ini terlihat menyedihkan?? Mereka tertawa bahagia, sedangkan dia?? Merasakan kepedihan yang menusuk-nusuk hatinya saat ini. Baekhyun kemudian berbalik meninggalkan rumah. Seharusnya dia tak perlu mengkhawatirkan apapun.ini adalah tindakan terbodohnya yang dia lakukan..!!

Minra tertawa kemudian berhenti saat pandangannya melihat kearah pagar rumah… daehyun yang masih tertawa menatap minra heran

“wae?” tanya daehyun

“apa itu tadi baekhyun??” tanya minra

“mwo?? Baekhyun??” tanya daehyun sambil melihat kearah pagar rumah. Tidak ada siapapun

“Yaa!! tidak ada siapapun disana. Apa kau sedang berkhayal?” tanya daehyun

“hmm..mungkin aku salah lihat” kata minra

“hahaha..geurae..kau memang salah lihat mana mungkin baekhyun kemari? Dia kan sedang pergi bersama dengan yang lainnya” kata daehyun

Minra mengangguk mengiyakan namun pandangannya masih melihat kearah pagar rumah penasaran

“minra-ya..” panggil daehyun

“hmm..” gumam minra tak bergeming

“Yaa!! Lee Minra..!!” panggil daehyun lagi

“ahh..waeeee???” kata minra kesal dengan panggilan daehyun, kini pandangannya beralih melihat daehyun.

*chu~ tiba-tiba. daehyun mencium bibir minra Minra membelalakkan matanya kaget. Minra hendak menjauhkan kepalanya namun dengan cepat tangan daehyun menahannya

Daehyun melepaskan ciumannya, lalu menatap minra dalam.

“saranghae…” ucap daehyun lirih

Minra terdiam…dia memang mencintai daehyun, namun dia masih ragu ada perasaan lain yang mengganggu pikirannya saat ini. Entah apa itu..tapi minra juga tidak bisa menyangkal tentang perasaannya sendiri pada daehyun.

“aku hanya ingin bilang saranghae..aku tidak memaksamu untuk membalasnya..tapi aku tahu kau juga mempunyai perasaan yang sama” ucap daehyun sambil tersenyum lalu  membelai rambut minra dengan lembut.

“na ddo saranghae..” gumam minra

***

Kita saling mencintai, benar-benar saling mencintai

Mengapa kita berpisah seperti ini

(Janganlah berpisah)

Katakan padaku kau takkan bisa hidup tanpa ku,

Katakan padaku kau akan mati tanpa aku,

Kau yang telah mengumbar kata,

Kemana kau pergi? kemanakah kau pergi?

 

Satu minggu kemudian…

Malam ini bintang menghiasi langit. Bulan purnama muncul menerangi kegelapan. Suara binatang-binatang malam bernyanyi menghangatkan suasana. Membuat semua para penghuni rumah tertidur pulas, kecuali Daehyun dan Minra yang duduk dihalaman menikmati suasana malam yang sangat indah. Daehyun merangkul pundak minra.

“minra-ya..”

“hmm..”

“kenapa kau menyukaiku?”

“kenapa kau menanyakan itu..”

“haiisshh..kau ini..jawab saja..!!” kata daehyun kesal sambil menarik hidung minra gemas

“Yaa!! kenapa kau suka sekali menarik hidungku” protes minra sambil mengusap-usap hidungnya

“hehehe..kau menggemaskan..” kata daehyun lalu mulai mencubit pipi minra

“Yaa!!” minra protes

“sssuuttt..nanti yang lain terbangun karena teriakanmu..”

“biarkan saja mereka terbangun..” kata minra

“mwo? Andwae….” Kata daehyun

“wae?” tanya minra

“kalau mereka bangun, mereka akan mengganggu kita” protes daehyun

“biarkan saja.. aku tidak peduli” kata minra acuh

“mwo?? Yaa!! haiisshhh..kau inii…” umpat daehyun lalu mulai menarik hidung minra lagi, kali ini minra tidak tinggal diam. Dia juga menarik hidung daehyun sepanjang mungkin -_-

Beberapa menit kemudian..

“cha..berbaringlah disini..” kata daehyun sambil menepuk-nepuk pahanya

“Shireoo..” tolak minra

“aiisshhh,,ppaliwa…” kata daehyun merajuk

“shireo……”minra tetap bersikeras

Daehyun tidak kehabisan akal, dia menarik kepala minra hingga minra berbaring di pangkuannya -_-

“Yaa!! diamlah!! Apa susahnya seperti ini..” kata daehyun sambil tersenyum senang. Minra yang ingin bangun tidak jadi karena tangan daehyun menahannya

“dasar pemaksa!!” gumam minra

Daehyun tidak peduli, yang dia inginkan hanyalah seperti ini, terus bersama minra..tangan daehyun mulai membelai rambut minra.

“minra-ya..” panggil daehyun

“hmmm….”

“na..jeongmal saranghae…”

“heemmm..”

“Yaa!!”

“waee??”

“kau tidak mendengar ucapanku?”

“aku mendengarnya..”

“Yaa!! bisakah responmu tidak seperti itu? Jika kau mendengar hal itu responlah dengan baik dan benar..”

“hmm..”

“Yaa!! kenapa responmu datar sekali…” protes daehyun

“na ddo..”

“Yaa!!”

“haiisshh..bisakah kau diam? Aku mengantuk..” omel minra

“Mwo??” daehyun kaget mendengar omelan minra

“haiiisshh..” minra bangkit dari tidurnya dan segera duduk

“na khalke..jalja…” kata minra sambil berdiri lalu berjalan pergi kekamarnya

Daehyun masih terdiam ditempatnya..

 

*Daehyun POV*

Ada yang aneh dengan minra..dia kenapa?? Aku merasa sikapnya berbeda padaku, apa dia mempunyai masalah? Kenapa sikapnya aneh sekali..padahal aku ingin menceritakan sesuatu hal yang penting padanya..

 

*Minra POV*

Aku masih memikirkan kata-kata jae in padaku tadi sore. Benarkah itu? Benarkah daehyun sudah mempunyai yeojachingu? Dan hubungan mereka sudah setahun lebih.. haiissshhh apa dia playboy? aku tidak habis pikir.. nan eotteoke?? Sekarang aku harus bagaimana? Apa aku harus menanyakannya langsung? Aniya..kalau dia namja yang baik seharusnya dia berbicara jujur padaku. Geurae..aku akan menunggu dia menceritakan semuanya padaku.

***

@ Yeoja’s room..

“minra-ya..gwenchana??” tanya jae in khawatir

“wajahnya pucat, sepertinya dia sakit, jae in-ah” kata rae in

Jae in memegang kening minra. Panas..minra terkena demam..

“sebaiknya kita harus segera memberitahukan hal ini pada shindong oppa” kata rae in

“geurae..kalau begitu aku akan memberitahunya” kata jae in sambil berjalan keluar kamar

Tak lama kemudian… datanglah shindong, sungjin, baekhyun, daehyun, dan jae in ke kamar dengan wajah khawatirnya..

Shindong segera menghampiri minra dan menyentuh keningnya. Panas.. tubuh minra berkeringat. Wajahnya pucat.

“minra-ya..” panggil daehyun khawatir

Minra mencoba membuka matanya perlahan,kepalanya terasa berdenyut hebat seperti ada tumpukan batu-batu besar diatas kepalanya saat ini minra melihat orang-orang disekelilingnya..

“nan..gwenchana..” gumam minra sambil mencoba untuk tersenyum

“Babo..!!” umpat daehyun dia segera melangkah keluar kamar. Minra menatap kepergian daehyun heran..

“daehyun kenapa?” tanya shindong

“molla..” jawab sungjin

Tak lama kemudian daehyun datang dengan sebaskom air dan handuk kecil lalu dia segera mengompres kening minra agar panasnya turun. Daehyun mengeluarkan sapu tangan yang sering dibawanya lalu mengelap keringat diwajah minra dengan sapu tangannya itu.

“apa kau sudah makan?” tanya daehyun

Minra menatap daehyun kemudian menggeleng.

“chakkaman..aku akan membuatkan bubur untukmu” kata daehyun

Daehyun segera melangkah kedapur dan membuat bubur.

“sebaiknya kita keluar saja..biarkan minra istirahat” kata shindong sambil melangkah keluar kamar diikuti sungjin, rae in, jae in.. baekhyun masih menatap minra khawatir, minra juga menatap baekhyun..

“nan gwenchana baekhyun-ah..” ucap minra

“arasseo..ada daehyun yang akan merawatmu, aku seharusnya tidak perlu mengkhawatirkanmu seperti ini” ucap baekhyun

Minra mengerutkan keningnya tak mengerti dengan ucapan baekhyun barusan.

Baekhyun berbalik hendak melangkahkan kakinya keluar kamar.

“chakkaman..apa maksud ucapanmu tadi baekhyun-ah?” tanya minra penasaran

“aku akan terus menunggumu minra-ya..” jawab baekhyun kemudian melangkah keluar kamar

***

Did you hurt a lot?

Are you really tired?

Did I make things hard for you?
I was only used to receiving love

I think I only knew myself

I know your heart, I know
I know your love but I guess it’s not for me

***

Minra tertidur setelah makan bubur dan minum obat demam. Daehyun menatap minra lalu mulai mengompres keningnya. Daehyun membelai rambut minra dengan sayang..

“cepat sembuh..minra-ya..” gumam daehyun sambil menggenggam tangan minra. Tak lama kemudian daehyun pun ikut tertidur disamping minra.

***

When all the love songs become sad break up songs
I will listen as I think of you

I confess inside my heart
I will remember

When I think back to the stories we shared
Where would we each be?
Will we be in different relationships as we forget about each other?
***

Minra membuka matanya perlahan, rasa pusing dikepalanya mulai berkurang. Dia menatap sekelilingnya, dilihatnya daehyun tertidur disampingnya dengan memegang tangannya. Apa daehyun yang menjaga dan merawatnya seharian ini? Minra mencoba bangun dan duduk dengan hati-hati agar tidak membangunkan daehyun, namun ternyata pergerakkannya justru membuat daehyun terbangun. Daehyun membuka matanya dan melihat minra yang sedang berusaha bangun.

“eoh??” daehyun segera membantu minra untuk duduk dengan mata yang setengah tertutup karena rasa kantuknya belum sepenuhnya hilang

“mianhae..aku membangunkanmu..” kata minra

“aniya..” daehyun menyentuh kening minra untuk memastikan keadaannya sekarang

“syukurlah..demamnya sudah turun” kata daehyun

“gomawo..” ucap minra

“hmmm..” gumam daehyun matanya masih setengah terbuka

“cha..tidurlah disini..” kata minra sambil menepuk pahanya.. tanpa pikir panjang daehyun segera membaringkan kepalanya di pangkuan minra.. minra membelai rambut daehyun..lalu meneliti setiap sudut wajahnya. Daehyun menatap minra. Entah kenapa rasa kantuknya menghilang, matanya enggan terpejam Dia ingin terus seperti ini. Tak ingin berpisah dengan minra

Minra mulai menelisik wajah daehyun dengan jari telunjuknya.. dimulai dari alisnya..kemudian matanya..lalu berhenti di hidungnya..karena tangan daehyun menahan pergerakkan jarinya dengan tiba-tiba. Tatapan mereka bertemu. Daehyun menggenggam tangan minra erat.  Tanpa diduga Minra mendekatkan wajahnya lalu mencium kening daehyun.

Chu~

“gomawo..sudah merawat dan menjagaku selama aku sakit” kata minra

Daehyun tersenyum jail..

“bukan seperti itu caranya berterima kasih nyonya Lee” kata daehyun. Minra menatap daehyun tak mengerti, tiba-tiba daehyun menarik tengkuk minra kemudian mencium bibirnya.. >/////<

***

Hari ini tidak ada kegiatan apapun. Seluruh anggota bisa bebas melakukan apa saja yang mereka inginkan.

Jae in mulai tenggelam dengan buku bacaannya, rae in mulai asyik dengan kegiatan menyendirinya, sungjin tak terlihat sepertinya sedang tidur siang, shindong berada didapur sedang memasak ramen, daehyun sedang mandi lalu baekhyun duduk dihalaman dengan gitarnya, dia sedang asyik mencocokkan nada-nada gitar  yang menurutnya benar.

Jreng..jreng..jreng..

“ssshhh..ani..bukan seperti ini..” gumam baekhyun sambil menggelengkan kepalanya kemudian mulai memetik senar gitarnya lagi dengan serius

Jreng..jreng..jreng…

Minra menghampiri baekhyun..

“Baekhyun-ah..” panggil minra sambil menepuk pundak baekhyun

“aahh..gapjagi..”rutuk baekhyun lalu melihat minra yang sedang tersenyum kearahnya

“mian..” ucap minra sambil nyengir

Baekhyun kembali fokus pada gitarnya..

Jreeeeeeeeennggg….

“baekhyun-ah..”

“hmm..”

“bisakah kau mengajarkanku bermain gitar?”

Baekhyun menatap minra heran.

“wa..waeyo??” tanya minra gugup ditatap baekhyun seperti itu

“hmmm..aniya..” lalu baekhyun kembali fokus pada gitarnya

“Yaa!! kau mau mengajariku tidak?” tanya minra

“hmm..kau serius ingin belajar bermain gitar?” tanya baekhyun

“tentu saja..” kata minra yakin

“geurae.. cha..” baekhyun memberikan gitarnya

Minra mengambil gitar baekhyun lalu sudah bersiap dengan posisinya. Baekhyun mulai mengajarkan kunci-kunci gitar  pada minra.

“apa seperti ini?” tanya minra memperlihatkan letak jarinya pada gitar baekhyun

“aniya..seharusnya ini seperti ini..” kata baekhyun sambil membenarkan posisi jari minra bertepatan dengan keluarnya daehyun dari kamar mandi dan melihat kejadian itu.

“ige mwoya..” gumam daehyun yang melihat jarak baekhyun dan minra sangat dekat

“aahhh…ireohke…” kata minra. Mereka belum menyadari keberadaan daehyun yang sedang memperhatikan mereka.

“geurae..coba kau petik senarnya sekarang” kata baekhyun

Jreeeennnngggg… minra tertawa mendengar suara gitar yang dia petik

“waeyo? Kenapa kau tertawa?” tanya baekhyun heran

“aniya..keunyang..aku hanya merasa senang..akhirnya aku bisa memetik senar gitar asal kau tahu baejhyun-ah sudah lama aku ingin belajar bermain gitar dan memetik senarnya, namun tak ada yang mau mengajariku..bahkan oppa kandungku sendiri tidak mau. Haiisshh menyebalkan..!! tapi sekarang akhirnya ada juga yang mau mengajariku bermain gitar” jawab minra sambil tersenyum

“jinja?? keureom..kalau begitu mulai sekarang aku yang akan menjadi guru gitarmu” kata baekhyun

“aahh..jeongmal?? gomawo baekhyun-ah..” ucap minra

Baekhyun tersenyum menanggapinya

“kajja..kita lanjut ke kunci selanjutnya..” kata baekhyun

“eoohh..”

“Ekkhhmmm…” daehyun berdehem keras membuat minra dan baekhyun menghentikan aktifitasnya dan menatap  daehyun yang entah sejak kapan sudah berada dihadapan mereka.minra menatap daehyun sesaat kemudian mengalihkan pandangannya pada baekhyun yang berada disampingnya.

“apa kunci selanjutnya??” tanya minra

Daehyun melotot tak percaya.minra mengabaikannya..

“nde?? Aahhh.. selanjutnya kunci A” jawab baekhyun

“haiisshhh..jinjaaa..kenapa cuacanya panas sekali hari ini” rutuk daehyun sambil berlalu menuju kamarnya

“seperti inikah?” tanya minra pada baekhyun memperlihatkan posisi jarinya

“aahh..ye..seperti itu..” kata baekhyun

SREEEEEKKKKKKKKKK..!!! suara dorongan pintu yang sangat keras membuat minra dan baekhyun menghentikan aktifitas mereka sejenak

“kenapa dengannya..” gumam minra sambil melihat kearah kamar daehyun yang tertutup..

***

@ Daehyun’s room

“haiiisshhh..jinjaaa..!!!” umpat daehyun sambil mengacak-acak rambutnya yang masih basah

“Berani-beraninya kau mengabaikanku..aiisshh..Yaa!! Lee Minra!! Lihat saja..kau akan mendapatkan balasan yang setimpal..” rutuk daehyun kesal

***

Daehyun keluar dari kamarnya dilihatnya minra dan baekhyun yang masih duduk dihalaman, kali ini baekhyun sedang bernyanyi sambil memainkan gitar dan minra mendengarkan disampingnya sambil larut dengan lagu yang dimainkan oleh baekhyun.

“ige mwoya..” umpat daehyun..ia semakin kesal saja. Daehyun melangkah menghampiri minra dan baekhyun..

 “When I see your face…

There’s not a thing that I would change..

Cause you’re amazing..

Just the way you are…

And when you smile..

The whole world stops and stares for awhile

Cause girl you’re amazing..

Just the way you are…” baekhyun bernyanyi sambil memainkan gitarnya matanya terus menatap minra yang sedang menikmati permainan gitarnya kemudian baekhyun mengakhiri permainan gitarnya..Minra tersenyum senang, suara baekhyun sangat merdu dan terdengar indah di  telinganya..

“kyaaa~ daebaakkk..!!! suaramu sangat bagus baekhyun-ah..” puji minra sambil bertepuk tangan

Baekhyun tersenyum mendengar pujian minra padanya..

“gomawo..” ucap baekhyun

“aku tak menyangka kau bisa bernyanyi dan pintar memainkan alat musik” kata minra

Baekhyun hanya tersenyum simpul mendengarnya.

“ttarawa…” tiba-tiba daehyun datang dan memegang tangan minra saat itu.

“eoohh??” minra kaget begitupun baekhyun yang sedang asyik mengobrol dengan minra kaget dengan tindakan daehyun yang tiba-tiba..

“ttarawa…” ulang daehyun

“eodiga??” tanya minra

“nanti kau juga akan mengetahuinya” ucap daehyun

“geurae..baekhyun-ah..aku pergi dulu ya..” pamit minra

Baekhyun mengangguk mengiyakan. Kemudian minra dan daehyun pergi.. baekhyun hanya melihat kepergian minra tanpa mampu berbuat apapun. Shindong keluar dari dapur dengan sepanci ramen yang masih panas.

“baekhyun-ah..kau mau ramen?? Aku memasak banyak ramen hari ini” tawar shindong

“ne..hyung..” kata baekhyun sambil tersenyum

***

Daehyun mengajak minra menuju air terjun yang berada diantara lereng gunung. Letaknya sangat strategis, pemandangannya sangat indah. Minra dan daehyun duduk diatas batu besar yang letaknya dekat dengan air terjun..

“daehyun-ah..neomu areumdawoyo..” ucap minra takjub melihat pemandangan disekelilingnya. Ini sangat indah..

Daehyun tersenyum melihat ekspresi minra yang takjub dengan keindahan alam yang berada di desa ini.

“Yaa!! minra-ya..” panggil daehyun

“emm??”

“kau jangan terlalu dekat dengan baekhyun..” ucap daehyun

“nde?? Wae??” tanya minra polos

“aku cemburu..” jawab daehyun

“mwoya!! kau jangan berpikiran yang aneh-aneh aku dan baekhyun kita hanya berteman biasa, aku tak punya perasaan apapun padanya” jelas minra

“entahlah…tapi aku merasa baekhyun punya perasaan padamu” ucap daehyun

“aiisshh..itu hanya perasaanmu saja..!! jangan dipikirkan..” kata minra

“geurae..minra-ya”

“hmm..”

“maukah kau berjanji satu hal padaku?” tanya daehyun

“mwol?”

“apapun yang terjadi nanti..kau tidak akan meninggalkanku..”

Minra mengerutkan keningnya

“maksudmu??” tanya minra

Daehyun meraih kedua tangan minra menggenggamnya

“aku ingin berbicara jujur padamu..” ucap daehyun

“tentang apa?” tanya minra

“tentangku…” jawab daehyun

“sebenarnya..aku sudah mempunyai yeojachingu…kami sudah setahun berhubungan” kata daehyun

“kau mencintainya?” tanya minra

“entahlah..” jawab daehyun ragu

Minra mengerutkan keningnya heran mendengar jawaban daehyun

“jawaban macam apa itu??” rutuk minra

“entahlah..sepertinya sebagian rasa cintaku sudah berpindah padamu minra-ya..” ucap daehyun

“jinja??” tanya minra memastikan

Daehyun mengangguk

“sejak kapan kau tertarik padaku?” tanya minra

“sejak pertama kita bertemu..aku sudah mulai memperhatikanmu..tak sadarkah kau dengan hal itu?” tanya daehyun

“aku merasa tidak ada yang memperhatikanku saat itu..” jawab minra

“kau terlalu cuek minra-ya..bersediakah kau menungguku??” tanya daehyun

“maksudmu?” tanya minra tak mengerti

“yang aku inginkan saat ini hanyalah bersamamu..namun keadaan berkata lain..” kata daehyun

“entahlah..” minra mulai ragu

“yang aku inginkan hanyalah bersamamu..selamanya..aku yakin jika kita berjodoh pasti Tuhan akan menyatukan kita” ucap daehyun yakin

“kita lihat saja nanti” jawab minra sambil berdiri lalu melangkah pergi

***

Minra berjalan pulang menuju rumah Daehyun berlari mengejar minra yang berada didepannya.

“Yaa!! tunggu aku..haiisshhh..jalanmu cepat sekali..” omel daehyun sambil mensejajarkan langkahnya

“jalanmu yang lambat..payah!” ejek minra

“mwo?? Yaa!! kau bilang apa tadi?” tanya daehyun

“Payah..!! kau ini laki-laki atau bukan??” ejek minra lagi

“Yaa!! Lee Minra!! Neo jinjaaa…” ucap daehyun gemas sambil menarik hidung minra

“aiiissshhh..Yaa!! Jung Daehyun..!! kenapa kau suka sekali menarik hidungku eoh?? Lepaass..!!!” teriak minra sambil memukul-mukul tangan daehyun di hidungnya

“daehyun oppa…” tiba-tiba suara seorang yeoja menghentikan pergulatan (?) Minra dan daehyun

“Sungrin-ah..” panggil daehyun kaget melihat sungrin ada didepan pagar rumah mereka

“aahh..daehyun oppaa bogoshippo….” Ucap sungrin sambil berlari memeluk daehyun

“ige mwoya..” gumam minra yang melihat adegan sepasang kekasih yang sedang melepas rasa rindu

Minra segera berjalan meninggalkan daehyun dan sungrin. Dia tidak ingin melihat adegan yang memuakkan itu.  Daehyun memperhatikan kepergian minra. Minra berjalan memasuki rumah dan menuju kamarnya.

***

The moment you turn away

I fall in love with your back

Falling love spaceship

Missing you for the whole day

Without you by my side, i can’t do anything else

 

Kebenaran terungkap.. gadis yang bernama Kim Sungrin adalah yeojachingu daehyun. Datang jauh-jauh ke desa ini hanya ingin menemui daehyun. Sungrin memutuskan untuk pulang ke seoul esok harinya, jadi dia menginap untuk malam ini.

Saat ini daehyun dan sungrin pergi keluar menikmati suasana malam.

“daehyun oppa..” panggil sungrin

“nde?” tanya daehyun

“kenapa wajah oppa terlihat sedih? Apa yang oppa pikirkan saat ini??” tanya sungrin

“eobseo..” jawab daehyun

“apa oppa tidak senang dengan kedatanganku kemari?” tanya sungrin

“aniya..bukan begitu..hanya saja..aku terlalu kaget dengan kedatanganmu kemari” kata daehyun

“jinja?? Berarti surpriseku berhasil..” ucap sungrin senang

Daehyun hanya tersenyum simpul

“tapi kenapa aku merasa ada yang aneh denganmu oppa..kau berubah..tidak seperti dulu..” batin sungrin

***

Minra duduk sendirian dihalaman, menatap langit malam yang gelap gulita. Bulan dan bintang seakan enggan menemaninya malam ini,tak ada tempat baginya untuk berkeluh kesah mencurahkan semua isi hatinya saat ini Pikirannya kalut saat ini, apa yang harus dia lakukan? Dia mencintai daehyun, begitupun sebaliknya namun kenapa keadaannya harus seperti ini?? Ini bukanlah cinta yang dia harapkan.. minra menghela nafas berat.. ini akan terasa menyulitkannya..

Baekhyun datang dan duduk disamping minra. Namun minra masih belum menyadari kedatangan baekhyun, dia masih sibuk dengan pikirannya sendiri. Semua penghuni rumah ini merasa kaget dengan kedatangan sungrin. Apalagi setelah mereka mengetahui sungrin adalah yeojachingu daehyun. Baekhyun mengerti akan situasi seperti ini. Disaat seperti inilah minra membutuhkan sandaran. Dan dia rela menjadi sandaran bagi minra saat ini. Dia rela melakukan apapun asalkan minra bisa tersenyum kembali.

“ekhemm..” baekhyun berdehem

Minra tersentak kaget

“eoh…baekhyun-ah..gapjagiya..” panggil minra kaget

“apa yang sedang kau lakukan disini? Kau tidak tidur?” tanya baekhyun

“aku belum mengantuk baekhyun-ah.. aku hanya ingin melihat langit..” ucap minra

Baekhyun ikut menatap langit malam.

“gelap…” gumam baekhyun

“seperti hatiku…” gumam minra yang terdengar oleh baekhyun

“minra-ya..” panggil baekhyun

“nan eotteoke baekhyun-ah?? Haruskah aku menyalahkan takdir saat ini?? Kenapa kenyataan yang kudapatkan terasa sangat menyakitkan” minra mulai mengeluarkan isi hatinya saat ini

Baekhyun terdiam…

“aku mencintainya..tapi bukan seperti ini balasan cinta yang kuinginkan..” ucap minra sambil menundukkan kepalanya.

Baekhyun menepuk-nepuk pundak minra..mencoba memberikan ketenangan dan kekuatan pada hati gadis ini. Minra menyandarkan kepalanya pada pundak baekhyun disampingnya. Baekhyun membelai rambut minra lembut, mencoba memberikan kekuatan padanya saat ini.

Baekhyun melihat sisi minra yang lain saat ini.. minra yang rapuh.. ya..bagaimanapun juga hati wanita memang rapuh, dan seharusnya laki-laki bisa menjaga perasaan dan hati seorang wanita namun apa yang terjadi sekarang?? Daehyun telah merapuhkan hati minra serapuh-rapuhnya..

“minra-ya..bisakah kau melihatku saat ini??” batin baekhyun

“baekhyun-ah..bisakah kau bernyanyi untukku?” pinta minra

“nde?” tanya baekhyun kaget dengan permintaan minra

“aku ingin mendengar suara nyanyianmu lagi..” ucap minra

“eoh..geurae..aku akan menyanyikan sebuah lagu untukmu..” kata baekhyun

“jinja??” tanya minra antusias

“ne..” Baekhyun tersenyum kemudian menetralkan suaranya..

“Deoneun mangseoriji ma jebal
Ku mohon jangan ragu lagi

Nae simjangeul geodueoga
Hatiku telah terkumpul

Geurae nalkharoulsurok joha
Ya itu baik karena tajam

Dalbitjochado nuneul gameun bam
Bahkan jika malam ini bulan menutup mata 

Na anin dareun namjayeotdamyeon
Jika aku seorang pria yang berbeda

Hwigeun anui han gujeori eotdeoramyeon
Jika aku mempunyai bagian dalam drama

Neoui geu saramgwa bakkun sangcheo modu thaewobeoryeo
Aku akan membakar semua luka yang kau buat bersamanya

Baby don’t cry, tonight
Sayang jangan menangis, malam ini

Eodumi geodhigo namyeon
Setelah kegelapan ini diangkat

Baby don’t cry, tonight
Sayang jangan menangis, malam ini

Eobseotdeon iri dwael geoya
Ini akan seperti tak pernah terjadi

Mulgeophumi dwaeneun geoseun niga aniya
Kau tak kan pernah menjadi rusak

Kkeutnae molla ya hae deon
Akhirnya kau tak perlu tau

So baby don’t cry, cry
Jadi sayang jangan menangis menangis

Nae sarangi neol jikhiltheni
Karena cintaku akan melindungimu”

Minra terdiam mendengar setiap bait lagu yang dinyanyikan baekhyun.

“minra-ya..” panggil baekhyun

“hmm..”

“ada yang ingin aku katakan padamu”

“malhaebwa..”

“sebenarnya..sudah lama aku mempunyai perasaan padamu” ucap baekhyun akhirnya kata-kata itu keluar juga dari mulutnya. Minra terdiam

“geurae..aku tahu..hatimu hanya milik dia saat ini, tapi bisakah kau melihatku?? Aku akan terus menunggu sampai kau bisa menerima hatiku, aku tidak meminta jawabanmu saat ini. Biarlah waktu yang akan menjawab semuanya.. menjawab perasaanku..perasaanmu..aku akan menunggu sampai saatnya tiba” ucap baekhyun. Lama minra terdiam..

“baekhyun-ah..gomawo..keurigo..mianhae..saat ini hatiku masih bimbang..tapi siapa tahu..mungkin suatu saat nanti aku bisa mencintaimu” ucap minra

Baekhyun seperti mendapatkan kekuatan dan secercah harapan. Walaupun harapannya kecil, tapi dia akan selalu berdo’a dan berusaha agar hati minra dapat berpaling kepadanya. Saat ini..Biar waktu yang akan menjawab semuanya. Baekhyun akan terus menunggu sampai minra mau menerimanya.

Hening..Dilihatnya minra yang tertidur disampingnya.

“gomawo..minra-ya..” ucap baekhyun lalu mencium kening minra. Dan tepat saat itu daaehyun dan sungrin masuk kedalam rumah dan melihat saat baekhyun mencium kening minra.

Daehyun terdiam terpaku ditempatnya. Menatap lurus pemandangan dihadapannya ini. Minra yang sedang tertidur dipundak baekhyun, dan apa itu?? Baekhyun mencium kening minra bahkan membelai rambut minra?? Hatinya sungguh tak menerima ini semua.

Baekhyun melihat kearah pagar dan melihat daehyun disana, menatap tajam kearahnya. Hening..tak ada yang memulai pembicaraan. Sampai akhirnya baekhyun memutuskan mengangkat tubuh minra ala bridal style  dan membawa minra kekamarnya.

Daehyun mengepalkan tangannya menahan emosi yang memuncak dalam hatinya saat ini melihat itu semua. Dia tidak rela melihat minra dengan namja lain.

***

@ Baekhyun & Daehyun Room

Baekhyun membuka pintu kamar dan….

BUGGGG!!!!

Sebuah pukulan menyambut kedatangannya. Baekhyun jatuh terpental kebelakang.darah segar menghiasi ujung bibirnya. Ditatapnya daehyun tajam, daehyun menatap baekhyun dengan penuh amarah.

“ige mwoya!!” ucap daehyun

“mwo?”

“apa yang kau lakukan bersama dengan minra?” tanya daehyun

“itu urusanku..bukan urusanmu..!! apa hakmu?? Kau bahkan bukan pacarnya” ucap baekhyun

Daehyun terdiam. Pernyataan baekhyun barusan telak mengenai hatinya. Sakit. Kenapa keadaannya harus seperti ini

“kenapa kau memukulku? Kau marah karena aku bersama dengan minra? Aku mencintainya. Dan aku akan membuatnya menjadi milikku..” ucap baekhyun sambil mengusap darah segar di ujung bibirnya.

Daehyun terdiam

“aku peringatkan padamu Jung Daehyun. Kau sudah mempunyai yeojachingu jadi..jangan dekati dan sakiti minra..!! mulai saat ini..aku akan membuatnya bahagia.jangan pernah kau ganggu hidup minra lagi” Ucap baekhyun

***

Did you hurt a lot?

Are you really tired?

Did I make things hard for you?
I was only used to receiving love

I think I only knew myself

I know your heart, I know
I know your love but I guess it’s not for me

This is what my heart tells me to do, so it hurts even more
I love you but I need to break up with you
I’m grateful and sorry at the same time that you loved me
I lack so much so please forgive me for leaving you

My heart will sometimes and I will regret too
But still, I won’t let it show even if tears form
Sweat at me all you want, I think that will make me more comfortable
I won’t give any pathetic excuses, this is all I am

I know your heart, I know
I know your love but I guess it’s not for me

This is what my heart tells me to do, so it hurts even more
I love you but I need to break up with you
I’m grateful and sorry at the same time that you loved me
I lack so much so please forgive me for leaving you

When all the love songs become sad break up songs
I will listen as I think of you

 I confess inside my heart
I will remember

When I think back to the stories we shared
Where would we each be?
Will we be in different relationships as we forget about each other?
Will I be blaming my heart?
Is it really okay to just do what my heart tells me to do?

This is what my heart tells me to do, so it hurts even more
I love you but I need to break up with you
I’m grateful and sorry at the same time that you loved me
I lack so much so please forgive me for leaving you

 

Sebulan kemudian….

Penelitian mereka berakhir..dan mereka kembali beraktifitas seperti biasanya. Saat ini minra sedang berada ditaman belakang kampus duduk sambil membaca buku dibawah pohon yang rindang. Sejuk.. tanpa sengaja daehyun yang sedang berjalan-jalan di taman kampus melihat minra kemudian daehyun melangkahkan kakinya dan duduk disaamping minra.

Minra terkejut dengan kedatangan daehyun..

Hening..belum ada yang memulai pembicaraan..

“malhajima…” ucap daehyun

“waeyo?” tanya minra

“entahlah..aku merasa..kau akan meninggalkanku..” ucap daehyun

“kenapa kau mempunyai pikiran seperti itu?”

“entahlah..hatiku berkata begitu..”

“apa yang akan kau lakukan jika aku meninggalkanmu?” tanya minra

“jebal..aku tidak ingin itu terjadi minra-ya..” ucap daehyun

“apa kau ingin terus seperti ini? Tolong jangan egois Jung Daehyun!!” pinta minra

“geurae..aku memang egois karena aku menginginkanmu..tapi aku juga tidak bisa melepaskannya” kata daehyun

“kalau begitu biar aku yang pergi” kata minra

“andwae…”

“biarkan aku pergi kau jangan seperti ini daehyun-ah” pinta minra

“arasseo..jika ini maumu..aku menerima semuanya..” kata daehyun

“gomawo..hiduplah dengan baik, semoga kau bahagia bersamanya” kata minra sambil berdiri dari duduknya

“inikah..inikah..akhir yang kau inginkan??” tanya daehyun tiba-tiba

“mianhae..tapi..aku tidak bisa mendustai hatiku..aku mencintaimu..melebihi rasa cintaku padanya.aku tidak mungkin bisa melupakanmu begitu saja..” ucap daehyun

“jika kau ingin bersamaku seharusnya kau bisa bersikap tegas jangan seperti ini.!! Jika kau terus begini..ini hanya akan menyakiti kita semua” jelas minra

“arasseo..aku memeang egois..mianhae..” ucap daehyun

“semoga kau bahagia..” ucap minra sambil pergi melangkah meninggalkan daehyun sendirian ditaman..

“semoga..kau juga bahagia minra-ya..maafkan aku yang telah membuatmu menderita oleh cintaku..” ucap daehyun

I told you to go, to go away
I replied back to you that I didn’t like you because I thought I wasn’t going to see you again
I wanted to embrace you with my two arms, but I couldn’t do that
Because I thought I was going to cry first

We can live apart
There is a farewell for us too
Only the fake laugh is coming out

I will send you away
So hurry up and go to be happy
Clenching my fists tight, I started to cry

We can’t meet again, now we really can’t meet
I bit my lips at these cold icy words
I don’t want to look back, I don’t want to ever look back
I tell myself over and over again, but I can’t do that

After that, the dreams of me finding you repeats again
Just staring into your back, you don’t smile back looking at me
I happily greet you even though there is no response from you
I do this so that I won’t end up regretting after I wake up from this dream
It isn’t easy to fill up a blank space
The memories just shine a light to where you are
Words that I don’t even mean anything, I send them to you
Clenching my fists tight, Good luck to you

I didn’t know it was this hard walking back home
My heart is too stuffed up

I need to live better
I need to fight this off
No matter how much I tell myself
It is so hard because thoughts of you roam in my mind

We can’t meet again, now we really can’t meet
I bit my lips at these cold icy words
I don’t want to look back, I don’t want to ever look back
I tell myself over and over again, but I can’t do that

Even though I tell myself that I will forget a girl like you
Even though I tell myself that I will never look at a girl like you
But again I can’t forget you

We loved each other, we really loved each other
Why are we breaking up like this?
(Let’s not break up)
Telling me that you couldn’t live without me,
Telling me that you were going to die without me
You, who used to say such things,
Where did you go? Where did you go?

“kenapa takdir begitu kejam..membiarkan aku berpisah dengannya. Seandainya aku bisa memilih…” – Jung Daehyun-

“aku merasa inilah takdir yang terbaik untuk kita..” – Lee Minra –

–      KKEUUTT –

–       

Whoaaaahhhh….Finally..kisah ini berakhir seperti ini >,< haiiiihhhh…RCL..RCL..gomawo buat readers yang udda baca FF Gaje ini..mwehehehe :p terus nasib baekhyun gimana?? Apa  minra sama baekhyun aja yaaahh.. baekhyun sama author… mwahahahaha😀 *geretbaekki…

About TwinsELF

We are twins ELF in SJ Heart. we so lke writing a Fanfic.
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s