FF l ONESHOOT l ~ Only Tears ~

409699_466506710035918_352243094_n

Cast          :  Kim Myungsoo             

                     Lee Min Ra             

                     Lee Minhyuk (BTOB)

Genre        : Sad, Romance

Backsong : Infinite – Only Tears

                     Infinite – With…

 Author : Lee Min Ra😀

~Min Ra POV~

Terlambat…aku terlambat menyadari perasaanku ini pada myungsoo..kenapa semua ini harus terjadi padaku?? Disaat myungsoo tak ada disampingku…aku baru menyadari kebodohanku selama ini..naega jeongmal babo gateun saram kutatap gundukan tanah dihadapanku yg masih merah..sudah 2 tahun lamanya..namun tanah ini masih tatap terlihat merah..kusimpan rangkaian bunga diatas gundukan tanah itu kuusap batu nisan yang bertuliskan nama “Kim myungsoo” kemudian pikiranku mulai menerawang kemasa laluku

>>Flashback

~Author POV~

–Seoul University—

 

“minra-ya..!! Yaa!! Lee min ra!!” Teriak seseorang dari arah belakang, minra  menghentikan langkahnya lalu berbalik melihat siapa yang memanggilnya

“Myung-ah..wae geurae??” Tanya minra sambil menatap Myungsoo yang masih susah mengatur nafasnya yang masih ngosngosan

“Minumlah..” minra memberikan botol minumnya yang selalu ia bawa setiap hari pada myungsoo..myungsoo mengambil botol minuman itu kemudian mulai meneguk isinya sampai habis

“Gomawo” kata myungsoo sambil mengembalikan botol minuman minra yang kosong

“Kajja” katanya sambil menarik tangan minra menuju kelasnya yang terletak di lantai 3

Saat kami akan masuk kelas tanpa sengaja seseorang menabrak minra hingga jatuh terduduk dilantai

“Aiiiissshhhh…jinja!! NEO..!!” umpat minra marah..

namun kemarahannya terhenti saat melihat orang yang menabraknya

“Mianhae..aku buru-buru tadi, kau tidak apa-apa  kan??” tanya namja yang menabrak minra sambil mengulurkan tangannya membantu minra untuk berdiri Minra tak bisa berbuat apa-apa lidahnya tiba-tiba kelu otaknya membeku instingnya meminta untuk menatapnya lebih lama sambil memperhatikan tekstur wajahnya

“Gwenchana??” Tanya namja itu lagi

“YAA!! Lain kali kalau jalan hati-hati..!!” Teriak myungsoo marah

“Mianhae..lain kali aku akan lebih berhati-hati  lagi” kata namja itu pada myungsoo

“Mianhae..” kata namja itu lagi sambil menatap minra namun minra masih terhipnotis oleh pesonanya

Ya Tuhaaannnn…namja ini..neomu kyeopta..” batin minra

“Minra-ya..minra-ya..YAA!! LEE MIN RA!!” teriak myungsoo yang membuat minra kaget sekaligus sadar dari kebekuannya

“Nde?? Waeyo myung-ah??” Tanya minra, myungsoo hanya menatap minra tak percaya

“Apa yg minra pikirkan??” Batin myungsoo

“Mianhae..lain kali aku akan hati-hati” kata namja itu lagi

“Aahhh…yee..” kata minra

“Neo gwenchana?? Tidak ada yang terluka kan?” Tanya namja itu sambil memeriksa bagian tangan dan kaki minra

“Gwenchana..” kata minra namun tiba-tiba minra merasakan perih di lututnya

“Lututmu berdarah..” kata namja itu yang melihat darah dilutut minra

“Kajja” kata namja itu sambil menarik tangan minra pergi

“Yaa!! Mau kau bawa kemana minra??” Teriak myungsoo  sambil menyusul namja itu dan minra dari belakang

Namja itu membawa minra ke ruang kesehatan

“Kau.. duduklah disini” kata namja itu sambil berlalu kedalam

“Aiisshhh…sebenarnya apa yang akan dilakukan namja itu padamu..jinja!!” Omel myungsoo yang datang tiba-tiba didepan minra

“Molla..” kata minra

Kemudian namja itu datang kembali membawa sekotak obat dan tanpa minta izin terlebih dulu dia mengobati luka dilutut minra

“Selesai..” kata namja itu setelah menempelkan plester di lutut minra

“Gomawo..tapi seharusnya kau tidak perlu repot-repot melakukan ini” kata minra

“Ani..aku tidak merasa direpotkan kok, lagipula kau terluka gara-gara aku, aku tidak mau lari begitu saja” kata namja itu

“Lee minhyuk imnida” kata namja itu sambil mengulurkan tangannya

“Lee Minra” kata minra sambil menyambut uluran tangan minhyuk

“Dan kau??” tanya minhyuk pada myungsoo

“Kim Myungsoo” kata myungsoo sambil menyambut uluran tangan minhyuk

“Ne..bangapseumnida..aahhh…aku harus masuk kelas sekarang..lain kali aku akan berhati-hati semoga lukamu cepat sembuh minra-ya..aku pamit..annyeong” kata minhyuk sambil pergi dari ruang uks

“Kajja..kita juga harus masuk kelas” kata minra sambil berdiri

“Ne..” kata myungsoo

Merekapun pergi meninggalkan ruang kesehatan..

***

—Kantin—

minra dan myungsoo sedang makan siang di kantin sambil  myungsoo bercerita hal-hal lucu yang membuat minra sesekali tertawa

“Yaa!! Myung-ah..geumanae!!” Kata minra di sela-sela tawanya

“Waee?? Ani..aku tidak akan menghentikannya bukankah ini sangat konyol minra-ya” kata myungsoo sambil terus tertawa memamerkan kedua lesung pipinya yang membuat yeoja-yeoja dikampus terpesona padanya

Myungsoo memang terkenal dikampus ini terkadang yeoja-yeoja yang menyukai myungsoo merasa iri pada minra karena hanya minra satu-satunya yeoja yang dekat dengan myungsoo, myungsoo selalu cuek dan tak peduli pada yeoja lain kecuali minra

“Chogy..bisakah aku ikut bergabung bersama kalian??” Kata seseorang yang membuat tawa minra dan myungsoo berhenti seketika lalu menatap orang itu

“Eehhh?? Minhyuk-ssi??” kata minra kaget

“Bisakah aku bergabung disini??” Tanya minhyuk, myungsoo hanya diam tak menjawab

“Karena sepertinya tempat yang lain sudah penuh” kata minhyuk lagi sambil menatap sekelilingnya

“aahhh…tentu saja boleh masih ada tempat kosong disini” kata minra

Myungsoo dan minra memang duduk berhadapan sehingga masih tersedia 2 tempat kosong disamping minra dan disamping myungsoo kemudian minhyuk duduk disamping minra

“Aiiisshhh…namja ini!! Mengganggu saja!!” Rutuk myungsoo dalam hati kemudian myungsoo meminum minumannya

“Oh iya bagaimana lukamu minra-ya?? Apa masih sakit??” Tanya minhyuk

“Aaahhh…itu..sudah tidak sakit, mungkin sudah sembuh” kata minra

“Aaahh…syukurlah kalau bgitu” kata minhyuk

“Ini hanya luka kecil minhyuk-ssi tidak perlu diperbesar..kau terlalu berlebihan” kata minra lagi

“Kau tidak perlu memanggilku seformal itu minra-ya” kata minhyuk yang merasa tidak nyaman dengan panggilan yang minra berikan untuknya

“Aahhh..ne..minhhyuk ahjussi..otte??” tanya minra

“andwaeee..apa aku setua itu?? panggil aku oppa.. minhyuk oppa..”pinta minhyuk

“Shireoooo!!” kata minra menolak

“aahh..ne, panggil saja aku sesuai dengan keinginamu” kata minhyuk lagi

Myungsoo memperhatikan minhyuk sepertinya ada yang aneh dengan sikap minhyuk pada minra

Aaahhh..apa yang aku pikirkan!! Aku memang cemburu tapi kenapa aku malah berprasangka buruk pada minhyuk” batin myungsoo

“Myung-ah..wae geurae??” Tanya minra yang melihat tingkah aneh myungsoo yang mendadak jadi diam karena biasanya myungsoo itu cerewet, konyol dan selalu membuat minra tertawa

“Hahh??” Kaget myungsoo yang merasa terpanggil (?)

“Wae?? Apa kau sakit??” Tanya minra

kemudian minra menyentuh kening myungsoo dengan telapak tangannya

“Tidak panas..” kata minra

“Aniya..gwenchana” kata myungsoo

“Apa kau merasa terganggu denganku myungsoo-ssi??” Tanya minhyuk

“Mwo?? Aniya..aku tidak merasa terganggu” kata myungsoo

“Apa kalian berdua pacaran??” Tanya minhyuk tiba-tiba

“Nde?? Ani..aku dan myungsoo hanya sahabat, kami berteman sejak kecil rumah kami bersebelahan, orang tua kami juga berteman baik” jelas minra detail

Apa?? Sahabat?? Jadi selama ini..minra hanya menganggapku sebagai…. sahabat??” Batin myungsoo

“Ooohhh…begitu..pantas saja kulihat kalian selalu pergi bersama” kata minhyuk

“Memangnya sejak kapan kau memperhatikan kami??” Tanya myungsoo curiga

“Ani..aku tidak memperhatikan kalian hanya saja yeoja-yeoja dikampus ini yang sering membicarakan kalian terlebih fans-fansmu myungsoo-ssi” kata minhyuk

“Aaahhh…iya..myung memang terkenal disini..dia punya banyak fans” kata minra mengiyakan

“Ya..ya..ya..” kata myungsoo dengan nada bosan

“Minra-ya..!! Kajja kita harus segera pulang” kata myungsoo yang beranjak dari duduknya dan menarik tangan minra

“Aaahh…ne..minhyuk-ah kami pergi dulu” pamit minra

“Kenapa buru-buru??” Tanya minhyuk

“Kami punya urusan lain” kata myungsoo kemudian menarik minra pergi

***

1 minggu kmudian..

~Myungsoo POV~

akhir-akhir  ini aku sering melihat kedekatan minra dengan minhyuk aku benar-benar  khawatir dan takut kehilangan minra..malam ini aku harus menyatakan perasaanku pada minra..aku benar-benar mencintainya aku tidak ingin minhyuk merebut minra dari hidupku..dia sangat berarti dalam hidupku bagaimanapun juga aku tidak ingin menahan perasaanku ini lebih lama lagi

Malam harinya…

 

~Author POV~

Myungsoo mengajak minra ke tempat favorit mereka dulu…yaitu rumah pohon di area taman komplek rumah mereka..tempat dimana dulu mereka sering bermain bersama disana. cuaca malam ini sangat cerah banyak bintang-bintang menghiasi langit malam dan myungsoo tahu kalau minra sangat menyukai benda langit satu itu myungsoo dan minra duduk di tepi rumah pohon sambil menatap bintang-bintang di langit suara-suara  binatang malam menghiasi area taman karena terbawa suasana minra menjatuhkan kepalanya di pundak myungsoo, myungsoo sempat terkejut namun diam-diam dia tersenyum senang

“Myung-ah..” panggil minra sambil menatap bintang di langit

“Hmm..” gumam myungsoo

“Sudah lama kita tidak kemari..tempat ini masih sama..” kata minra

“Ne..tidak ada yang berubah..” kata myungsoo

“Cuaca malam ini..sangat cerah..dan indah..” kata minra

“Hmm..banyak bintang..kau menyukai bintang kan??” Tanya myungsoo

“Eoh..bintang itu..sangat indah..menatapnya membuat hatiku tenang..hhhhh” kata minra sambil menghela nafas panjang kemudian menutup matanya karena mulai merasa ngantuk

Lama mereka terdiam…

“Minra-ya..” panggil myungsoo

“Saranghae..” bisik myungsoo lirih

“Aku ingin kita lebih dari sekedar sahabat..aku ingin kau menjadi yeojachinguku minra-ya” kata myungsoo

Tak ada respon dari minra..

“Yaa!! Minra-ya..” panggil myungsoo

namun tak ada jawaban apapun dari minra

Myungsoo melirik kearah minra yang ada di pundaknya..dan ternyata minra tertidur..

“Haiisshh..sempat-sempatnya kau tertidur disaat aku sedang..Menyatakan perasaanku padamu..apa kau tahu..sangat sulit bagiku untuk mengucapkan semua isi hatiku padamu minra-ya..” kata myungsoo sambil terus menatap wajah minra disampingnya..tiba-tiba tangan myungsoo bergerak menyingkirkan helai rambut yg menghalangi wajah minra

“Neomu yeppeo..” gumam myungsoo sambil tersenyum tangan kiri myungsoo melingkari pundak minra menahan beban tubuhnya agar tidak terjatuh..sementara tangan kanannya terus bermain di rambut minra Myungsoo tersenyum senang

“Malam ini..aku sangat bahagia..karena..ada kamu disampingku minra-ya..jika didunia ini ada yang bisa mengabulkan permintaan walaupun hanya satu aku ingin meminta kau selalu ada disampingku bersamaku sampai maut memisahkan kita” kata myungsoo karena terbawa suasana myungsoo mencium kening minra

“saranghae..jeongmal saranghae Lee minra” lirih myungsoo

Myungsoo terus menatap wajah minra yang tertidur pulas disampingnya kali ini entah mendapat keberanian dari mana myungsoo mengangkat dagu minra dengan tangannya kemudian mencium bibirnya lembut *Author sesak nafas ngebayanginnya >_<

Myungsoo melepaskan ciumannya..kemudian kembali membelai rambut minra

“♬♪♩hamkke gorowatgo gachi urossotji itji mot-hal gon no ppunil got gata I will never be alone with you♩♪♬” myungsoo mengakhiri nyanyiannya dan kembali menatap minra.. dilihatnya minra masih tertidur namun sedetik kemudian minra membuka matanya

Minra menatap myungsoo yang sedang menatapnya

“kau sudah bangun??” Tanya myungsoo sambil tersenyum

“hmm.., apa aku tidur terlalu nyenyak??” Tanya minra yang kemudian mengangkat kepalanya dan merentangkan kedua tangannya ke udara

“Eoh..kau tidur sangat nyenyak sampai aku tidak berani untuk membangunkanmu..” kata myungsoo

“Hmmm…” gumam minra

“samar-samar aku tadi mendengar kau bernyanyi..Nyanyikan lagi lagu itu..” pinta minra

“Nde??” Tanya myungsoo

“Aku ingin kau menyanyikan lagu itu lagi untukku” kata minra lagi

“Shireo” tolak myungsoo

“Yaa!! Myung-ah ..suaramu sangat bagus kalau bernyanyi..apalagi kalau diiringi gitar..sudah lama aku tidak melihatmu bernyanyi sambil bermain gitar..ppaliwa..nyanyikan dari awal untukku ne??” Pinta minra

“ckckck..Yaa!! Minra-ya..ini sudah malam..kajja kita pulang” kata myungsoo menghindar

“Shireo…aku tidak mau pulang sebelum mendengarmu bernyanyi myung-ah..Ayolah…eoh??” paksa minra

“Aiissshhh…ne..arasseo..tapi setelah ini kita pulang..ara??” Kata myungsoo

“Ne..arasseo..aku janji setelah ini kita pulang..” kata minra Kmudian myungsoo meraih gitar yang ada disampingnya dan mulai memetik senarnya

“♬♪♩ nega monjo mar-hessoya henneunde

ijeya nowa maju anja

urideul kkiriman nanuneun iyagi ijesoya junbihan na mipji

nan monitgesso

e ireumeul chom bureudon geu ipsureul

banjjagimyo naman bodon nun

nega do jar-halge

nega do mar-halge

nega noreul do saranghalge

hamkke gorowatgo gachi urossotji itjimot-hal gon

no ppunil got gata

I will never be alone with you 

non giokhani

maneun ge osekhetdon uri chot mannam

ijen nega obsin osekhe

oren seupgwanchorom

nobuto chatneun na

geurigo neul gogi inneun no

hamkke gorowatgo

gachi urossotji

itji mot-hal gon noppunil got gata (just you)

gakkeum na yakhejil ttedo noreul chaja wado

amuron marobsi nal iyehe julle

joheun nari ogo

himdeun nari wado

tto-oreul saram noppunil got gata

senggakhe bon jogi isso

mon neire

yojonhi hamkke isseul nowa nal

joheun nari ogo

himdeun nari wado tto-oreul saram

noppunil got gata

senggakhe bon jogi isso mon neire

yojonhi hamkke isseul nowa nal  s

enggakhe bon jogi isso mon neire

yojonhi hamkke isseul nowa nal♩♪♬”

[Infinite – with]

myungsoo mengakhiri nyanyiannya beserta petikan gitarnya minra hanya bisa membeku di tempat terpesona oleh suara dan permainan gitar myungsoo lidahnya tak mampu berkata apa-apa yang minra lakukan sekarang hanya menatap myungsoo begitupula myungsoo yang hanya menatap minra lalu kemudian tersenyum memamerkan lesung pipinya

“Waeyo?? Yaa!! Lee Minra Kau seperti terhipnotis oleh pesonaku” kata myungsoo sambil tersenyum senang

“Mwo?? Yaa!! Percaya diri sekali kau Kim Myungsoo” kata minra mengelak kemudian mengalihkan pandangannya

“Sudah jam berapa ini?? Kajja kita pulang” ajak minra sambil beranjak dari tempatnya namun mungkin karena efek terlalu lama duduk minra tidak dapat menjaga keseimbangannya dan hampir terjatuh dari atas pohon dengan cepat myungsoo menarik tangan minra sehingga posisi minra kini duduk dalam pangkuan myungsoo Minra masih sedikit shock dengan kejadian barusan sehingga dia Hanya dapat membeku ditempat jarak antara mereka terlalu dekat saat ini.

deg..deg..deg..jantung keduanya berpacu lebih cepat dari biasanya

“Gwenchana??” Tanya myungsoo, minra tersadar kemudian segera berdiri dan melepaskan tangan myungsoo

“gwenchana..”kata minra

“Yaa!! Kau selalu saja membuatku khawatir minra-ya” kata myungsoo

“Gwenchana..gomawo” kata minra

“Kajja..kita pulang” kata minra sambil beranjak menuruni tangga

“Hati-hati turunnya jangan sampai kau terjatuh lagi!! ceroboh..” kata myungsoo

“Arasseo..!!” Kata minra

Kemudian turun dengan hati-hati disusul myungsoo yang turun kemudian mereka berjalan pulang meninggalkan area taman

“Kenapa cuaca tiba-tiba dingin” gumam minra sambil menggosok-gosokan kedua telapak tangannya dan menyilangkan tangannya didepan dada, myungsoo melepaskan jaket yang dipakainya kemudian memakaikannya ke minra, minra kaget lalu menatap myungsoo

“Biar kau tak sakit dan kedinginan” kata myungsoo kemudian myungsoo menggenggam tangan minra selama perjalanan akhirnya mereka sampai didepan rumah, minra hanya menatap myungsoo heran

ada apa dengannya??” batin minra

“Chagy-ah..kau darimana saja?? Aku menunggumu sudah lama disini aku telpon hpmu tapi tidak kau angkat” suara seseorang minra terhenyak kaget lalu menatap orang itu

“Mwo?? Chagy?? Apa maksudmu dengan itu minhyuk-ssi” kata myungsoo kaget

“Jadi..kau belum tahu??” Tanya Minhyuk

“Mwo?? Tahu apa?? Yaa!! Minra-ya ada apa ini?? Apa kau menyembunyikan sesuatu dariku??” Tanya myungsoo sambil menatap minra tajam

“Chogy…” kata minra

Tiba-tiba minhyuk menarik tangan minra sehingga genggaman tangan myungsoo terlepas kemudian minhyuk merangkul minra

“Dia..yeojachinguku sekarang” kata minhyuk

“Mworago?? Lelucon macam apa ini..yaa!! Kau jangan bercanda minhyuk-ssi” kata myungsoo mulai marah Ada rasa kecewa dan sakit yang menyayat hati myungsoo saat ini..

“Aku sedang tidak bercanda myungsoo-ssi” kata minhyuk sambil menatap myungsoo tajam *ngebayangin tatapan tajam di mv irresistable lips #plakk*

“minra-ya..apa itu benar??” Tanya myungsoo

“ne..myung-ah..tadinya aku mau memberitahukan ini semua padamu saat di rumah pohon tapi aku malah tertidur hingga lupa..mianhae” kata minra

JEDDDDAAARRRRR!!! bagaikan disambar petir tengah malam dan mendapat tusukan dihati jlebb..jleebb..jleebb *ngeri amat yah*

“Myung-ah..gwenchana?? Mianhae” kata minra

“sejak kapan kalian pacaran??” Tanya myungsoo

“Sejak tadi siang” kata minhyuk

“Aaahhh…geurae..chukkae” kata myungsoo minra hanya menatap myungsoo dengan heran dan penuh tanda tanya *ada tanda tanya semua tuh dikepala minra*

“Gomawo myungsoo-ssi” kata minhyuk

“Kalo begitu saya permisi dulu” kata myungsoo sambil berlalu pergi melewati minra dan membuka pagar rumahnya..minra hanya menatap myungsoo tanpa mampu berkata apa-apa lagi pikirannya tiba-tiba kacau saat ini..kenapa perasannya tiba-tiba merasa bersalah pada myungsoo

“Chagy-ah..” panggil minhyuk Namun minra tak bergeming

“Chagy-ah..Yaa!! Minra-ya!!” Kata minhyuk

“Aahhh…yee..waeyo??” Tanya minra

“Ani..aku hanya..ingin kau datang di pesta ulang tahunku besok malam” kata minhyuk

“mwo??” Kata minra sambil mengerutkan kedua alisnya

“Pesta..ulang..tahun..wae??” Tanya minhyuk

“Aiigoo~ minhyuk-ah kenapa tidak telpon atau sms saja..kau tak perlu jauh-jauh datang kemari hanya untuk memberitahukanku hal ini” kata minra entah kenapa tiba-tiba dia merasa kesal..minhyuk mengernyit Heran..

“wae?? Apa aku salah?? Aku sudah menelponmu berkali-kali tapi tak ada jawaban aku khawatir makanya aku datang kemari apa aku salah?? Katakan apa aku salah?? Apa aku mengganggumu dan myungsoo??” Kata minhyuk minra tersentak kaget

“Mwo?? A.. a..aniya..hanya saja..aku yang salah.hpku tertinggal di kamar..aku..aku…” kata minra

“Arasseo..ini sudah malam kau tidurlah sana” kata minhyuk sambil mengusap rambut minra kemudian mencium keningnya lama

“Jaljayo..” kata minhyuk kemudian masuk kedalam mobilnya dan pergi.. Tanpa mereka berdua tahu..myungsoo memperhatikan mereka dari jendela kamarnya.. Minra berbalik dan membuka pagar rumah hendak masuk dan entah kenapa dia ingin melihat myungsoo..minra menatap jendela kamar myungsoo yang berada di lantai 2 dan dilihatnya tirai kamar itu bergoyang seperti seseorang baru saja menyentuhnya minra masih menatap jendela kamar myungsoo lama..dan kemudian mulai masuk kedalam rumahnya myungsoo membuka tirai kamarnya dan melihat minra berjalan memasuki rumah

***

~MinRa POV~

aku berjalan memasuki kamarku masih terbayang saat di rumah pohon tadi..aku bermimpi myungsoo menyatakan cintanya padaku dia menciumku di kening dan di bibirku aku meraba bibirku sendiri ciumannya terasa nyata..ciuman  myungsoo sangat lembut dan tulus..aaaaiiisshhh…apa yang aku pikirkaaannn ::>_<::

kurebahkan badanku diatas ranjang masih terbayang saat myungsoo bernyanyi dan memainkan gitarnya..sungguh..aku sangat terpesona oleh permainan gitarnya suaranya.. apaa yang aku pikirkan mulai mengacak-ngacak rambutku baru menyadari sesuatu…ada yang aneh dengan perasaanku

~Myungsoo POV~

“TERLAMBAT!! Baboya!!” Umpatku pada diriku sendiri aku menyesali semuanya..aku memendam perasaanku ini terlalu lama..sehingga sekarang minra sudah bersama namja lain…

“Ige mwoya!! Apa yg harus aku lakukan sekarang,,apakah aku harus bersikap seperti biasanya pada minra?? Apa aku bisa?? Aku tidak bisa menyalahkan minra yang tertidur saat aku menyatakan perasaanku tadi mungkin ini semua memang takdirku…takdir yang menyakitiku” pikiranku mulai kacau meracau kemana-mana

***

~Author POV~

Keesokan harinya… Minra bangun dari tidurnya…tanpa dia sadari semalaman dia tidur memakai jaket myungsoo hpnya berbunyi..ada sms dibukanya ternyata sms dari minhyuk

“Good morning chagy..mianhae malam ini aku tdk bisa menjemputmu..kau datanglah bersama myungsoo ke pestaku..aku menunggumu..saranghae..chu~♥ :*”  Minra mengerutkan kedua alisnya..lalu membalas sms minhyuk

“Arasseo..aku akan datang bersama myungsoo.. ” lalu minra menekan tombol send

Entah kenapa minra ingin pergi ke rumah myungsoo setelah selesai cuci muka dan gosok gigi minra segera turun dan pergi keluar…

“eodiga??” Tanya omma minra

“ke rumah myung omma” teriak minra dari luar rumah

In other side..

 

~Minhyuk POV~

Aku memandang layar hpku…balasan sms dari minra sangat singkat..aku mulai ragu..apakah minra mencintaiku??

Myungsoo masih tidur pulas di kamarnya..

“Tok..tok..tok…” pintu kamar myungsoo diketuk namun myungsoo tak terbangun sedikitpun..

“Tok..tok..tok”

“Masuk saja minra-ya sekalian bangunkan dia untuk sarapan bersama” kata omma myungsoo

“Ne..omoni~” kata minra kemudian minra segera memutar kenop pintu ternyata tidak dikunci minra pun segera masuk kedalam kamarnya myungsoo, dilihatnya myungsoo tidur sangat pulas..minra menghampiri myungsoo yang sedang tidur ditatapnya myungsoo..lama…sangat lamaa…

“Neomu kyeopta~” bisik minra lirih lalu tersenyum

“Myung-ah..ireona..” kata minra

kemudian minra duduk di tepi ranjang dan mengguncang tubuh myungsoo pelan

“Yaa!! Kim Myungsoo!! Ireonaaa!!” Teriak minra namun myungsoo belum juga terbangun

“Aiiissshhh…jinja!!” Gerutu minra kesal namun tak urung minra malah memperhatikan wajah myungsoo ketika dia sedang tertidur entah mendapat dorongan darimana tangan minra membelai rambut myungsoo pelan jari telunjuknya mulai menyusuri wajah myungsoo menuju hidungnya dan tiba-tiba tangan minra terhenti di hidung myungsoo karena tangan myungsoo menahan tangan minra disana perlahan myungsoo membuka matanya dilihatnya minra yang sedang menatapnya dengan wajah kaget dan salah tingkah..myungsoo terus menatap minra berharap kalo ini bukan mimpi berharap kalo yang ada didepannya saat ini benar-benar minra karena tangan minra yang ada dalam genggamannya saat ini terasa nyata sementara minra merasa salah tingkah karena ditatap seperti itu oleh myungsoo

“Yaa!! Myung-ah!! Ireonaaaa” kata minra sambil melepaskan genggaman tangan myungsoo yang menahan tangannya seketika myungsoo tersentak dan sadar ini bukan mimpi..minra memang benar-benar ada di Kamarnya saat ini

“Sampai kapan kau akan terus menatapku seperti itu eoh??aku tahu aku memang cantik.. Ppalii ireonaaa…omoni menyuruhmu segera turun untuk sarapan” kata minra

“hh..percaya diri sekali kau Lee minra!!” kata myungsoo sambil tersenyum

“Waeyo??” Tanya minra heran

“Neo..sedang apa dikamarku sepagi ini??” Tanya myungsoo

“Aku..cuma..mau..mengajakmu pergi nanti malam…bisa??” Tanya minra

“Eodi??” Tanya myungsoo sambil memposisikan dirinya duduk sejajar dengan minra

“Pesta ulang tahun minhyuk” kata minra

“Mwo??” Teriak myungsoo

“Waeyo??” Tanya minra

“Aku sedang tidak ingin pergi kemana-mana nanti malam” kata myungsoo

“Waee?? Padahal minhyuk bilang agar aku datang kesana bersamamu tapi jika kau tak mau ya sudah..aku pergi sendiri saja” kata minra sambil beranjak dari duduknya

“Mau kemana??” Tanya myungsoo yang melihat minra berdiri

“Mau pulang..percuma aku dsini jika kau tidak mau menemaniku pergi nanti malam” kata minra

“Yaa!!” Kata myungsoo sambil menarik tangan minra duduk kembali

“Apa lagi??” Tanya minra kesal

“Hmmm..aku hanya bercanda..baiklah..aku akan menemanimu pergi nanti malam” kata myungsoo

“Jinja??” Tanya minra

“Ne…” kata myungsoo akhirnya

“Gomawo myung-ah” kata minra sambil memeluk myungsoo senang sementara myungsoo kaget karena minra tiba-tiba memeluknya

apa minra sangat mencintai minhyuk sampai dia sebahagia ini??” batin myungsoo

minra tersadar dan segera melepaskan pelukannya

“Minra-ya apa myungsoo masih belum bangun??” Teriak eomma myungsoo dari bawah “Sudah omoni~” teriak minra

“Kalo begitu cepatlah kalian turun. Kita sarapan bersama” teriak omma myungsoo

“Ne omma..sebentar lagi kami turun” teriak myungsoo kemudian myungsoo beranjak dari kasurnya

“kajja” kata myungsoo sambil menarik tangan minra merekapun turun bersama terlihat omma myungsoo sedang menyiapkan sarapan di meja makan

“Ada yang bisa aku bantu omoni??” Tanya minra

“Aahh..aniya..kau duduk saja kita sarapan bersama” kata omma myungsoo “Nde..aniya..tidak perlu omoni~ aku pulang saja” kata minra

“Andwae..tidak bisa kau harus sarapan disini” paksa omma myungsoo

“Keundhae..” kata minra

“Sudahlah minra-ya turuti saja kemauan omma..kalo tidak dituruti dia bisa bertindak lebih dari ini” kata myungsoo yang kmudian mendapat jitakan dari eommanya

“kau pikir ibumu ini monster” omel eomma myungsoo

“aiishh..eommaa!!appo~” keluh myungsoo sambil mengusap-usap kepalanya kemudian menarik kursi lalu duduk, myungsoo menarik kursi disampingnya

“Ppali duduk disini” kata myungsoo sambil menepuk-nepuk  kursi di sebelahnya

“Ne..” kata minra kemudian duduk disamping myungsoo Merekapun sarapan..

“Bagaimana minra-ya?? Myungsoo ini sangat susah sekali untuk dibangunkan kan?? Dia tidur seperti orang mati” canda omma myungsoo yang membuat minra terkikik geli

“Eomma!!” Protes myungsoo

“hahaha.. Ne omoni dia sangat susah sekali bangun, aku hampir putus asa untuk membangunkannya tadi” kata minra

“keundhae..omma heran, bagaimana caramu membangunkan myungsoo?? Biasanya omma selalu menyiramnya dengan air baru dia bangun” tanya omma myungsoo

“Chogy…” kata minra tak tahu harus menjawab apa

“Yaa!! Geumanae” protes myungsoo

“Wae?? Kenapa kau berteriak begitu??” Tanya omma myungsoo kesal

“Ayolah..omma..kalian sedang membicarakanku sementara aku ada disini” rengek myungsoo

“Wae?? Apa salah omma membicarakan Kebiasaan burukmu kepada calon istrimu??” Kata omma myungsoo yang sukses membuat minra dan myungsoo tersedak dan membulatkan matanya

“Mworagoo??” Teriak myungsoo kaget

“Nde?? Calon istri??” tanya minra tak kalah kagetnya

“Ne..minra itu calon istrimu myungsoo-ya dan myungsoo itu calon suamimu minra-ya” kata omma myungsoo

“Omma!! Ige mwoya!!” Protes myungsoo

“Hmmm..omma sangat berharap kalo minra adalah calon menantu omma maka omma dan omma minra memutuskan untuk menjodohkan kalian lagipula omma tahu kau sangat mencintai minra myungsoo-ya” kata omma myungsoo

Suasana mendadak jadi diam ..

“benarkah itu?? Benarkah myungsoo mencintaiku??” batin minra

“Yaa!! Wae geurae?? Kenapa suasana jdi begini?? Kalian tidak suka??” Tanya omma myungsoo

“Omma…” myungsoo angkat bicara

“Ani omoni~ keundhae..kita hanya kaget mendengar berita ini..dan kita butuh waktu omoni,,kita kan masih muda” kata minra

“Nde?? Waktu?? Omma rasa kalian sudah saling mengenal satu sama lain sejak kecil..apa itu kurang lama??” Tanya omma myungsoo

“Bukan begitu omoni~” kata minra

“Arasseo..minra-ya..kalian berundinglah dulu..omma minta waktunya jangan terlalu lama..omma sudah tidak sabar ingin menimang cucu dari kalian” kata omma myungsoo sambil tersenyum senang lalu beranjak pergi kedapur

“aiiisshhh…omma ini kekanak-kanakan sekali..dijodohkan?? Hhhh..” myungsoo menarik nafas panjang lalu menatap minra

“Eotteoke?? apa kau mau menerima perjodohan ini minra-ya??” Tanya myungsoo sambil menatap minra yang berada disampingnya

“Lalu kau sendiri?? Apa kau akan menerima perjodohan ini??” Tanya minra sambil menatap myungsoo

“Hhhhh….entahlah..aku… aku tidak tahu..” kata myungsoo sambil kembali makan sarapannya

“Sudahlah..kau makan dulu..masalah ini bisa dibahas lagi nanti” kata myungsoo

***

Malam harinya..

“Ting tong..ting tong..” myungsoo memencet bel rumah minra lalu dibuka oleh ommanya minra

“Eehhh…myungsoo-ya..” kata omma minra sambil tersenyum senang

“Ne..omoni~ minra nya ada??” Tanya myungsoo

“Minra?? Ada di kamarnya..ayo masuk dulu..kalian mau pergi kemana?? Omma lihat pakaianmu resmi sekali” kata omma minra yang melihat myungsoo berpakaian rapi memakai kemeja dan jas kemudian myungsoo masuk kedalam rumah

“Kami mau pergi ke pesta ulang tahun teman omoni~” kata myungsoo

“aahh…ye..kau duduk dulu disini myungsoo-ya omma panggilkan minranya dulu” kata omma minra

“Aahhh…ne omoni~” kata myungsoo

Tak lama kemudian.. Jeng..jeng..jeng…!! *Author ngedramatisir xD* minra datang dengan memakai gaun dan malam ini minra sangat berbeda dia terlihat sangat cantik..myungsoo terdiam dan terpesona selama beberapa detik

“Kajja..” kata minra

“Ne..” kata myungsoo

“Omma..kami pergi dulu..” pamit minra

“Eehh?? Kalian sudah mau berangkat yah??” Kata omma minra yang datang menghampiri myungsoo dan minra..

“Ne..omoni~ kami pergi dulu” pamit myungsoo

“Aahhh..kalo begitu hati-hati dijalan yah..myungsoo-ya omma titip minra ya..jaga dia baik-baik..” kata omma minra

“Ne..omoni~aku akan menjaga minra dengan baik” kata myungsoo

“Ne..omma percaya padamu myungsoo-ya” kata omma minra

“Ne gomawo omoni..kami pergi dulu” pamit myungsoo

“ne..” kata omma minra kemudian merekapun pergi

Rumah minhyuk ….

Mobil myungsoo sampai d rumah minhyuk..minra dan myungsoo menuju tempat dimana pesta diadakan di dalam rumah di area dekat kolam renang.. Minra dan myungsoo menghampiri minhyuk

“Saengil chukka hamnida minhyuk-ah” kata minra…minhyuk berbalik dan melihat minra dengan tatapan terpesona *hohoh*

“Chagy-ah?? (⊙o⊙)” kata minhyuk tak percaya sambil terus menatap minra

“Wae?? Kenapa kau menatapku seperti itu??” Tanya minra

“Aniya..hanya saja..kau terlihat sangat..cantik” puji minhyuk

“Gomawo” kata minra sambil tersipu

“Saengil chukkae minhyuk-ssi” kata myungsoo

“Gomawo myungsoo-ssi..” kata minhyuk

“Aahhh..aku dengar dari minra kau sangat pintar bernyanyi dan bermain gitar..bisakah kau menyanyikan sebuah lagu di pestaku ini??” Pinta minhyuk

“Nde??” Kaget myungsoo lalu melirik kearah minra..minra hanya nyengir

“Ayolah…eoh?? Hanya satu lagu saja myungsoo-ssi..aku tidak memintamu menyanyikan satu album” pinta minhyuk myungsoo menatap minra..kemudian minra mengangguk dan akhirnya myungsoo pun mengangguk setuju..

“Baiklah..” kata myungsoo

“Jinja..kajja..” kata minhyuk kemudian minhyuk menarik tangan myungsoo keatas panggung yang tersedia alat musik dan ada beberapa orang disana ada DJ dan MC juga..kemudian minhyuk membisikkan sesuatu k mc nya dan sang mc mengangguk-angguk mengerti  Sang mc naik keatas panggung sederhana itu diiringi musik yang dimainkan oleh sang DJ

“Annyeong yeoreobun..selamat malam semua..malam ini akan ada salah satu teman kita yang akan menyumbangkan sebuah lagu untuk menghibur kita semua..mari kita sambut..kim myungsoo..” kata sang mc

Myungsoo naik keatas panggung dia meraih gitar yang ada disana kemudian duduk di kursi yang tersedia disana dan menyesuaikan arah microphonenya *author kelamaan -_-*

“Selamat malam semuanya..lagu ini saya persembahkan untuk seseorang yang sangat saya cintai aku akan selalu mencintaimu sampai kapanpun..” kata myungsoo sambil menatap minra..dilihatnya minra yang sedang dirangkul oleh minhyuk yang juga sedang menatapnya..menantikan pertunjukannya…

Myungsoo mulai memetik senar gitarnya..

“♬♪♩ saranghanda mianhada

geurae deoneun andwigesseo

nan dagagal jagyeok jocha eobseo

nal saranghaji ma

naegen maeumeul naeeojul yeoyudo eobseo

maeileul himgyeobge salgo

haruga beogeowo ulgo

o nan..nege jul su itneunge eobseo missing you

ddaddeuthan maldo mothae I missing you gamhi baral sudo eobseo

I missing you

ireohge mileonae

naegen gajingeon simjangbbun motnan nomira

chamgoisseo apeujiman

naegen nunmuldo sachiya

neol barabol jagyeok jocha eobseo

nal baraboji ma

ahla neo itneun geugote nae mami isseo

sumgyeoli daheul georie eonjena gateun jarie

o nan..nege jul su itneunge eobseo missing you

ddaddeuthan maldo mothae I missing you gamhi baral sudo eobseo I missing you

ireohge mileonae

sesang nuguboda neoreul saranghagie chama deo

o nan..ni son jabajul suga eobseo missing you

nunmulman angilggabwa I missing you hamgge hajal suga eobseo I missing you

himgeobge doraseo

naegen gajingeon shimjangbbun motnan nomira♩♪♬”

[Infinite – Only Tears]

myungsoo mengakhiri petikan gitarnya dengan menatap minra dilihatnya minra tersenyum padanya Kemudian terdengar suara riuh tepuk tangan yang meriah dari para tamu yang datang..myungsoo meletakkan gitarnya lalu berdiri dari duduknya dan memberi hormat lalu turun dari panggung dan segera menghampiri minra dan minhyuk

“Ternyata apa yang minra katakan memang benar..suaramu sangat bagus myungsoo-ssi” puji minhyuk

“Gomawo” kata myungsoo kemudian myungsoo melirik minra

“Apa minra tahu kalau lagu itu untuknya??” Batin myungsoo

Pesta berlangsung dengan meriah..tapi minra tak melihat myungsoo setelah dia bernyanyi tadi..myungsoo menghilang entah kemana

~Minra POV~

“Myung-ah..eodiga??” Gumamku perasaanku tak tenang..aku takut terjadi apa-apa pada myungsoo dia tidak terlihat setelah bernyanyi tadi ku telpon nomer hp myungsoo namun tidak diangkatnya entah kenapa saat ini aku ingin sekali melihat myungsoo, bersama myungsoo, dan aku merindukan myungsoo..apa?? Rindu?? Apa itu berarti aku juga mencintai myungsoo?? Aku tersentak dengan apa yang aku pikirkan..apa aku mencintai myungsoo?? myung-ah..eodiga?? Saat ini aku ingin berteriak dihadapanmu aku mencintaimu myung-ah..bodohnya aku baru menyadari perasaanku ini sekarang..selama ini perasaan ini tertutup oleh keyakinanku bahwa kita tidak lebih dari sekedar sahabat dan teman bermain..namun saat ini kau menyadarkanku myung-ah..lewat lagu-lagumu..aku sadar..bahwa aku sangat mencintaimu..aku sangat mencintaimu..bisakah kau dengar teriakan hatiku saat ini untukmu myung-ah..kucoba telpon lagi nomer hp myungsoo dan kali ini diangkatnya

~Author POV~

“Yoboseyo” kata suara berat diseberang

“Yaa!! Kim Myungsoo..eodiga?? Kenapa kau menghilang eoh?? Aku cemas dan khawatir aku takut terjadi apa-apa padamu!! Neo eodiya??” Teriak minra kesal sekaligus lega tapi minra baru menyadari satu hal ada yang aneh suara diseberang sana bukanlah suara myungsoo suara yang mengangkat telpon terdengar berat seperti orang yang sudah lanjut usia

“Chakkaman..ini ponselnya myungsoo kan??” Kata minra

“Apa laki-laki yang tertabrak ini bernama myungsoo apa anda temannya??” Kata suara diseberang

JELEGGGAAARRR!!!

“MWORAGOOO?? TERTABRAK??” Teriak minra histeris yang membuat para tamu di pesta melihat kearahnya

“Iya..teman anda baru saja mengalami kecelakaan..saat ini kami sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit” kata suara diseberang..

Dunia terasa berputar sangat cepat tubuh minra terasa lemas lalu minra jatuh terduduk air matanya tumpah seketika ponselnya terjatuh begitu saja..air mata mengalir sangat deras minhyuk datang menghampiri minra

“Wae geurae?? Siapa yang tertabrak??” Tanya minhyuk sambil duduk menghadap minra..minra menatap minhyuk dengan penuh air mata *author lebay*

“Mi..mi..minhyuk-ah..” panggil minra di sela-sela tangisan hebatnya saat ini dia tak peduli pada orang-orang yang sedang menatapnya iba..

“Wae geurae??” Tanya minhyuk sambil memegang kedua pundak minra dengan tangannya ditatapnya minra yang menangis sangat hebat…hatinya tidak tega melihat minra seperti ini

“Nuguya?? Siapa yang kecelakaan eoh??”tanya minhyuk lagi

“M..m..myung..soo..ah..” kata minra kali ini airmatanya keluar lebih deras minhyuk segera menarik minra kedalam pelukannya

“Minhyuk-ah..aku harus pergi ke rumah sakit..aku ingin melihat keadaan myungsoo..” kata minra

“arasseo..aku akan mengantarmu” kata minhyuk

“tapi..pestamu..” potong minra

“sudahlah..kajja..” kata minhyuk

***

Rumah Sakit..

 

Disana sudah ada keluarga myungsoo dan keluarga minra..

“Minra-ya!!” Teriak omma myungsoo sambil menangis

“Omoni~” minra segera memeluk omma myungsoo

“Saat itu kami melihat seorang pemuda yang akan menyebrang jalan..sepertinya dia melamun sampai tidak mendengar teriakan kami yang menyuruhnya menepi..akhirnya dia tertabrak truk dan kepalanya menghantam trotoar dengan keras” terang seorang ahjussi yang menjadi saksi kecelakaan yang dialami myungsoo  Minra menangis mendengar keterangan ahjussi tersebut begitu juga omma myungsoo

Dokter keluar dari ruang UGD

“Pasien sudah sadar dan hanya bisa ditemui oleh 2 orang saja..dan pasien ingin bertemu dengan ibunya dan minra..adakah yang bernama minra disini??” tanya dokter

“Saya dok” kata minra

“Silahkan masuk” kata dokter..

minra pun masuk kedalam ruang UGD bersama dengan omma myungsoo

“Myungsoo-ya..” teriak omma myungsoo sambil menghampiri tubuh myungsoo yang terbaring di ranjang Minra melihat orang yang sangat dicintainya saat ini sedang terbaring lemah dengan perban dikepalanya,selang infus, alat pembantu pernafasan, alat pendeteksi denyut jantung dan beberapa alat lainnya menancap ditubuh myungsoo tanpa terasa airmata mengalir kembali kemudian minra menghampiri tubuh myungsoo

“Myung-ah..” panggil minra dilihatnya myungsoo menatap ibunya dan minra bergantian

“O..om..ma..”panggil myungsoo sambil tangannya berusaha memegang tangan ommanya

“U..l..ji..maa…” kata myungsoo lalu mengusap air mata yang mengalir di pipi ommanya

“Na..n..gwe..nn..cha…naa…” kata myungsoo dengan susah payah

“E..o..hhh..” kata myungsoo sambil tersenyum…omma myungsoo mengangguk kemudian myungsoo menatap minra

“Geumanae..berhentilah bicara myung-ah” kata minra yang tidak tega melihat myungsoo meringis menahan rasa sakitnya saat berbicara

“M..m..min..ra..ya…” panggil myungsoo

“Wae?? Berhentilah bicara myung-ah..” kata minra sambil menahan airmatanya Myungsoo mengisyaratkan agar minra mendekat minrapun mendekat.. Myungsoo meraih tangan minra dalam genggamannya..

“Sa..ra..ng..hae…” kata myungsoo

“Jeong…mal..sa..ra..ng..hae..m..mi..nn..ra…ya….” kata myungsoo dengan susah payah.. Hancur sudah pertahanan minra airmatanya mengalir deras..

“Na ddo saranghae myung-ah..” kata minra Myungsoo tersenyum bahagia..

“Jeong..mal…yo??” Tanya myungsoo sambil terus menatap minra Minra mengangguk..

“Ne..na ddo..jeongmal saranghae myung-ah..” kata minra kemudian minra mengecup tangan myungsoo yang berada dalam genggamannya.. Myungsoo tersenyum bahagia kemudian mengusap airmata yang mengalir di wajah minra..

“U..l…jii…mmaaa…” kata myungsoo dengan susah payah Minra menggenggam tangan myungsoo  semakin erat dan meletakkannya dipipinya kemudian mengecup tangannya..

“Cepatlah sembuh..eoh?? Nanti..jika Kau sudah sembuh kita..kita menikah..eoh?? Omoni~ ingin segera menimang cucu dari kita..” kata minra

Myungsoo tersenyum kmudian mengangguk

Tiba-tiba myungsoo sesak nafas dan kejang-kejang

“myung-ah..wae geurae..yaa!! Jangan bercanda!!” Kata minra panik

“Omoni~ eotteoke??” Kata minra kmudian minra memencet bel berkali-kali agar dokter datang kemudian dokter datang dengan 2 suster

“Kami mohon anda agar keluar agashi” kata suster

“myung-ah!!” teriak minra

kemudian minra dan omma myungsoo keluar

“Suster siapkan alat kejut jantung!!” Kata dokter

kemudian sang suster segera menyiapkan alat kejut jantungnya

***

Diluar ruang UGD..

“Minra-ya..bagaimna keadaan myungsoo??” Tanya minhyuk

“Minhyuk-ah..myungsoo..kritis..” kata minra lalu airmatanya tumpah kembali untuk kesekian kalinya Minhyuk segera memeluk minra untuk menenangkannya

“Lebih baik kita berdoa semoga tidak terjadi apa-apa pada myungsoo ne?” kata minhyuk

minra mengangguk

***

15menit kmudian..

Dokter yang memeriksa myungsoo keluar..

“Jeoseonghamnida..kami sudah berusaha semampu kami..namun Tuhan berkehendak lain” kata dokter

“ANDWAEEEE..andwaeeee… andwaeeee…myuuunnngggg-ah..” teriak minra histeris sementara omma myungsoo langsung pingsan *biasa ibu2 #plakk*

Minra segera berlari masuk kedalam ruang UGD.dilihatnya suster sedang melepaskan satu persatu alat medis yang menancap di tubuh myungsoo..minra menghampiri tubuh myungsoo

“Myung-ah..ireonaa…!!” kata minra sambil mengguncang-guncangkan tubuh myungsoo

“Yaa!! Sampai kapan kau akan terus tidur seperti ini!! Ppalii..ireonaaa!!” kata minra

“minra-ya~” panggil minhyuk

“minhyuk-ah..myung..sedang bercanda..dia itu sangat susah untuk dibangunkan..ppalii..kita bangunkan dia dari tidurnya..eoh..” kata minra..air matanya mulai menggenang kembali

“ireonaa..myung-ah..!! ireona..saranghae…jeongmal saranghae..kau jangan menyiksaku seperti ini myung-ah!!” kata minra

“YAA!! LEE MINRA!! Sadarlah..!! relakan myungsoo..!! dia sudah tiada..” teriak minhyuk yang membuat tangis minra semakin menjadi-jadi

Suster-suster itu menarik selimut myungsoo ingin menutup seluruh tubuhnya..

“chakka…” kata minra kemudian minra mendekat dan mencium kening myungsoo lamaaaa…untuk pertama dan terakhir kalinya…..

~Minra POV~

Saat pemakaman.. Rasanya air mataku sudah kering..hatiku sudah lelah untuk terus menangisi keadaan ini, myung-ah..kenapa disaat aku baru menyadari perasaanku padamu kenapa disaat aku tersadar dari kebodohanku selama ini..kau malah pergi meninggalkanku begitu saja…disaat aku benar-benar mencintaimu..kamu pergi begitu saja…

“kajja” kata minhyuk

“minhyuk-ah..mianhae..aku harap kau mengerti keadaannku sekarang..hatiku saat ini dipenuhi oleh myungsoo..”kata minra

“arasseo..aku akan menunggu..aku akan terus menunggumu sampai kapanpun” kata minhyuk

>>Flashback End

“Myung-ah..kau tahu?? Sudah 2 tahun aku kehilanganmu..tapi entah kenapa..hatiku ini..sangat sulit untuk berpaling pada namja lain…cintaku masih milikmu seutuhnya..setiap hari…jika aku merindukanmu..hanya airmata..yang mampu aku keluarkan untuk menghapus rasa rinduku padamu..walaupun minhyuk bersedia menungguku sampai aku bisa mencintainya..tapi hatiku..dan cintaku.. telah kau bawa pergi..sehingga sangat sulit untukku mencintai orang lain selain dirimu..aku memang bodoh!! Terlambat menyadari perasaanku sendiri tak tahu siapa sebenarnya orang yang aku cintai dan disaat aku sadar siapa orang yang aku cintai.. orang itu telah pergi..pergi jauhh ke tempat dimana aku tidak bisa mengejarnya..orang itu pergi membawa semua hatiku..”

***

Aku .. aku tidak dapat memegang tanganmu,

kamu hilang….

Karena aku mungkin hanya memberikan air mata saja,

aku  kehilanganmu….

aku tidak bisa mengatakan ‘mari bersama’,

aku kehilanganmu…..

Sulit untuk berpaling Aku orang yang buruk yang hanya memiliki hati”

 

[Infinite – Only Tears]

 

-*- THE END -*-

Mian kalo endingnya kurang puas, scene sedihnya gabikin nangis guling-guling, author hanya mampu sampai disini..hohoh *peyuk myung*

mian kalo banyak typo ~ ._.v FF ini pernah dipost sebelumnya di facebook pribadi author :))

About TwinsELF

We are twins ELF in SJ Heart. we so lke writing a Fanfic.
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s