Mr. Ramen |Main cast: Mikako Tabe & Haruma Miura|

Gambar

 

MR. Ramen

 

 

Maincast:  Mikako Tabe & Haruma Miura

[Ficlet{PG-13}/Romance{AR}]

Author: IinoChiharu(Ochi)

 

 

 

(Hallo..ini fanfic kedua ku yangbertemakan jepang.haha karena CLBK lagi sama Haru jadi ambil casting dia danlagi suka mikako juga. *sindrome Kimi Ni Todoke* udah pernah kan mina-sannonton film mereka? Nah kali ini ngambil casting mereka untuk dijadiin fanfic.Happy Reading. Dont forget for Read,Like,and Coment)

(Mikako POV)

 

{Japan,winter}

 

Malam ini sungguh dingin, aku baru saja tiba ditokyo untukmeneruskan impianku. Sungguh indahnya tokyo malam itu membuat rasa dinginditanganku tidak terasakan lagi. Sungguh senang pada akhirnya aku bisamenyelesaikan sekolahku dan melanjutkan studyku diTokyo, seorang diri tanpaorang tua atau siapapun disini. Inilah tekadku, sebenarnya aku tidak terbiasaberpisah dengan kedua orang tua ku tetapi demi mencapai apa yang kuinginkan akudengan nyali yang hanya sedikit aku berangkat meninggalkan orang tua ku didesaShirakawa desa yang indah itu.

 

“ohhh Fuun! Aku sampai lupa oba telah menungguku”. Akuberjalan dengan cepat menuju alamat rumah oba ku

 

karena aku akansementara tinggal dirumahnya. sementara aku mencari tempat tinggalku dan masukkeuniversitas yang kuinginkan.

Dan tibalah aku dirumah oba malam itu. disambut gembira laluaku dibawa masuk kedalam ruangan kamar yang sudah disediakan oba kepada ku.

 

“Tabe-san, beristirahat lah dulu.”

“haik! Oba-san Arigato !” aku menunduk dan memberikan ucapanterimakasih ku kepada oba lalu tersenyum kepada anaknya itu.

“hahah baiklah tidurlaah dulu jika kau lapar turunlahkebawah dan makan”.

“haik!” oba dan anaknya pergi dan menutup pintu kapamarkumeninggalkanku diruangan itu.

Aku menjatuhkan diriku diranjang kecil yang hanya cukupuntukku menatap lesu kearah jendela kamar yang tertutup rapi itu. lalu akuberanjak dari ranjang ku menuju kearah jendela kamarku dan membukanya.

“wahh!!! Totemo kirei” wajah takjub ku tak bisa kutahansetelah melihat keluar jendela melihat tokyo yang sangat cantik. Lampu-lampuyang indah . lelah ku seketika lenyap setelah melihat pemandangan indah itu.

 

#Moorning

(Japan,Winter)

 

“oba-san, aku ijin untuk pergi melihat-lihat universitaskuyah?”

“iya baiklah”. Lalu aku pergi meninggalkan rumah.Sesampainya disana aku berjalan-jalan mengelilingi  gedung-gedung kampus itu tak ada yangterlewatkan semua kujelajahi sambil melihat-lihat beberapa mahasiswa. Sambilbermain dan memotret mereka saat itu.

 

Setelah lelah beberapa jam mengitari setiap gedung-gedungitu. kaki ku terhenti ketika melihat ssebuah bangku panjang kosong ditaman itulalu aku menuju kebangku itu dengan membawa sekaleng minuman strowberyditanganku dan sebuah waffle. Aku beristirahat sejenak makan dan minum dikuriitu. tiba-tiba aku terkaget seorang pria menjatuhkan tangannya dibahuku dengansigap aku berbalik dan berdiri. Ternyata seorang pria yang sedang tertidurlelap dikursi belakang ku. Lalu aku menaruh makananku dan memungut buku yangiya baca saat itu dan menaruhnya kembali kewajahnya. Dan aku berbalik menujukursiku dan melanjutkan makanku sambil menghela nafas panjang menghirup udarayang tenang.

 

“apakah buku ku tadi terjatuh?” suara lantang daribelakangku itupun membuatku terkaget lagi . oh ternyata pria tidur itu lagi.

“ahh, gomen-nasai! Iya lalu menaruhnya kembali kewajahmu.Gomen” aku menunduk meminta maaf kepadanya

“ini berpasir. Apa kau tidak membersihkannya dulu.?” Jawabpria tampan itu dan menyalahkanku.

“ha~  ohh aku tidaktahu itu berpasir. Lagi pula aku hanya berniat untuk membantumu.” Jawabkudengan suara yang masih kaget.

“hahahaha, arigato. Apakah kau suka ramen?” tawa pria itulalu menanyakanku dengan sangat cepat sampai aku hanya terbengong .

“ohh,, haik! Suki desu.. aku ssangat suka sekali denganramen. Mengapa?” tanyaku lagi kepada pria itu.

“baiklah ayo berdiri, aku akan mentraktirmu ramen karenassudah berbaik hati menaruh buku berpasir ini kewajahku”.

 

“ohh baiklah!” lalu kami pun berjalan menuju ramen itusambil berjalan kami mengobrol.

“baiklah, aku lihat kau bukan anak dari tokyo benarkan?” dialangsung menunjukku tepat diwajahku.

“haik! Kenapa kau tau? Iya aku berasal dari Shirakawa.” Lalutersenyum kepadanya

“ohhh, Shirakawa? Wahhhhhhh honto? Wah aku sangat inginpergi kedesa itu. ternyata ada juga orang cantik sepertimu yang lahir disana.hahaha” dia tertawa dan memujiku dan membuatku tersipu malu.

“wahh arigato”

“wahh.. berarti ini ramen pertamamu denganku baiklah untukucapan selamat datang diTokyo”

“arigato”

“doitaishimaste” dia melemparkan senyumnya kepadaku sungguhtampan sekali dia. Membuatku takjub akan senyum evil itu.

“ohh ano! Aku Haruma Miura dan kau?”

“aku Mikako Tabe. Ibuku memanggilku Mikako”. Kamipunberjabat tangan lalu suasana begitu hening dia tidak mengajak ku berbicaralagi. Dan aku? Aku hanya bisa diam-diam melihat wajah tampan itu dan kembali fokus memperhatikan keadaan sekitarjalan itu.

“nah, kita sudah sampai.” Kami pun memasuki kedai  ramen dipinggir jalan itu  yang sepertinya sudah lama berdiri

Dua mangkuk ramen dan 2 minuman jeruk saat itu.

 

“ittadakimasu” aku mengucapkan itu kepadanya sambiltersenyum dan kami makan tanpa berbicara sepatah katapun hingga kami selesai.

“bagaimana mikako? Ramen disini enak bukan?”

“haik! Oishi. Arigato . kau sangat baik padahal aku takut dekatdengan orang yang baru saja kukenal tapi mengapa denganmu aku jadi bahagia dantidak merasa takut sama sekali?” cetusku kepada haru saat itu yang hanyameresponnya dengan senyum indah kepadaku.

 

Senyumnya saja membuat pipiku memerah. Kataku dalam batinku.

Tak terasa sudah begitu sore kami berada dijalanberjalan-jala  Bersama dia aku jadi lupaakan malam.

 

“ohh, Haru-san! Ini sudah jam 8 aku sebaiknya harus pulang”.Wajah cemasku itu tak bisa kutahan lagi dihadapan Haru

“ohh.. sodesaka! Aku akan mengantarmu pulang bolehkah?”pinta haru kepadaku aku pikir dia juga cemas.

“haik! Boleh..” dan kamipun berjalan berdua menuju pulangtanpa mengucapkan sepatah katapun tak tahu ada apa kami tidak begitu banyakbicara. Sampai tiba dirumah oba-san.

“haru! Arigato untuk hari ini”. Aku menunduk lalu harumenyodorkan tangannya kepadaku dan kamipun bersalaman untuk yang kedua kalinya.

 

[Mikako POV End]

 

*that was the first time you come in to my heart*

 

[Haru POV]

 

Hari ini sungguh menyenangkan. Bertemu seorang gadis manisdan mengantarnya pulang. Akupun tiba dirumahku dan menjatuhkan diriku diranjangempuk itu dan berlarut-larut akupun terlelap dengan nyenyak.

 

#Moorning

(japan,Winter)

 

Aku dengan cepat mengambil handphoneku dan menerima 1 chatpesan dari Mikako.

 

From mikako: Ohayo Haru! Lalu akupun membalas pesan itu

Me: ohayo Tabe-san.

Dan lama kami berbicara disana begitu lama berbicaradengannya aku sungguh senang dan suka dengan tabe pertama melihatnya saja akusudah tak bisa mengalihkan pandanganku dari wajahnya lucu dan begitu manis.

From Mikako: Haru, maukah malam ini kau membawaku lagikekedai ramen itu?

Me: baiklah. Haha kau menyukainya yah.

From mikako: haha iya aku sungguh ketagihan dengan ramenitu.

 

…………………………………………………………………………………

 

Malam itu aku mulai bersiap-siap untuk mengaabulkan janjikumembawa tabe kembali kekedai ramen itu. aku memang sudah menebak bahwa setiaporang yang kubawa kesana pasti akan merindukan ramen itu hahaha tawa ku dalamhati.

 

Sudah siap dengan baju ku yang tebal karena salju sangatlebat malam ini. Aku menutup pintu rumahku lalu berjalan menuju rumah Tabemalam itu. sesampainya diblock jalan menuju rumahnya seorang perempuandengan  rambut tergerai panjang dancelana hitam panjang dengan jaket yang tebal dengan sepatu tingginya menungguberdiri diblock itu.

 

“ oh.. Tabe- kamu sudah menunggu lama?” tanya ku kepada tabe

“ahhh tidak aku baru saja datang ketempat ini”. Cetuskudengan lancang. Lalu kamipun berjalan berdua dengan keadaan cuaca yang sangatdingin karena salju sangat lebat begitu dingin sekali tapi untung saja jaketkuini membuatku terasa hangat.

“ahh… dingin ! aku pikir jaketku ini bisa membuatku hangattapi ternyata tidak”. Cetusnya membentak dirinya sendiri.

“hihihihi”. Aku aku tertawa kecil melihat bibirnya yang dimajukansehingga imut menurutku.

“heee? Kau tertawa haru. Kau menertawakanku”. Tanyanyakepadaku yang sontak membuat aku terkaget.

“kau lucu sekali. Seharusnya kau memakai yang lebih teballagi tabe.” Lalu kamipun berjalan lagi tanpa berbicara sepatah katapun.

 

Namun aku sedikit ragu dengan toko ramen itu. mengapa begitusunyi tak ada seorang pun disana. aku rasa toko itu tutup namun kami tetapberjalan bersama.

Sesampainya didepan toko ramen itu. ternyata tebakankubenar.

 

“heeeee!!!! Tutup! Yah sungguh sangat menyesal. Padahal akuingin mentraktir haru hari ini”. Saat itu tabe menundukkan kepalanya begitusedih . aku tak tega melihatnya seperti itu lalu aku tarik tangannya danmembawanya pergi dari depan tokoh ramen itu.

“sebenarnya ada makanan yang kuinginkan disekitaran sini.Dari pada kita memakan ramen itu aku bosan . traktir saja aku sebuah cake”. Akumasih memegang tangannya tanpa sadar dan membawanya kesebuah tempat dimanakue-kue favoritku berada. Setibanya ditoko itu aku dan dia hanya berdiri didepanpintu toko itu

 

“nah ini dia, bisahkah kau mentraktirku disini?”

“ohhh.. haik! Tapi bisakah haru melepaskan tanganku? Karenakita sudah sampai”. Aku yang tiba-tiba baru saja tersadar langsung melepaskantanganku dengan sigap.

“Gomen ne Tabe. Aku…” belum sempat aku menyelesaikanperkataanku tabe langsung masuk ketoko itu. akupun yang terdiam sejenaklangsung mengikutinya masuk dan kami berdua duduk disebuah kursi yang terbuatdari kayu 2 kursi dan 1 meja bundar.

Sembari menunggu pesanan kami, tabe menanyakan tentangku.

 

“Haru-san, kau tinggal bersama ibumu?”

“tidak! Aku juga sama sepertimu. Tetapi aku sudah 5 tahunberada ditokyo ini jadi mangkanya aku sudah begitu lincah berada dikota yangindah ini.”

“ohhh.. honto? Berarti kita sama-sama hanya seorang yang mengejarcita-cita.” Kamipun tertawa membuat seisi ruangan begitu penuh dengan tawakami.

“Haru-san, wajahmu begitu bahagia memakan cake itu.” akuhanya diam dan tak menjawab perkataan Mikako saat itu. aku terfokus dengan cakeCoklat itu.

 

[Haru POV END]

 

*i tried to forget your memory Won’t leave me. I feel youalways somewhere inside of me. I can’t get you out of my mind i know i’m inlove*

 

[Mikako POV]

 

Ku akui Haru begitu tampan. Pertama bertemu saja akusudahsenang melihatnya bukan hanya tampan dia sangat baik dan aku menyukaisenyumnya itu. aku begitu beruntung mendapkan teman sepertinya diTokyo ini.

Melihatnya memakan cake itu. mengapa begitu bahagia?. Tapimengapa dia tak menjawabku? Apa karena sangat bahagianya dia?. Aku bertanyadalam benakku sambil tersenyum menunduk.

 

“ahhh… sudah selesai!.” Serunya

“ehh! Udah selesai? Wahh haru sangat bahagia memakan cakeitu.”

“hahaha iya, karena ini adalah cake kesukaanku.” Jawabnyasambil tersenyum.

“humm, tapi ini sudah jam berapa? Aku harus segera pulangharu.”

“baiklah ayo, aku akan mengantarmu pulang.”

 

 

(Haru’s: aku akan sangat begitu bahagia, ketika aku memakansebuah cake coklat itu bersama dengan orang yang kusukai)

 

Keluar dari toko itu, kami berdua menaiki sebuah mobil taxi.Karena ini sudah malam dan dingin jadi aku menyarankan untuk kami menggunakansebuah taxi.

Seperti itulah pertemuan kedua kami. Ketika dalam perjalanankami tak mengeluarkan sepatah katapun. Tak bergeming dan hanya melihatkejendela mobil melihat suasana jepang malam yang indah penuh salju.

Sesampainya didepan rumah aku turun dari sebuah taksi itubersama dengan Haru.

 

“Arigato untuk malam ini Haru-san.” Aku membungkuk kepadanya

“tidak, aku yang berterima kasih. Baiklah aku pulang dulukau masukklah.”   Kamipun lenyap didalamsalju itu.

 

[Mikako POV End]

 

[Author POV]

 

Mikako begitu cepat sekali memasuki rumahnya karena sudahsangat kedinginan malam itu. dan Miura yang berpikir untuk kembali memberikansesuatu kepada mikako saat itu namun setelah sesampainya diblock rumah Mikakodia ternyata terlambat Mikako sudah tidak lagi disana. dia berbalik arah menujupulang dengan wajah yang begitu menyesal dan dia memegang sebuah kotak kecilberisi miniatur mangkuk ramen yang terbuat dari kayu yang sejak tadi hanyaberada didalam saku kirinya. Dia berjalan sambil memerhatikan bayangannyasambil menendang-nendang salju putih itu.

 

[Author POV End]

 

*i’ve never feel this way i won’t let you go so dont goanywhere*

 

[Mikako POV]

 

(Japan,Winter)

 

Pagi yang lembut salju yang lembut aku sangat menyukai saljunamun hari ini sungguh sangat dingin sehingga membuat jari-jariku membeku. Akuhanya berada didalam kamarku dan membaca komik-komik ku yang kubawa. Tokyo begitudingin sehingga jendela kamarku dipenuhi dengan salju-salju yang berjatuhan.

aku berpikir untuk mengobrol dengan haru melalui pesanobrolan saja karena sungguh bosan hanya membaca tumpukan komik-komik itu.

 

Me: Miura-san, apakah kau sibuk hari ini?

Haru: tidak. Mengapa? Oh iya aku ingin mengajakmu memakanramen itu. karena kemarin kita tidak memakannya bagaimana?

Me: ohhh Honto? Haik!!! Aku mau.

Haru: baiklah tunggu aku.

Aku langsung saja sigap berdiri dari tempat dudukku danmelepaskan kaca mataku lalu membereskan komik-komik yang berhamburan itu.

Aku memilih baju-baju bagusku dan mencobanya satu persatu.

Hari ini aku memakai dress putih dan dilapisi kot tebalberwarna merah dengan sepatu boots sebatas lututku. Rambut yang tergeraipanjang dan sebuah hiasan kecil dikepalaku.

Aku sudah siap saat itu……..

………………………………………………………..

“haru-san! Kau tampan sekali hari ini. Wahhh watashi sukimiura-kun desu!” cetusku kepada haru dengan wajah yang takjub akanpenampilannya.

“hahaha sodesuka?”

“haik! Kirei.”

“aiihh.. Arigatou. Kau juga Mikako… Kawai desu .” harutersenyum lebar denganku sehingga membuatku malu akan itu.

 

Kami lalu berjalan menyusuri beberapa jalan yang dipenuhisalju tebal saat itu menuju toko ramen pertamaku itu. ini sudah kedua kalinyadan aku sangat sangat senang sekali pagi itu. asik melihat-lihat sekeliling akutersentak kaget dan melihat Haru mengapai tanganku dan memegangnya lalu diamelemparkan senyumnya kepadaku membuatku semangkin tak bisa berbicara lagi. Begitukagetnya aku, jantungku sudah begitu cepat berdetak aku hanya terdiam danmelihat wajah bahagia haru saat itu.

 

“a a a ano!.” Aku hanya tergagap ingin mengatakan sesuatukepada haru saat itu.

“mengapa? Gomen Tabe aku mengandengmu tanpa permisi.”

Haru seketika melepaskan tangannya dariku.

“ahhh.. tidak ! aku bahagia aku senang haru maumenggandengku seperti ini. Bisakah kau lakukan lagi?” pintaku kepada haru.

 

“Honto? Aaaahh ayo kita jalan.” Haru menggambil tanganku dankami kembali berjalan dengan senda gurauannya yang iya lakukan.

“ahhh sudah sampai.” Kamipun duduk dimeja dan memesan 2mangkuk ramen . sambil menunggu aku dan haru hanya saling berdiam melihatkeadaan sekitar kami. Orang-orang yang begitu ramai saling bertukar cerita. Namunkami, kami hanya terdiam dan melihat-lihat sekeliling.

 

“ano! Mikako! Ini. Aku ingin memberikan ini semalam namunaku malu memberikannya.” Haru menyodorkan kotak kecil dari dalam sakunyakepadaku sambil menunduk malu.

“apa ini?.” Aku memegang kotak itu bingung. Lalu akumembukanya dan terlihat sebuah miniatur mangkuk rameng beserta orang yangmembuatnya. Sangat indah aku menyukainya. Lalu aku memalik patung kecil pembuatramen itu dan ada sebuat tulisan dibelakang badan patung itu. sebuah tulisan “Mr.Ramen”

 

“heii.. Mr.Ramen?.”

“ahhh itu , karena kau menyukai ramen jadi aku menuliskannama mr.ramen itu. kau tahu koki dikedai ramen ini dijuluki “Mr.Ramen” jadi akumemberi sedikit tulisan itu.”

“haik. Suki desu! Kirei .. haru yang membuat patung ini danmangkuk kecil ini?” tanyaku kepada haru sambil memperhatikan miniatur itu.

“haik! Aku yang membuatnya.”

“wahhh arigatou.” Ketika itu , ramen pesanan kamipun tibaaku menaruh miniatur itu kedalam saku kiri ku.

“wahhh ittadakimasu !” cetusku kepada haru dengan wajahbahagia. Aku melihat haru yang tertawa kecil.

“ye.. ittadakimasu!.”

 

………………………………………………………………………….

Makanan kami pun selesai. Kami langsung keluar dari kedairamen itu dan kembali haru memegang tanganku.

 

“lalu? Apakah kita akan pulang setelah selesai makan?” tanyaharu kepadaku

“ahhh, iya sebaiknya kita pulang karena salju semangkinlebat.”

“baiklah. Ayo aku antar.”

Kamipun menuju jalan pulang….

 

*padahal aku ingin sekaliberlama-lama dengannya. Namun sepertinya dia sangat sibuk*  aku berrkoar didalam benakku.

 

Seperti biasa . tak ada sepatah katapun yang terlintasdiotak kami untuk saling bercerita sambil berjalan. Hanya diam dan melihatsekeliling sambil haru menggengam tanganku.

Setibanya diblock jalan rumahku. Harupun melepas tangannyadan akupun memohon permisi karena akan memasuki rumahku. Saat aku berbalikingin memencet bel tiba-tiba seseorang memelukku dari belakang. Yah dialahharu! Dia mendekapku erat dan memelukku aku hanya terdiam kaget tak bisamelakukan apapun .

 

“Mikako~ aku . aku sangat menyukaimu. Suka! Suka mikako.” Hanyaitu yang dia katakan dan masih memelukku. Namun tanganku tiba-tiba sajabergerak dan memegang tangan haru.

“kau tahu. Aku juga menyukaimu sejak aku pertama menaruhbuku berpasir itu diwajahmu.” Haru pun tertawa kecil sambil membalikkan badankukehadapannya.

“benarkah?.”

“ha..’

“Chuuu.” belum selesai aku menghabiskan perkataanku Harulalu mencium ku dengan lembut dan begitu lama. Menciumku dibawah salju yanglebat sehingga dikepala kami terdapat salju-salju yang berjatuhan.

 

“I LOVE YOU MORE THAT I DID YESTERDAY

 

[Mikako POV End]

 

TOKYO, WINTER

THE END.

About TwinsELF

We are twins ELF in SJ Heart. we so lke writing a Fanfic.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s