FF l TWOSHOOT l ~ A Destiny ~ l Part 1

Gambar

 

Cast :     Jung Daehyun

Lee Minra

Byun Baekhyun

Kim Sung Rin

Support cast : find it by yourself!! Kekeke~

Genre : Romance, Angst

Author : Lee Min Ra

Apakah hati bisa salah memilih??

Pertemuan singkat ini..menjadi awal kisah kita berdua..akankah kisah ini mampu bertahan lama?? Entahlah..yang aku tahu kita saling mencintai..yang aku tahu takdir telah mempertemukan kita, apa yang salah diantara kita?? Haruskah kita menyalahkan takdir??

“Kesalahan terbesarmu adalah kau mencintaiku namun kau tidak bisa bersikap tegas” – Lee Minra –

“Maafkan aku yang  tidak mampu bersikap tegas, kini aku kehilanganmu” – Jung Daehyun –

“kau mulai berubah..” – Kim Sung Rin –

“aku tahu kau mencintainya, tapi bisakah kau melihatku disini? Bisakah kau menganggapku ada?? Sekali saja…” – Byun Baekhyun –

Morning..in the kitchen…

“YAA!! Lee Minra.. bisakah kau memasak dengan benar?? Apa kau ingin meracuni semua anggota disini eoh?? Haiisshhh jinja..!! kenapa aku harus sepiket dengan yeoja sepertimu??” omel daehyun sambil mengacak-acak rambutnya frustasi

“Mwo?? Yaa!! shikkereo..!! kalau kau mengomel terus kau bisa membuat masakanku gagal!!” protes minra

“ye?? Apa kau pikir masakanmu ini berhasil, kau ini yeoja atau bukan?? Seharusnya seorang yeoja itu pintar memasak, bagaimana kalau kau sudah berkeluarga nanti?? Mau kau beri  makan apa suami dan anak-anakmu nantinya??” daehyun memulai ceramahnya mengenai “Istri idaman para suami” daehyun terus mengoceh tanpa memperdulikan raut wajah minra yang sudah ditekuk berpuluh-puluh kali lipat

“Yaa!! kau ini namja atau bukan?? Cerewet sekali..!! diamlah!!” protes minra memutarbalikkan kata-kata Daehyun padanya sambil terus menggoyang-goyangkan spatula tak tentu arah sehingga membuat sebagian nasinya terlempar kemana-mana

“Yaa!! Yaa!! Yaa!! gunakanlah spatula itu dengan benar?? Lihat..!! makanannya berhamburan kemana-mana, jangan menyia-nyiakan makanan..orang-orang diluar sana sangat kesusahan mencari sesuap nasi sedangkan kau malah membuangnya begitu saja..!!” omel daehyun sekarang topik ceramahnya adalah“Dosa seseorang yang membuang-buang makanan” -_-

“YAAAAAAA!!! JUNG DAEHYUUUUNNN!!!!!” teriak minra kali ini kesabaran minra sudah habis daehyun benar-benar telah membuatnya naik darah. Daehyun yang kaget dengan teriakan minra menatap minra agak takut

“wa..waeyo??” Tanya daehyun hati-hati karena sepertinya Minra sudah siap mengeluarkan laharnya *gunung berapi kaliiii…*

“haiiissshhhh..michine…!!!” minra membanting spatula dengan perasaan kesal lalu pergi berlalu meninggalkan dapur begitu saja. Daehyun telah membuat moodnya rusak pagi ini.

“Yaa!! Yaa!! Yaa!! minra-ya..eodiga?? kau harus melesaikan masakanmu ini” teriak daehyun

“kau selesaikan sendiri!! Aku tak peduli!!” teriak minra sambil terus berlalu meninggalkan daehyun sendirian didapur. Aroma aneh mulai tercium..daehyun mengendus-endus hidungnya..lalu segera melihat masakan yang minra tinggalkan..

“YAAAA!!! LEE MINRAAAA..MASAKANMU GOSOOONNNGGGG!!!!!” Teriak Daehyun panik dan segera mematikan kompor

“uhukk..uhuukk..Haiisshhh,,Jinjaaa..!!!” umpat daehyun sambil terbatuk-batuk karena asap makanan yang gosong memenuhi dapur

***

Minra menghela nafas panjang.. meratapi nasibnya kalau saja ini bukan tugas dari kampusnya untuk melakukan sebuah penelitian secara berkelompok mungkin dia tidak akan terjebak disini, disebuah rumah  adat sederhana di daerah perkampungan yang hanya mempunyai 3 kamar tidur 1 kamar mandi dan 1 dapur yang letaknya terpisah berada diluar lalu halaman yang lumayan luas yang ditengah halaman itu  terdaapat meja yang berukuran sedang yang suka dipakai untuk makan bersama oleh sang pemilik, mereka menyewa rumah tersebut, keadaan rumah tersebut bisa dibilang lumayan, perabotan-perabotannya masih lumayan bagus dan masih layak pakai. Shindong sekamar dengan sungjin, daehyun sekamar dengan baekhyun, dan minra sekamar dengan jae in dan rae in. yah.. kelompok mereka ada 7 anggota, 4 namja dan 3 yeoja. Kamar yeoja berada ditengah. yang dia herankan, dia mendapat kelompok yang menurut minra sendiri aneh.. dengan ketua kelompok shindong  yang notabene tidak pernah jauh dari makanan, sungjin yang pendiam, Jae in yang kutu buku daehyun yang selalu mengomel, Rae in yang terlihat selalu menyendiri dan tidak ingin berbaur dengan siapapun, mungkin hanya baekhyun dan dirinya sendiri yang terlihat normal disini.

***

@ meja halaman rumah

Semua anggota Shindong, Sungjin, Jae in dan Rae in telah berkumpul di meja yang berada di halaman rumah minus Baekhyun yang masih tidur Minra dan Daehyun yang menghilang entah kemana

“apa ini?? Kenapa sarapannya belum siap??” Tanya Shindong yang melihat meja makan masih kosong

“siapa yang jadwal piket hari ini??” Tanya Jae in

“apa tidak ada yang memasak sesuatu apapun?” Tanya Rae in

“jadwal piket hari ini Lee Minra dan Jung Daehyun keundhae kemana mereka? Aku tidak melihatnya..” ucap Sungjin sambil mencari-cari sosok minra dan daehyun

“temukan mereka!! Lalu bawa mereka kemari!!” perintah shindong, sang ketua

***

Shindong menatap tajam sepasang makhluk dihadapannya..minra dan daehyun menunduk layaknya seorang tersangka

“jam berapa sekarang?? Kenapa sarapannya belum siap??” omel shindong

“jeoseonghamnida, aku sudah memasak tapi daehyun membuatnya menjadi gosong” ucap minra membela diri dan menyalahkan daehyun. Daehyun kaget lalu menatap minra kesal

“Yaa!! kau sendiri yang membuatnya menjadi gosong, kenapa kau menyalahkanku??” daehyun tak mau disalahkan

“kalau saja kau bisa menutup mulutmu selama aku memasak mungkin sarapannya sudah jadi sekarang” minra tak mau kalah

“bilang saja kau tak bisa memasak makanya masakannya jadi gosong” omel daehyun tak mau kalah juga

“Mwwwoo?? Yaa!! bukannya aku sudah menitipkan masakan itu padamu, harusnya kau menjaga masakan itu agar tidak gosong”

“Yaa!! Lee Minra..!!”

“Yaa!! Jung Daehyun!!”

“STOOOPPPP….!!!!” Teriak shindong membuat minra dan daehyun menutup mulutnya seketika

“Sreeeeeekkkkkk” suara pintu dibuka, *tau kan pintu yang dibukanya itu didorong kesamping* mwehehehe muncullah wajah baekhyun yang baru saja bangun dari tidurnya

“hoaaammm…berisik sekalii…aku jadi terbangun”omel  baekhyun sambil berjalan memakai sandalnya lalu menghampiri yang lainnya

“ige myoya?? Minra-ya wae geurae??” Tanya baekhyun yang melihat minra menundukkan kepalanya merasa bersalah di hadapan shindong

“Yaa!! baekhyun-ah cuci mukamu sanah!!” perintah sungjin yang diabaikan oleh baekhyun

“Saya tidak mau tahu..!! ini tugas kalian untuk memasak, sekarang bagaimanapun caranya dalam waktu 30 menit makanan harus sudah tersedia!! Arasseo!!” ucap shindong tegas

“ne..”

“apa yang kalian lakukan?? Ppali..!! buat makanannya!! Waktu kalian hanya 30 menit!!” teriak shindong

“aahh..yeeee…” minra dan daehyun segera berlari kedapur

“aigoo~~ aku bisa gila mempunyai anggota seperti mereka..” gumam shindong sambil memijaat keningnya yang terasa berdenyut

“hyung..wae geurae? memangnya apa yang minra dan daehyun lakukan??” Tanya baekhyun

“mereka menggosongkan jatah sarapan hari ini” jawab shindong

“aigoo~~ perutku..aku tak yakin bisa menahan rasa lapar ini selama 30 menit, baekhyun-ah apa kau punya makanan??” Tanya shindong

“molla,,,” ucap baekhyun sambil berlalu pergi menuju kamar mandi yang terletak disamping dapur

***

30 menit kemudian…

Makanan telah tersedia dengan tepat waktu..

“kerja yang bagus!! Minra-ya daehyun-ah.. kajja kita sarapan..” ucap shindong

Merekapun sarapan bersama..

***

@ halaman rumah

Para anggota dan ketua sedang mengadakan rapat untuk memutuskan jadwal kegiatan hari ini.

“baiklah..saya sebagai ketua kelompok sudah memutuskan kegiatan untuk hari ini. Saya, baekhyun, dan rae in akan pergi menemui para tetua kampung ini dan mencari tahu sejarah tentang kampung ini, kemudian  sungjin dan jae in, kalian bertugas mencari tahu mata pencaharian apa saja yang ada di kampung ini, lalu daehyun dan minra kalian bertugas mendatangi setiap perkebunan lalu teliti tanaman apa saja yang ditanam oleh para petani di kampung ini arasseo??” kata shindong

“ne..” jawab semua anggota serempak

“oppa..boleh saya mengajukan protes??” minra membuka mulut sebelum rapat ditutup

“keputusan tidak bisa diganggu gugat, rapat saya tutup. Silahkan kalian menjalankan tugas yang sudah saya bagikan!” ucap shindong para anggota mulai bergerak menjalankan tugas yang telah dibagikan

“haiisshh..michine..!! kenapa aku harus pergi dengan daehyun..” gumam minra tak terima dengan keputusan shindong moodnya makin buruk saja hari ini

“memangnya siapa juga yang mau pergi denganmu” ucap daehyun yang mendengar gumaman minra

“geurae kalau begitu kau pergi sendiri saja! Aku  di rumah saja!”

“mwoya!! Mana bisa begitu?? Apa kau tidak ingin menjalankan tugasmu? Kau kemari bukan untuk berlibur nyonya Lee…kau disini untuk…….” daehyun sudah siap memulai ceramahnya tentang “Menjalankan tugas dengan baik”

“arasseo..kajja..” minra memotong ucapan daehyun lalu berjalan melewati daehyun dia terlalu malas mendengar omelan-omelan dan ceramah dari daehyun saat ini bisa-bisa moodnya bertambah buruk berkali-kali lipat

“ige mwoya.. Yaa!! chakkaman.. katjiga..” teriak daehyun lalu mengejar minra yang sudah berjalan didepannya

***

Minra dan daehyun akhirnya sampai di perkebunan stroberi..letak perkebunan stroberi ini sangat jauh dari rumah yang mereka sewa..

“Annyeonghaseyo..ahjumma ahjussi..” sapa daehyun dan minra sambil membungkuk hormat

“chogii..eemmm..kita ingin bertemu dengan pemilik kebun ini, apakah dia ada disini?” Tanya daehyun

Seorang ahjussi datang menghampiri minra dan daaehyun.

“saya pemilik kebun ini, Park Jung Moo imnida” kata tuan park

Tuan park menjelaskan secara detil bagaimana menanam stroberi-stroberi ini agar bisa tumbuh dengan baik dan merawatnya agar terhindar dari hama kepada minra dan daehyun sambil berjalan-jalan disekitar kebun dan memperlihatkan hasil panennya, menunjukkan bentuk stroberi yang masih segar dan bagus dan layak dijual.

3 jam berlalu… minra dan daehyun berpamitan kepada tuan park karena hari sudah sore mereka harus segera pulang..

“kamsahamnida tuan park atas ilmunya” ucap daehyun sambil membungkuk hormat minra pun ikut membungkuk

“maaf kami tidak bisa berlama-lama disini kami harus segera pulang..” kata minra

“aahhh..yee..itu tidak seberapa, ahh..chakkaman..ige…” kata tuan park sambil memberikan sebuah bingkisan dalam kantung plastik yang berukuran sedang

“ige mwo?” Tanya daehyun

“ini hanya sedikit oleh-oleh untuk kalian bawa pulang” ucap tuan park

“aigoo~~ kamsahamnida tuan park” kata daehyun sambil membungkuk mengucapkan terima kasih dan mengambil bingkisan tersebut

“kamsahamnida” ucap minra sambil membungkuk

Tuan park tersenyum senang sambil menepuk-nepuk bahu daehyun

“Annyeonghigaseyo tuan park..” pamit daehyun dan minra

“ne..hati-hati dijalan..” ucap tuan park

Minra dan daehyun berlalu pergi meninggalkan perkebunan

***

Hari sudah mulai gelap.. minra dan daehyun masih belum sampai ke rumah mereka tersesat…

“Yaa!! daehyun-ah sebenarnya tadi kita lewat jalan mana??” Tanya minra kebingungan sambil melihat jalanan di sekelilingnya mencoba mengingat arah pulang

“aiisshh..molla..” daehyun mengacak-acak rambutnya kesal.

“Mwoya?? Cobalah mengingat arahnya!!!” teriak minra kesal

Daehyun melihat ke sekelilingnya…mencoba mengingat jalan..

***

“hyung..Minra dan Daehyun belum juga kembali..sebenarnya mereka pergi kemana?” Tanya baekhyun

“Mwo?? Bagaimana bisa?? Aku hanya menugaskan mereka pergi ke perkebunan” jawab shindong

“tenanglah..mungkin mereka sedang dalam perjalanan pulang..” ucap sungjin menenangkan

“aku rasa sungjin benar, tunggulah sebentar lagi pasti mereka sampai” kata shindong

Baekhyun melihat pagar rumah dengan cemas berharap minra segera muncul darisana

***

Minra dan Daehyun masih dalam perjalanan..

“Daehyun-ah..kau yakin kan ini jalan yang benar?” Tanya minra sambil melipat kedua tangannya di dada dan melihat kearah daehyun ragu

“geurae..aku yakin sekali..” ucap daehyun mantap. Minra memicingkan matanya

“sssshh..geurae..awas saja kalau kita semakin tersesat” ucap minra

“percayalah padaku nyonya Lee” kata daehyun sambil menepuk-nepuk dadanya bangga dan yakin

“haiisshh..molla..aku bukan tipe orang yang mudah percaya dengan kata-kata orang lain” kata minra

Tiba-tiba terlihat dua orang ahjussi yang sedang mabuk memegang botol minuman dari arah depan mereka..dengan gerakan cepat Daehyun mengambil tangan minra dan mengaitkan tangannya pada tangan minra. Minra yang kaget dengan gerakan Daehyun yang tiba-tiba memandang daehyun dengan tatapan tajam..

“Yaa!! neo  wae geurae?? Micheosseo..lepaskan tanganku!!” ucap minra sambil berusaha melepaskan tangannya

“sssstttt…diamlah!! Jika kau tidak ingin mati jangan lepaskan tangan ini” ucap daehyun sambil mengeratkan kaitan tangannya

“aahhh..wae?? kenapa kau tiba-tiba bersikap aneh begitu eohh??” Tanya minra heran

Daehyun memberi isyarat pada minra dengan matanya, minra melihat arah pandang daehyun, dua orang ahjussi yang sedang mabuk sedang berjalan kearah mereka

“ige mwoya!!” ucap minra kaget ada sedikit rasa takut refleks minra makinmengeratkan kaitan tangannya dengan tangan daehyun

“tenanglah..apapun yang terjadi aku akan melindungimu..” gumam daehyun

“nde?” Tanya minra kaget

“kajja..” daehyun mengajak minra melanjutkan perjalanan

Jarak ahjussi yang sedang mabuk itu semakin dekat… ahjussi ahjussi itu berjalan sempoyongan sambil meminum botol sojunya dan meracau bernyanyi tak jelas.  Minra semakin mengeratkan pegangannya pada daehyun terlihat sekali rasa takut di wajahnya saat ini. Saat minra dan daehyun akan melewati ahjussi itu tiba-tiba ahjussi itu berhenti lalu menatap minra dari atas sampai bawah dan tanpa diduga ahjussi itu menarik tangan minra .

“Aaaaaahhhh…” jerit minra karena kaget akan tindakan ahjussi yang tiba-tiba

“Yaa!! agashi..kau mau kemana?? Ikutlah bersama kami..kita akan bermain malam ini..aiiihh yeppeo..” kata ahjussi itu sambil mengelus pipi minra

Sementara minra ketakutan dan berusaha melepaskan tangan ahjussi itu

“ahjussi..lepaskaaannn!!” minra berusaha memberontak

Tiba-tiba daehyun meninju wajah ahjussi itu sehingga ahjussi itu terpental dan jatuh terduduk di tanah darah segar keluar dari ujung bibir ahjussi tanpa diduga ahjussi yang satunya meninju wajah daehyun karena tidak terima melihat temannya ditinju. Daehyun jatuh terduduk ditanah dengan darah diujung bibirnya, ahjussi yang dipukul daehyun bangkit lalu mulai memukuli daehyun 2 lawan 1 ini tidak adil minra berteriak panik meminta pertolongan

“ada apa ini?” muncullah 2 orang polisi yang sedang berpatroli lalu polisi itu segera menangkap ahjussi ahjussi yang mabuk itu minra menghampiri daehyun yang masih terduduk ditanah

“gwenchana?” Tanya minra khawatir

“kalian ikut kami ke kantor untuk dimintai keterangan kejadian” kata salah seorang polisi

“ne..” ucap daehyun minra membantu daehyun berdiri hampir seluruh tubuh daehyun biru lebam karena dipukuli, dan daehyun susah berjalan karena bagian kakinya ditendang dengan keras oleh slah satu ahjussi-ahjussi itu sehingga minra membantunya berjalan

***

@ Police Office

“ne..seperti itulah kejadiannya, kami tersesat dan tidak sengaja bertemu dengan ahjussi-ahjussi itu” kata minra

“arasseo..dimana kalian tinggal?” Tanya polisi itu

“kami menyewa sebuah rumah sederhana di desa ….” Kata daehyun

“baiklah.aku tahu tempat itu kalian akan kuantar pulang agar lebuh aman” kata polisi

“ne..kamsahamnida..” minra dan daehyun membungkuk hormat

***

“Hyung..!! aku sudah tidak bisa berdiam diri lagi..!! ini hampir larut malam dan mereka belum juga kembali..” kata baekhyun khawatir

“geurae..kau benar..kajja kita cari mereka” kata shindong

“Jae in dan Rae in kalian jaga rumah.. sungjin kau ikut denganku dan baekhyun mencari mereka” kata shindong

Sungjin mengangguk mengiyakan

“ne..oppa hati-hati” kata  jae in dan rae in

Baekhyun, Shindong, dan Sungjin siap melangkah keluar. Baru selangkah pagar rumah terbuka muncullah minra dan daehyun memasuki halaman rumah, dengan keadaan minra membopong tubuh daehyun membantu daehyun berjalan

“itu mereka!!” kata sungjin

“Minra!! Daehyun!!” kata baekhyun yang kaget melihat keadaan daehyun penuh luka baekhyun dan sungjin segera menghampiri minra dan daehyun

Baekhyun dan sungjin mengambil alih tubuh daehyun. Dan mendudukkannya di ruang halaman tempat mereka makan dan mengadakan rapat.

“Yaa!! jae in, rae in, ambil air hangat untuk mengompres dan kotak obat. Ppali..” ucap shindong

“ne..” jae in dan rae in segera mengambil apa yang shindong perintahkan

“bagaimana ini bisa terjaadi??” Tanya shindong

“hyung..sebaiknya kita biarkan mereka istirahat, masalah kejadian mala mini bisa ditanyakan besok” usul baekhyun

“geurae..sebaiknya memang kalian istirahatlah.. baekhyun-ah bawa daehyun ke kamar..” perintah shindong

“ne hyung..” baekhyun segera membopong tubuh daehyun dan membawanya ke kamar

“neo ddo minra-ya..istirahatlah..eoh..” kata shindong

Minra mengangguk mengiyakan. Shindong dan sungjin memasuki kamar. Minra melihat jae in dan rae in membawa sebaskom air dan kotak obat.

“jae in-ah..rae in-ah.. biar aku saja” kata minra

“keundhae minra-ya..” jae in berusaha menolak

“biar aku saja yang mengobati daehyun ne? aku merasa bersalah padanya..jebal..” kata minra

“geurae..” jae in dan rae in memberikan kotak obat dan kompresannya pada minra

“gomawo” minra tersenyum senang

“setelah kau selesai mengobati daehyun cepat ke kamar dan istirahat” kata jae in

“arasseo” minra pun segera berjalan menuju kamar daehyun dan baekhyun

Toktoktok..srreeekkk.. minra membuka pintu kamar

“eoh..minra-ya..” kata baekhyun kaget

“aku membawa obat untuk daehyun..”

“ahh..yee..” baekhyun membantu minra mengambil kotak obat di tangan minra dilihatnya daehyun yang sedang berbaring

“kau istirahat saja minra-ya..biar aku yang mengobati luka daaehyun” kata baekhyun menawarkan diri

“aniya..biar aku saja..” kata minra

Minra mengambil handuk yang sudah terendam dalam air hangat itu dan mulai membasuh bagian tubuh daehyun yang terluka.

“aahhh…pelan-pelan..” protes daehyun

“ahh..ye..mian..”

Baekhyun hanya memperhatikan minra yang sedang mengobati luka-luka di tubuh dan wajah daehyun.

Minra mengambil kotak obat dan memulai aksinya mengoleskan obat itu di luka lebam di wajah daehyun.

“asshh~~ apphooo…” rengek daehyun..

“aigoo~~ mianhae..ne..”

“kau itu yeoja atau bukan..lembutlah sedikit..” gumam daehyun

Minra menahan emosinya..

“mianhae..tuan jung..” kata minra lembut

Daehyun yang mendengar itu bergidik ngeri melihat kearah minra

“wae??” Tanya minra

“aniya..ini bukan kau yang biasanya..aku jadi ngeri..” kata daehyun

“Yaa!! aku melakukan ini karena aku merasa berhutang budi padamu karena kau telah menyelamatkanku dari ahjussi-ahjuusi pemabuk itu.. aku hanya ingin bertanggung jawab mengobati lukamu. Jadi bisakah kau diam tuan Jung..!! kau itu namja atau bukan?? Cerewet sekali..” omel minra

“aigoo~ aigoo~ gapjagiya..arasseo nyonya Lee..aku akan menutup mulutku rapat-rapat” kata daehyun

Baekhyun hanya terdiam melihat dan mendengar semuanya. Kemudian baekhyun memutuskan untuk keluar kamar dan duduk di teras dekat pintu kamarnya.

“Seandainya aku yang pergi bersamamu minra-ya..bukan dia…” batin baekhyun

“chogyo..Daehyun-ah..”

“hmm..”

“gomawo..”

“heeemmm..”

“istirahatlah..cepat sembuh..” minra pun berjalan keluar kamar dengan langkah terburu-buru jantungnya tiba-tiba berdetak berkali-kali lipat saat jarak antara dia dan daehyun begitu dekat. Daehyun melihat kepergian minra dari kamarnya, seulas senyum mengembang di wajahnya.

“baekhyun-ah..sedang apa kau diluar??” Tanya minra yang melihat baekhyun sendirian di teras kamar sedang menatap langit malam

“eoh..kau sudah selesai? Aku tadi habis dari kamar mandi dan tiba-tiba ingin duduk disini menatap langit” dusta baekhyun

“eohh..geurae…” minraa menatap langit mala mini. Gelap. Tak ada bintang ataupun bulan menghiasi langit malam.

“baekhyun-ah..aku ke kamarku dulu..” pamit minra

“aahh..ne.. istirahatlah..kau terlihat kelelahan minra-ya” kata baekhyun

“neo ddo baekhyun-ah..jalja..” kata minra

“jalja..” kata baekhyun yang melihat kepergian minra. Setelah minra benar-benar menghilang dari pandangannya, baekhyun kembali menatap langit malam. Dia menghela nafas panjang.

“hhhaahhh…kenapa langit malam ini begitu gelap. Sama seperti hatiku saat ini..” gumam baekhyun

***

Morning…

Sreeeekkkkk~~~

Minra keluar dari kamarnya, daehyun juga keluar dari kamarnya..

Semua mata yang sedang duduk di halaman memandang kearah mereka berdua..

“Pagiiiii….” Sapa minra dan daehyun tanpa sengaja bersamaan. Minra menatap daehyun, daehyun pun menatap minra

“ige mwoya…” gumam shindong

Baekhyun hanya diam dan kembali menyumpit nasinya, entah kenapa nafsu makannya menghilang begitu saja melihat minra dan daehyun yang terlihat kompak secara tidak sengaja itu.

“kalian sudah bangun..kajja kita sarapan bersama” ajak jae in

Minra turun dan memakai sendalnya..

“Yaa!! nyonya Lee..” panggil daehyun saat minra melangkahkan kakinya menghampiri yang lainnya, minra menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap daehyun yang masih berdiri didepan kamarnya

“mwoya??” Tanya minra

“aku masih kesusahan berjalan, bantu aku..” ucap daehyun manja

“Mwo?” Tanya minra kaget

“ehm..aku bilang..bantu aku..Yaa!! bukannya kau merasa bersalah padaku” ucap daehyun

“haiisshh..jinja..!! geurae..”ucap minra mau tak mau dia menghampiri daehyun,tanpa minra sadari daehyun tersenyum senang,minra  membantu daehyun berjalan ke meja bergabung dengan yang lainnya.

“aigoo~~ aigoo~ sepertinya ada pasangan baru..” goda shindong

“hahaha..romantis sekali, pantas semalam minra bersikeras ingin mengobati daehyun” jae in ikut menggoda

“jinjayo??” tanya daehyun kaget bercampur senang

“aaa~~ Mwoya!!” umpat minra kesal

Jae in tersenyum menanggapi pertanyaan daehyun kemudian mengangguk mengiyakan

“aigoo~ Yaa!! nyonya Lee ternyata kau diam-diam menyukaiku ya??” ucap daaehyun sambil mencolek lengan minra

“mwoya!! Percaya diri sekali kau tuan jung..!! itu hanya terjadi dalam mimpimu” ucap minra

“hmmm..kalau begitu aku akan membuat mimpi itu menjadi nyata…” ucap daehyun sambil tersenyum senang

“mwo??” tanya minra kaget

“aigoo~~ aigoo~ apa ini sebuah pernyataan cinta??” tanya shindong

Sedangkan daehyun tersenyum penuh makna. Sementara itu baekhyun yang mendengar semuanya merasakan sesuatu yang  menusuk ulu hatinya. Sakit. Nafsu makannya menghilang seketika, baekhyun meletakkan mangkuk nasi dan sumpitnya di meja.

“aku sudah selesai” ucap baekhyun tanpa ekspresi kemudian berlalu pergi menuju kamar mandi

“ada apa dengan anak itu? Padahal makanannya masih setengahnya tersisa,kenapa dia pergi begitu saja” gumam shindong  yang melihat kepergian baekhyun

Minra menatap kepergian baekhyun bingung, kenapa dengan baekhyun, ada yang aneh, apa sesuatu telah terjadi padanya..

“tidak mungkin..” gumam sungjin

“wae??” tanya rae in yang mendengar gumaman sungjin

“aniya..eobseo..” jawab sungjin

***

“Minra-ya, daehyun-ah..sebaiknya kalian dirumah saja. Jaga rumah baik-baik, kami semua akan pergi menjalankan tugas” kata shindong

“keundhae..” minra hendak protes

“seperti biasanya tidak ada protes! Daehyun belum sembuh kau harus merawatnya aratchi?” potong shindong cepat

“arasseo..” kata minra sebal

Shindong, sungjin, baekhyun, rae in, dan jae in pergi keluar untuk menjalankan tugas.

Setelah kepergian mereka….

“haiisshh..jinjaaa..!!!” rutuk minra kesal sambil duduk di halaman

*sssreeeekkkkk pintu kamar dibuka daehyun keluar dari kamarnya

“sepi sekali.. yang lain pergi kemana?” tanya daehyun

“mereka pergi keluar” jawab minra

Daehyun menghampiri minra dan duduk disampingnya.

“neo wae geurae??” tanya daehyun yang heran melihat wajah minra yang terlihat kesal.

“gwenchana..” jawab minra sambil menghela nafas

“aku kedapur dulu, kalau ada apa-apa panggil saja” kata minra sambil beranjak dari duduknya dan hendak melangkah kedapur namun dengan cepat tangan daehyun menahan tangan minra membuat minra menghentikan langkahnya

“hajima..” gumam daehyun

“nde??” tanya minra heran

“aniya..aku bilang aku haus, bawakan aku air” kata daehyun

“ye..arasseo, aku akan membawakanmu air” kata minra sambil berlalu pergi kedapur

*Daehyun POV*

Haiissshh..jinjaaa aku sudah tidak bisa menahan perasaanku padanya, sejak pertama kali melihatnya hatiku merasakan peraaan yang seharusnya tak pantas kumiliki, tapi..rasa ini semakin lama semakin dalam.. apa yang harus kulakukan?

*Minra POV*

Kenapa tiba-tiba jantungku berdetak lebih cepat saat aku didekat daehyun, andwae..maldo andwae.. mana mungkin aku menyukainya?? Jung Daehyun?? Haiisshhh geu namja jeongmal…

*Baekhyun POV*

Haiisshhh..kenapa perasaanku sungguh tak tenang, apa yang sedang minra lakukan. Seharusnya aku tidak membiarkan mereka berdua dirumah. Andwae..aku harus segera kembali ke rumah

*Author POV*

“hyung..aku baru ingat ada sesuatu yang penting yang tertinggal dikamarku aku harus mengambilnya” kata baekhyun

“nde?? Geurae..kalau begitu ambillah setelah itu cepat susul kami” kata shindong

“ne hyung aku akan segera menyusul kalian” kata baekhyun sambil berbalik pulang

***

I get tired of thinking of something that doesn’t matter 

just looking at you makes me go crazy

I don’t wanna say goodbye say goodbye (bye bye) say goodbye

We ended up like this Oh~ I don’t wanna let you go let you go (let let) let you go

Easy come Easy go Did you just toy around with me?

~ BEAST – Easy ~

***

I have been told once

but  I felt the heart beating on that day 

I know from the start 

I was not sure what, we  sounded like it is destiny 

Love me and Time will lead you 

Forever without breaking up 

I thought I was dreaming, like a real dream 

Remember that day when we first met 

Dazzling and radiant eyes and gave me such a day 

Thank you for what you gave me 

I know from the start 

I was not sure what, we sounded like it’s destiny 

Love me and Time will lead you 

Forever without breaking up 

I thought I was dreaming, like a real dream. 

Looking at me smiling to you 

It was a good day 

Why there are tears 

In my eyes 

Forever we will not break up 

Always dream to hope that  will not change the next day 

Love stays 

Our time to be together 

Do not change, forever 

Like a dream to me like a dream. 

Remember that day when we first met 

Strikingly radiant you for coming on such a day 

I really thank you

To Be Continue…

About TwinsELF

We are twins ELF in SJ Heart. we so lke writing a Fanfic.
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s