[SERIES] ♥ Love Story With Bad Boy ♥ FF Part – 3

—-gerbang sekolah—-

*pandangan yoan

 

“mana min ra, sdh jam berapa ini. Kenapa dia belum datang juga ? yaa ! sudah bel !” menggumam dalam hati

“yoan -ah !” min ra datang seraya berlari

“nah ini dia” kataku pelan “aigoo ! cepatlah kita telat !” lari duluan ke kelas

“yaaa ! yoan –ah tunggu aku !” narik-narik bajuku

“andwae ! jangan di tarik min ra !” kesel “rasakan ini” balas narik bajunya min ra

“mian” muka polos

“ah selalu mengeluarkan mimik wajah seperti itu, aku jadi tak tega”

“daaah yoan –ah aku duluan” lari menuju kelas

“babo ! aku tertipu lagi”

 

—- di kelas —-

*pandangan yoan

 

“tuhan masih menyayangi kita, untung saja Byung-soon belum masuk” ngangkat dua tangan bersyukur

“amin” mengaminkan

Teringat sesuatu

“ah, min ra ! apa yg kau lakukan semalam ? darimana kau dan ryeowook itu?”

“kau melihatnya ? tidak apa-apa” membuat penasaran

“tidak apa-apa ? anio ! jangan berbohong” menatap tajam min ra

 

Byun-song memasuki kelas

 

“mian anak-anak, hari ini saya ada rapat dengan guru lainnya, jadi kemungkinan hari ini saya tidak mengajar kalian”

“yaa ! kami ingin belajar” sahut park in young anak buah Jessica yg sok rajin

 

Byun-song meninggalkan kelas

 

“min ra ! lanjutkan cerita yg tadi”

“beneran tidak ada apa-apa”

“sinca?”

“ne”

“ya ! aku tetap tak percaya”

“ya sudah” bener-bener ni orang –‘

 

*pandangan minra

 

“ada apa dengan yoan –ah ? sepertinya dia marah, liat aja tuh bibir nya monyong-monyong” gumamku dalam hati

“yoan-ah kau kenapa?” tanyaku

“molla”

“marah yah?”

“molla”

“jadi apa?”

“molla”

“ah yoan –ah gak asik !” kataku teriak di telinganya

“apasih teriak-teriak, kampungan !” tiba2 jessica menyahut dari belakang

“yah, maklum lah memang mereka orang kampungan” sambung park in young

“ mian mian” kataku minta maaf

“ mian ? buat apa ? kami gak kenal kau. Jadi diam aja deh” sahut min Young

“hahahaha” tertawa bahagia di telingaku

“ah kau senang yoan –ah aku di gitukan? Gomawo”

“cheonmaneyo” balas dendam

“yaa ! yoan –ah aku membencimu”

“aku juga” mupeng

“ sudah lah, ayuk kita ke taman, aku gak mau ngeliat wajahnya nenek lampir itu bersama kacungnya” ngelirik2 jessica

“ne, tapi belikan aku makanan ?”

“yaa ! knpa harus aku ?”

“sebagai permintaan maafmu”

“huh ! aku saja belum meminta maaf”

 

—- taman —-

*pandangan yoan

 

“hey itu makananku, jangan di ambil” teriakku ke min ra

“yaa ! kan aku yg beli”

“tapi itu tetap punyaku”

“kau pelit sekali yoan –ah”

“yummy !” mengejekku

 

Ryeowook datang

 

“kalian sedang apa ?”

“nah” pasang wajah mupeng

“kami sedang duduk-duduk saja di sini oppa, tapi yoan –ah pelit, tidak mau membagi makanannya denganku” kata min ra mengadu ke ryeowook

“nah” masi bengong

“knpa dia?” ryeowook menujukku

“entahlah, mungkin penyakitnya kumat” mengolokku

“sudah makan kah kmu min ra ?”

“belum oppa”

“mau ke kantin bersamaku ?”

“ne oppa !” senyum2

“sepertinya min ra menyukai ryeowook” kataku dalam hati

“daaah yoan –ah” meninggalkanku yg masih bengong tak percaya mengapa min ra bisa akrab dengan ryeowook yg cakep itu

“ah aku jadi iri” makin lahap memakan coklat

Yoan dari kejauhan melihat leeteuk sedang berjalan menuju taman

“yaa ! yaa ! monster itu menuju ke arah sini” kalang kabut nyimpun makanan untuk pergi dari taman

“harus segera pergi sebelum dia kesini”

“terlambat” kata leeteuk di belakangku

“yaa ! bulu kudukku berdiri, ini orang kaya setan saja” gumamku pelan

“apa?” katanya

“anio anio” melangkah pergi

“hey !” menarikku hingga makananku jatuh

“yaa ! makananku” kaget “kau menjatuhkan makananku”

“ah tak peduli, ada yg ingin ku tanyakan padamu” menarikku ke gedung olahraga

 

—- gedung olahraga —-

 

“jangaaaan apa-apa kan aku ! dasar mesum !” nendang2

“hey ! siapa yg mau mengapa apakan mu ! otak mu yg mesum, aku hanya mau bertanya ada hubungan apa ryeowook dengan temanmu itu?”

“oh hehehe, anio, dia tidak memberitahuku”

“jangan-jangan kau yg menyuruh temanmu itu …”

“min ra” sahutku

“ya min ra untuk mendekati ryeowook supaya kalian berdua bebas dari hukuman kami?”

“tidak ada”

“jawab yg jujur”

“tidak ada” mulai kesal

“jujur !”

“ aku bilang tidak ada ya tidak ada ! apa kau tidak punya telinga untuk mendengar apa yg ku katakan !” matilah aku, aku berani berteriak di depannya leader SJC ini, oh tuhan mungkin hari ini hari terakhir aku hidup *lebay. Pergi meninggalkan gedung olahraga

 

*pandangan leeteuk

 

“baru yeoja ini yg berani berteriak di depanku. Menarik juga”

 

*pandangan min ra

 

“yoan –ah ! yoan –ah !” teriakku

“kemana temanmu itu pergi?” Tanya ryeowook kepadaku

“ah entahlah, dia seperti hantu saja, pergi tiba2”

#gubraak !

“aigooo !” teriakku

“ah min ra ! tolong aku” kata yoan –ah gugup

“nah ini dia. ada apa?” tanyaku penasaran

“ada malaikat pencabut nyawa mengincarku” masih gugup

“mwo ?” kata ryeowook

“ah aneh aneh saja kamu yoan –ah” kataku tertawa

“aku serius”

“ceritakan” kataku

“tadi aku berteriak di depan leeteuk, tamat sudah riwayatku” katanya menunduk

“hah ? bagaimana bisa”

“entah lah sepertinya aku amnesia”

“yoan –ah !” mencubitnya

“aigo ! ah kalian berdua saja. Aku mau ke kelas” katanya senyum2 melihatku berdua ryeowook

“dia aneh sekali” kataku

 

*pandangan ryeowook

 

“sepertinya dia takut, setauku sampai saat ini belum ada yeoja yg berani berteriak di depannya hyungku itu”

“mwo ? memang benar2 tamat riwayatnya yoan –ah”

“ah sudah tak usah membahas itu, aku mau bertanya, apa kah kau sudah punya pacar min ra ?” tanyaku gugup

“tidak ada oppa, waeyo?” jawabnya senyum2

“sepertinya kau pasti tau apa yg ku maksud” kataku

“eheem” suara namja berdehem

“hah ! hyung, ada apa?” kataku gugup pada leeteuk

“sedang apa kalian” katanya jutek

“kami hanya sekedar mengobrol” kata min ra pada leeteuk

“huh ! beginilah kalau orang sudah jatuh cinta, susah membedakan manam musuh mana yg bukan” menyindirku

“yaa ! hyung, diam !” kataku, aku tlah menceritakan pada leeteuk tentang perasaanku ke min ra

“ah sudahlah, aku hanya ingin bertanya, mana yoan –ah?”

“oppa ! maafkan temanku, dia sangat gugup, mungkin dia sudah menyesal atas perbuatannya” kata min ra

“bagaimana kau bisa tau?” Tanya leeteuk penasaran

“tadi dia bercerita denganku disini baru saja dengan wajah yg gugup” kata min ra menunduk

“hahahaha” leeteuk tertawa

“kenapa kau tertawa hyung ?” kataku

“anak itu sungguh aneh, di depanku dia berani, sedangkan di belakangku dia takut padaku. Sungguh terbalik” katanya

“maafkan temanku itu” kata min ra

“sepertinya aku menyukai” kata leeteuk

“mwo !” kata ku dan min ra serempak

“sudah ! kalian lanjutkan saja acara kalian berdua” kata leeteuk

“kau merestuiku hyung ?” kataku

“hemm ya begitulah” katanya “min ra, ryeowook menyukaimu” kata leeteuk lalu pergi

“apa betul yg di katakan leeteuk ?” Tanya min ra padaku

 

— bersambung —

About TwinsELF

We are twins ELF in SJ Heart. we so lke writing a Fanfic.
This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s