60 SECOND| [Drabble/PG:13/ROMANCE] | Lee Ho Won(Hoya INFINITE)&Goh Eun Ja

60 SECOND

 

Main cast: Lee Ho Won (Hoya INFINITE) , Goh Eun Ja

 

[Drabble/PG:13/0neshot/Romance]

 

Author: Iino Chiharu

 

(mohon maaf jika ada typo. Semoga tidak ada karena sudah dicek . hehe mohon RCL nya thanks ne.

Mataku mengerjap. Menatap langit biru lurus menghayalkan bagaimana jika Myungsoo bisa memberikkan kekuatan 60 detiknya itu kepadaku. Aku sungguh sering gagal dalam percintaanku. Dan kali ini aku gagal lagi aku telah menyakiti seseorang yang begitu aku cintai. Aku benci dengan diriku sendiri, benci akan sifatku yang pencemburuan ini. Dulu myungsoo pernah memperingatkanku bahwa aku akan menyakitkan Eyoung tapi tak kupedulikan. Aku tetap mencoba mendekatinya dan pada akhirnya Eyoung tersakiti seperti halnya perempuan-perempuan yang pernah aku kencani.

 

Aku tau bahwa ada wanita yang ingin diprotect seperti itu. tapi aku benar-benar mencintai Eyoung. Karena itu aku ingin melindunginya dari pria-pria jahat diluar sana. Aku tetap saja melamun dijendela kamarku itu tak bergerak dan hanya banyak menguap dan mendesah karena memikirkan jika aku memiliki kekuatan 60 detik melihat masa depanku.

 

Selarik cahaya terpancar kewajahku, membuyarkan lamunanku dan akupun beranjak dari jendela itu dan tiba-tiba saja kakiku membawaku mengambil mantel abu-abuku itu dan membawaku keluar rumah. Didalam otakku tak terpikirkan ada apapun. Aku rasa cahaya yang tadi adalah suruhan untukku agar aku tidak melamunkan hal yang sudah terjadi.

 

Kakiku menyusuri jalan, membawaku ketempat yang sungguh indah. Yah aku sekarang berada di Nami Island. Kalian pasti tahu, itu adalah tempat terindah yang pernah dijadikan setting drama korea yang terkenal itu. entah mengapa kakiku tiba-tiba membawaku ketempat itu? disana hanya banyak para turis yang berjalan-jalan. Akupun tersadar dari lamunanku setelah seseorang memukul pundakku. Yah dia adalah seorang perempuan yang berparas cantik bak bidadari. Aku langsung menoleh dengan wajah kaget.

 

“maaf, cincin ini aku berikan kepadamu. Karena ini milikmu” wanita itu tiba-tiba saja memberikanku cincinputih yg indah. Sontak aku kaget karena aku tidak merasa aku memiliki cincin itu. setelah memberi cincin itu wanita itu sedikit menjatuhkan air matanya dan berbalik arah menuju gerbang pulang. Aku hanya terdiam dan heran mengapa wanita itu seperti itu?

 

Aku berusaha mencarinya namu sepertinya terlambat. Dia telah lenyap.

 

[Hoya Pov End]

 

[Eunja Pov]

 

Hari ini aku sungguh begitu bosan. Entah mengapa kakiku tiba-tiba saja membawaku kepulau Nami. Sepertinya dia ingin menginjak tanah yang segar. Lalu akupun tiba dipulau Nami. Melihat sekelilingku pemandangan yang indah dan udara segar hari ini cuaca cukup dingin dan pulau nami ramai dikunjungi oleh turis-turis dan disana juga banyak anak-anak muda korea yang sedang melakukan kegiatan mereka.

 

Sambil melihat sekeliling tiba-tiba saja aku terhenti didepan kursi panjang yang terdapat pria tampan sedang duduk dibawah pohon itu. kakiku berhenti tiba-tiba, jantungku berdetak kencang hingga terdengar ketelingaku. Dan orang-orang pun tersa berhenti dalam aktivitasnya. Aku memegang jantungkku aku melihat paras pria itu dari ujung kaki hinga kepalanya

 

(i sometimes walk and stop. I look around and our eyes meet i quickly turn my head away i look at my toes and then slowly look up. My eyes that get large my lips that open up slightly my heart rings in my ears)

 

[ “sayangku, bagaimana jika kita memasak sesuatu? Bagaimana menurutmu?” aku mengajukan ide agar kami tidak bosan dirumahku.

 

“baiklah~ ide bagus sayang”. Kami menuju dapur dan memasak spageti yang lezat sambil bermain-main didapur. Dia mencoretkan saus spageti itu ke wajahku hingga membuat kami tertawa diruangan itu.

 

“baiklah, sudah selesai~” Hoya pun menyajikannya dipiring dan kami berdua mencobanya sambil tersenyum dimeja makan. Sambil hoya mengacak-acak rambutku karena aku membuat wajah aegyo saat itu.

 

Dan kamipun berada disofa panjang. Hoya yang saat itu baring dipaha kiri ku dan sambil membaca buku aku yang masih saja sibuk mengelus-elus rambut Hoya dengan lembut dan senada. Sambil aku tersenyum kepadanya dan diapun membalas senyumku.]

 

[60 second is all i need for this story you came into my heart. I dont doubt it that you took me away the time that wasn’t short you’re that kind of person]

 

Aku mulai mendekati pria itu yang sedang duduk bersantai sambil menatap langin. Menatapnya sangat jauh. Dan masuk kembali ke 60 detik kisah itu

 

[Hoya berada disebuah pintu cafe itu sambil gelisah menunggu Ku datang karena sedang hujan. Tiba-tiba Aku tepat berada didepan Hoya dan menengadahkan wajah ku dan mengedipkan mata ku kepadanya sambil tersenyum. Akupun bahagia sekali karena itu.

 

Kamipun masuk kesebuah cafe dan meminum segelas coklat panas disana. Tiba-tiba saja aku mengambil tangan Hoya dan memasangkan cincin itu kepadanya. Yang sontak membuatnya kaget dan bahagia.cincin itu adalah hadiah kecil dariku kepadanya. Dan kami kembali dengan senyum dan tawa tanpa berbicara sepatah katapun]

 

Akupun semangkin mendekat kepada pria yang sedang duduk dibangku terakhir yang ada ditaman itu. aku pun memegang cincin itu dan menatapnya lagi tak kuasa kutahan perasaan itu.  pria itu hanya tetap menatap fokus ke awan biru itu seperti memikirkan sesuatu.

 

(60 second , a story that’s enought for me i don’t need a reason you made my heart flutter and look for you. Thats first time)

 

[aku dan hoya yang saat duduk disofa biasa itu tiba-tiba saja mendapatkan pertengkaran karena hubungan kami yang begitu aneh. Dan hoyapun berdiri meninggalkanku dan memberikan cincin yang aku berikan itu kepadanya ketanganku. Lalu dia pergi meninggalkanku sendiri disofa itu terduduk dan hanya terdiam. Kata-kata yang terakhir iya katakan ialah

 

“maaf kita harus berpisah”. Akupun tak bisa berkata-kata lagi dan hanya terdiam tak bisa mengejarnya kakiku terasa tertahan]

 

(your voice breaks off your tears that slowly build up and fall over. I hold you with my chest and stay there for a long time then slowly push you away)

 

Saat itu aku mendekati pria itu membuyarkan lamunannya. Dan sontak pria itu langsung kaget dan berbalik.

 

Aku sedikit menangis dan memberikan cincin itu kepadanya. Dan itu semangkin membuatnya terkejut kepada tindakan yang ku lakukan.

 

Pria itu hanya berdiri dan terdiam. Menatapku heran dan sedikit sedih. Mungkin karena aku menangis.

 

“maaf, cincin ini aku berikan kepadamu. Karena ini milikmu” aku langsung berjalan dan meninggalkannya disana.

 

Sambil menghapus air mataku dan kembali melihat sekelilingku.

 

Mungkin aku lebih baik seperti ini karena aku tak cintaku berakhir seperti itu. Dan tindakan ini adalah benar. Jika aku menghampirinya dan berkenalan dengannya maka aku akan berakhir seperti 60 detik cerita masa depanku itu.

 

Aku akan menyimpan kisahku ini tanpa memberitaku kepada yang lain. Akupikir kisah 60 detik ini sudah cukup bagiku. Walau aku tahu ini adalah kisah yang terbaik yang ku miliki. Tapi tetap saja 60 detik sudah cukup untuk cerita ini, walau kau telah merasuki hatiku dan telah membawaku disaat yang tidak terlalu singkat ini.  Cerita yang sudah cukup bagiku. Aku tidak butuh alasan kau membuat hatiku berdebardan kau membuatku menemukanmu yang pertama kali.

&nbsp

 

*FIN*

 

 

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , | Leave a comment

FF l ONESHOOT l ~ A Promise ~

Gambar

Cast            : Lee Sungmin

Park Hyemin

Kim Jun Myeon

Genre          : Romance

Backsong      : ♪♫ Super Junior K.R.Y – Promise you

♪♫  BEAST – When I Miss You

Author : Lee Min Ra

“kau tahu?? Kau sangat menyebalkan!! Kenapa kau pergi membawa semua hatiku??” – Park Hyemin –

“Maafkan aku..”

“kenapa?? Ada apa??”

“aku harus pergi ke luar negri..”

“berapa lama??”

“aku tidak tahu..”

“……..”

“……..”

“apa kau akan kembali lagi??”

“aku akan segera kembali dengan secepatnya. Aku janji!!”

“benarkah?? Janji??”

“ya…aku janji..tunggu aku..”

“aku akan terus menunggumu sampai kau datang”

“janji?? Kau harus janji untuk menungguku sampai aku kembali”

“iya..aku janji..”

“saranghae..”

“na ddo saranghae oppa..”

Dan pelukan perpisahan itu pun terjadi..

10 years later…

*Hyemin POV *

Aku tak tahu sampai kapan aku akan terus menunggunya..menunggu seorang Lee sungmin yang datang kembali padaku..ini sudah 10 tahun. Awalnya hubungan kami baik-baik saja..dia sering menghubungiku hanya untuk sekedar menanyakan kabar dan melepas rasa rindu diantara kami. Namun setelah 3 tahun, dia mulai sibuk dengan pekerjaannya hingga tak ada waktu untuk menghubungiku walau hanya sekedar menanyakan kabar.

7tahun..

tanpa kabar apapun…

Bahkan aku tidak tahu apakah dia baik-baik saja?? Apa yang sedang dia lakukan sekarang?? Dia bagaikan sebuah kerikil kecil yang berada diantara batu-batu besar. Tak terlihat. Susah untuk ditemukan. Aku menghela nafas melihat figura foto sungmin oppa yang terletak disamping nakas tempat tidurku, kuambil figura yang berukuran sedang itu dan mulai menatap wajahnya..aniya..lebih tepatnya foto wajahnya..

wajahnya yang sedang tersenyum..

aku merindukannya..

sangat..

oh Tuhan..bisakah kau kembalikan dia padaku?? Aku ingin dia berada disampingku sekarang memeluknya membiarkan semua rasa rindu yang membuncah dalam dadaku keluar.. aku sepertinya sudah gila!! Mempercayai janjinya untuk kembali, menutup hatiku untuk namja lain dan membiarkan batinku tersiksa oleh rasa rindu yang seakan menusuk-nusuk jantungku. Menunggu seorang Lee Sungmin selama 10 tahun datang kembali. Kutatap wajah sungmin oppa..

“Sampai kapan kau akan menunggu Sungmin?? Sadarlah Hyemin-ah..berapa umurmu sekarang?? Apa kau tidak iri melihat teman-temanmu sudah menikah?? Bahkan diantara mereka ada yang sudah mempunyai anak..apa kau tidak iri??”  Kata-kata eomma terus terngiang dalam benakku

“oppa..bogoshipeo..jeongmal bogoshipeo~” ucapku tertahan kupeluk figura foto itu seakan-akan benda mati itu adalah dirinya aku memeluknya erat membiarkan rasa rinduku padanya semakin menusuk ulu hatiku. Tanpa terasa sebutir cairan bening keluar dari pelupuk mataku. Butir-butir cairan itu semakin mengenang membuat anak sungai dan membasahi wajahku. Aku menangis..merindukannya..

“oppa..apa kau baik-baik saja disana?? Kau sedang apa sekarang?? Apa kau masih hidup?? Tidak!! Aku yakin kau masih hidup dengan baik disana,,kau tidak memberiku kabar karena kau sibuk dengan semua pekerjaanmu kan??” aku menyingkirkan pikiran burukku pada sungmin oppa. Aku yakin..sangat yakin,,sungmin oppaku masih hidup dengan baik disana

“oppa..cepatlah kembali ke seoul..aku merindukanmu, apa kau tahu?? Aku tersiksa oppa!! Aku tersiksa karena menunggumu terlalu lama. Eomma selalu menekanku untuk segera menikah bahkan dia berusaha menjodohkanku dengan anak temannya..Oppa aku mohon.kembalilah…jangan siksa hatiku lebih lama lagi..kembalilah..aku mohon..”

“tok..tok..tok..”

Dengan cepat kuhapus air mataku

“cklek..”

Kulihat wajah eomma menyembul (?) dari balik pintu kamarku

“hyemin-ah..” panggil eomma

“ne eomma..”

“dibawah ada Jun Myeon, cepatlah kau temui dia” kata eomma lagi

“arasseo eomma”

“jangan biarkan Jun myeon menunggumu terlalu lama” kata eomma lagi sebelum dia menutup pintu kamarku

“ne”

“jangan biarkan Jun myeon menunggumu terlalu lama” kata-kata terakhir eomma terngiang dalam benakku.. “menunggu…..” gumamku..

Kutatap kembali figura foto sungmin oppa lalu meletakkan kembali figura itu disamping tempat tidurku. Aku beranjak menuju kamar mandi dan membasuh wajahku untuk menghapus jejak air mataku yang tersisa kemudian segera turun dan menuju ruang tamu untuk menemui Jun myeon. Aku tidak mau membuat eomma kecewa.

*Author POV*

“annyeong Jun myeon-ah, mianhae membuatmu menunggu lama” ucap hyemin sambil duduk berhadapan dengan Jun myeon

“annyeong, aniya..tidak lama kok” kata Jun myeon sambil tersenyum manis

Hening..tak ada pembicaraan lebih lanjut baik dari hyemin ataupun Jun myeon ini semua karena authornya bingung mereka harus ngomong apa lagi *digampar*

“hyemin-ah, apa kau sedang sibuk??” Tanya Jun Myeon

“tidak, kenapa?” Tanya Hyemin

“apa kau tidak keberatan untuk pergi bersamaku?” Tanya Jun Myeon

“kemana?” Tanya hyemin

“nanti kau juga akan mengetahuinya” kata Jun Myeon sambil tersenyum

“baiklah, aku siap-siap dulu” kata hyemin

“ne..” kata Jun myeon sambil tersenyum senang

Hyemin beranjak dari kursi kemudian berjalan pergi ke kamarnya untuk bersiap-siap

Beberapa menit kemudian..

“kajja..” suara hyemin mengagetkan Jun myeon yang sedang asyik melamun

“ahh..ne..” kata Jun Myeon yang berdiri dari tempatnya

Merekapun pergi..

Jun myeon membukakan pintu mobil untuk hyemin dan segera menutupnya setelah hyemin masuk kedalam mobil kemudian jun myeon berjalan memutar dan masuk mobil duduk di depan kemudi, mobil pun melesat meninggalkan halaman rumah hyemin.

“apa kau suka pantai?” Tanya jun myeon membuka pembicaraan sambil terus menyetir mobilnya

“hmm..pantai?? apa kau akan mengajakku kesana??” hyemin Nampak berpikir

Pantai mengingatkannnya pada sungmin, terlalu banyak masa-masa indah yang dia habiskan bersama dengan sungmin disana.

Jun myeon heran melihat raut wajah hyemin yang berubah seketika setelah mendengar bahwa dia akan mengajaknya ke pantai. Ini aneh, padahal ahjumma bilang hyemin sangat suka sekali ke pantai.

“hmm..ne..aku akan mengajakmu kesana, tapi jika kau tidak suka……..”

“aku suka!!” ucap hyemin cepat menghentikan ucapan jun myeon

Jun myeon tersenyum manis. Ternyata ahjumma benar.

“ayo kita kesana, rasanya sudah lama aku tidak merasakan suasana pantai” ucap hyemin, mungkin suasana hatinya akan membaik jika dia merasakan suasana pantai

“baiklah..kalau begitu kita kesana” putus jun myeon

Hyemin hanya membalasnya dengan senyum. Dia menatap namja disampingnya, yang sedang fokus pada jalanan dihadapannya. Kim Jun Myeon, laki-laki ini terlalu baik. dia tidak pantas untuk hyemin sakiti, tapi..bagaimanapun juga hati hyemin hanya milik sungmin seorang. Walaupun eommanya sangat bersikeras dan bersikukuh menjodohkannya dengan jun myeon, anak teman eommanya ini, hati hyemin tetaplah milik sungmin. Lee Sungmin..namja yang sampai saat ini tidak diketahui keberadaannya.

“kenapa kau menatapku seperti itu??” Tanya jun myeon sambil menatap hyemin sekilas lalu kembali fokus pada jalan didepannya senyum merekah di wajahnya

“nde??” hyemin tersadar dan segera  mengalihkan pandangannya pada jun myeon

“apa aku sangat tampan??” Tanya jun myeon

“kau menatapku tanpa berkedip. Sebegitu kuatkah pesonaku terhadapmu??”

“a..aniya..kau itu percaya diri sekali kim jun myeon!! Aku hanya…” hyemin menghentikan ucapannya

“hanya apa??” Tanya jun myeon penasaran

“ani..lupakan!!” ucap hyemin lalu mulai mengalihkan pandangannya keluar kaca mobil

Ada sebersit rasa kecewa  dalam hati jun myeon mendengar jawaban hyemin namun dia segera kembali memfokuskan dirinya kembali, dan menyetir layaknya tak terjadi apapun.

Lautan mulai terlihat. Hyemin membuka kaca mobil disampingnya. Membiarkan angin pantai menerpa wajahnya membiarkan rambutnya yang tergerai tertiup oleh angin yang masuk melalui kaca mobil. Hyemin tersenyum senang. Pantai selalu membuatnya merasa tenang.

Jun Myeon menepikan mobilnya di pinggir pantai, hari ini pantai tidak terlalu ramai akan pengunjung hanya terlihat beberapa orang yang lalu lalang menikmati suasana pantai.

Hyemin dan Jun myeon berjalan-jalan di pinggir pantai, angin bertiup sepoi-sepoi membuat rambut panjang hyemin ikut melambai-lambai sesuai arah angin

***

Promise you.

I will live thinking of you.

We are the one from heart to heart.
Promise You.

What I want to tell is just “I love you”.
I will promise the piece of eternity.

 

Setelah 30 menit berjalan-jalan dipinggir pantai hyemin dan jun myeon memutuskan untuk makan di restoran yang terletak dipinggir pantai. Hyemin dan Jun myeon memilih tempat duduk diluar yang mengarah kearah pantai.

Tak lama kemudian pesanan datang.. hyemin dan jun myeon segera makan..

“oppa setelah kita makan kita jalan-jalan kesana yuk..” terdengar suara yeoja yang duduk di samping meja hyemin dan jun myeon

“kemana??” Tanya sang namja yang duduknya berdampingan dengan hyemin

DEG!!

“Suara itu…” batin hyemin

Seketika hyemin menoleh kesamping dilihatnya namja yang duduk disana..

“Sungmin..oppa..” gumam hyemin

Laki-laki yang berada disamping hyemin melirik kearah hyemin

Hyemin membekap mulutnya tak percaya dengan apa yang ada didepan matanya saat ini wajahnya sangat mirip dengan sungmin…tapi kenapa namja ini hanya memandang hyemin dengan tatapan yang heran dan kebingungan

“sungmin oppa..” panggil hyemin yakin, hyemin berdiri dari tempatnya duduk

“nde..nugusseyo??” jawab namja itu

JEGGGAAAARRRR!!!!

Bagaikan petir disiang bolong yang menyambar-nyambar (?) dunia bagaikan runtuh.. *kiamat..kiamat..woyy* #plakk #MaafAuthorLebay -_-

“oppa..na-ya..hyemin..Park Hyemin..” kata hyemin dengan mata yang berkaca-kaca hyemin menggigit bibirnya dengan kuat menahan agar air matanya tak meluncur saat ini

“Nde?? Park..Hyemin?? apakah kita saling kenal??” Tanya sungmin bingung

JLEEEBBBBB!!!!!

“o..oppa…..”

“oppa..nuguya??” Tanya yeoja yang sedang bersama sungmin tadi

“moreugesseo..aku tidak mengenalnya..” jawab sungmin

“kalau begitu kajja kita pergi oppa..” ajak yeoja itu sambil menggandeng tangan sungmin untuk pergi dari restoran itu

“aahh..ne.. Yeojin-ah..”  kata sungmin

Hyemin terus menatap kepergian sungmin dan yeoja yang bernama yeojin itu keluar dari restoran..

Setelah sungmin benar-benar menghilang dari pandangannya hyemin jatuh terduduk tubuhnya serasa tak bertenaga, kenapa?? Kenapa sungmin tidak mengenalnya?? Padahal hyemin selalu menunggu saat-saat ini tiba..saat dimana dia bisa bertemu kembali dengan sungmin.. sungmin oppanya.. sungmin yang dia tunggu kehadirannya selama 10 tahun ini.. tapi kenapa?? Kenapa kejadian itu tak sesuai dengan yang hyemin bayangkan dan harapkan?? Apakah ini adil untuknya?? Dan yeoja yang bernama yeojin itu?? Siapa dia?? Apa hubungannya dengan sungmin??

Hyemin sibuk larut dengan pikirannya sendiri dan mengabaikan jun myeon yang menatapnya dengan prihatin dan khawatir, karena setelah kepergian namja yang bernama sungmin itu keadaan hyemin berubah drastis, bisa dibilang dia tidak baik-baik saja sekarang.dia terlihat sangat shock dan apa itu? Dia menangis..

“gwenchana??” suara jun myeon menyadarkan hyemin bahwa saat ini dia sedang bersama jun myeon dan dia malah mengabaikan jun myeon begitu saja.

“ahh..gwenchana..mianhae jun myeon-ah..” kata hyemin sambil mengusap pelupuk matanya

“gwenchana..ppali..habiskan makananmu” kata jun myeon akan lebih baik kalau saat ini dia tidak membahas tentang apa yang baru saja terjadi, itu akan meemperburuk suasana saat ini. Banyak pertanyaan dalam benak jun myeon saat ini. Siapa sebenarnya namja yang bernama sungmin itu?? Dan kenapa sungmin terlihat seperti tidak mengenal hyemin. Sementara jun myeon melihat ada rasa rindu yang membuncah saat hyemin menatap namja yang bernama sungmin tadi, tatapan cinta.. jun myeon menghela nafas.. sudah tidak ada harapan lagi untuknya mendapatkan hyemin.

”jun myeon-ah.. bisakah kita pulang sekarang??” pinta hyemin nafsu makannya menghilang begitu saja

“Nde?? Ahh..arasseo..kajja..” kata jun myeon

Hyemin dan jun myeon akhirnya pergi meninggalkan restoran itu..

Selama perjalanan pulang di dalam mobil mereka habiskan dengan diam, hyemin lebih memilih melihat keluar kaca mobil dan larut dalam pikirannya sendiri..

Akhirnya mereka sampai juga di rumah hyemin.. jun myeon membukakan pintu mobil untuk hyemin dan mengantar hyemin sampai pagar rumahnya

“sebaiknya aku langsung pulang saja” pamit jun myeon

“nde? Kau tidak mampir dulu kedalam?” Tanya  hyemin

“aniya..tidak perlu, sepertinya kau butuh istirahat saat ini hyemin-ah” ucap jun myeon

“aahh..ye..”

“keurigo..mianhae..jika saja aku tidak mengajakmu ke pantai hari ini…..”

“Aniyaaa…gomawo jun myeon-ah untuk hari ini, maaf jika aku sudah mengacaukan semuanya..”

“nde?? Ahh..ye..” kata jun myeon sambil menggaruk rambutnya yang sama sekali tidak gatal

Mereka terdiam..

“na..khalke..” kata jun myeon

“eo..” kata hyemin sambil mengangguk

“kau..beristirahatlah..kau terlihat sangat kelelahan hyemin-ah”

“ne..arasseo..”

Jun myeon masuk kedalam mobilnya dan menyalakan mesin mobilnya. Jun myeon menurunkan kaca mobilnya.

“annyeong..” kata jun myeon sambil melambaikan tangannya

“ne..annyeong..hati-hati dijalan jun myeon-ah” ucap hyemin sambil balas melambaikan tangannya

Jun myeon tersenyum kemudian melajukan mobilnya meninggalkan rumah hyemin. Setelah mobil jun myeon menghilang hyemin membuka pagar rumahnya kemudian masuk kedalam rumah.

“eomma..appa..na wasseo..” teriak hyemin

“eo..uri hyemin sudah pulang jalan-jalan ternyata..” sambut sang eomma dengan wajah yang berbinar-binar

“ne..eomma..”

Eomma hyemin celingak-celinguk melihat kebelakang hyemin seperti mencari-cari sesuatu. Hyemin pun melihat kebelakang mencari tahu apa yang sedang eommanya cari..

“eomma..wae geurae??” Tanya hyemin heran

“Jun Myeon eoddie??” Tanya sang eomma

“nde?? Dia sudah pulang eomma” jawab hyemin

“mwo?? Dia tidak mampir dulu kesini? Haiisshh..padahal eomma ingin ngobrol-ngobrol dengannya” omel sang eomma

“eomma..aku kekamar dulu, hari ini sangat melelahkan” pamit hyemin

“ahh..ye..istirahatlah..” jawab sang eomma

Hyemin berlalu menuju kamarnya..

*Hyemin POV*

Malam ini begitu indah..bulan purnama menghiasi langit, bintang-bintang bertaburan diangkasa.. indah.. aku beranjak bangun dari kasurku yang nyaman membuka jendela kamar lalu duduk di balkon kamar memperhatikan pemandangan malam yang sangat indah ini.. pikiranku melayang pada kejadian tadi siang, pertemuan yang sangat kuinginkan namun tak sesuai dengan apa yang dibayangkan.. sungguh tak terduga..

When I miss you
(so good bye, good bye)
When I long for you even more
I blankly lay there, blankly lay there
Eventually, not going to sleep

Even when I miss you
(so good bye, good bye)
Even when I think of you more
I am alright, I am alright, I am alright
If only you are happy

“Sungmin Oppa…” gumamku setetes air mata jatuh dari pelupuk mataku tanpa ku minta..

***

*Sungmin POV*

Aku sedang memandangi pemandangan langit malam di balkon kamarku saat ini

Pikiranku menerawang pada kejadian tadi siang di restoran, yeoja yang bernama Park Hyemin..siapakah dia sebenarnya? Apa hubunganku dengan hyemin? Yeoja yang bernama hyemin itu menatapku dengan tulus dan ada sesuatu yang bergetar dalam dadaku saat aku menatap hyemin ada sesuatu yang berbeda..mata itu.. aku seperti mengenal mata itu..tatapannya… apa hyemin adalah bagian dari masa laluku? Masa lalu?? Benarkah hanya sekedar masa lalu??

“Park..Hyemin…” gumamku

***

@ Book Store..

Hyemin melihat deretan komik-komik jepang yang sangat dia sukai..telunjuknya berjalan kesamping dan matanya membaca satu persatu judul-judul komik yang berjejer kesamping, jarinya berhenti setelah komik yang dia cari akhirnya ketemu, saat dia hendak mengambil komik itu ada tangan asing yang juga akan mengambil komik yang sama. Hyemin melihat siapa pemilik tangan asing itu, begitupun sang pemilik tangan asing..

“sungmin oppa..” ucap hyemin kaget

“hyemin-ssi..”

***

@ Cafe…

Aroma caffeine yang khas tercium saat hyemin dan sungmin menginjakkan kaki di café ini, ya.. sungmin meminta hyemin agar bersedia meluangkan waktu untuk berbicara dengannya. Dan hyemin bersedia untuk itu. Saat ini yang ada dipikirannya adalah mencari tahu apakah dia adalah sungmin oppa-nya..atau sungmin yang lain?? *apadeh -_-

Suasana canggung tercipta..

Hyemin meminum cappucinonya..

“chogyo..hyemin-ssi..” panggil sungmin

“ne..”

“aku mengalami kecelakaan 7 tahun yang lalu..dan aku mengalami amnesia, aku tidak ingat apapun, bagaimana masa laluku, seperti apa aku di masa lalu..apakah aku mempunyai yeojachingu..aku tidak tahu mengenai semua itu”

Hyemin terdiam mendengarkan

“eomma dan appa seperti menyembunyikan semua tentang masa laluku, dia tidak memberitahuku apapun, jadi bisakah kau membantuku hyemin-ssi??” pinta sungmin

“nde??” hyemin kaget

“kau..kau sepertinya mengetahui tentang diriku..saat pertama kita bertemu kemarin, tatapanmu sangat berbeda terhadapku, apakah kita mempunyai hubungan yang spesial?” Tanya sungmin

Hyemin terdiam..bingung harus menjawab apa..

“bisakah kau membantuku?? Bantu aku untuk mengingat semuanya hyemin-ssi..jebal.. pputtakhalkhae..” pinta sungmin

“nde?? Kenapa harus aku??” Tanya hyemin

“entahlah..hatiku mengatakan bahwa kau adalah orang yang tepat untuk ini” jawab sungmin

“kenapa kau sangat ingin ingatanmu kembali?” Tanya hyemin

Sungmin menghela nafasnya berat..

“akhir-akhir ini aku sering bermimpi yang aneh, mimpi yang sama berkali-kali. Di dalam mimpiku ada seorang yeoja, wajahnya tidak begitu jelas di mimpiku saat itu, di mimpi itu aku dan yeoja itu membuat sebuah janji untuk saling setia dan menunggu..wajah yeoja itu terlihat kabur dan tidak jelas, mimpi itu terus menghantuiku tiap malam, bukan hanya sekali bahkan berkali-kali. Aku berpikir mungkin mimpi itu adalah potongan ingatan di masa laluku, di masa laluku aku benar-benar membuat janji itu sehingga membuat yeoja itu menungguku, aku tidak ingat apapun.. maka dari itu.. aku sangat ingin ingatanku kembali..hyemin-ssi..jebal..bantu aku mengingat semuanya” pinta sungmin

Hyemin terdiam..apa yang harus dia lakukan sekarang.. haruskah dia memberitahu sungmin bahwa yeoja yang ada didalam mimpinya itu adalah dirinya?? Atau membantunya mengingat semuanya secara perlahan-lahan?? Bingung..itulah yang hyemin rasakan saat ini..sangat bingung..

“jebalyo hyemin-ssi..pputtakhalkhae..”

Hyemin luluh melihat kesungguhan sungmin.. dia pun akhirnya mengangguk menyetujui..

Sungmin tersenyum senang..

“gomawo hyemin-ssi..”

Hyemin pun membalasnya dengan senyuman.

***

Dddrrrtt..ddrrrttt…ddrrrttt..

Tangan hyemin meraba-raba meja disamping tempat tidurnya mencari getaran yang mengganggu tidurnya..matanya masih terpejam enggan untuk bangun..setelah berhasil menemukan apa yang dicarinya hyemin membuka matanya perlahan matanya membelalak kaget..seketika di tekannya tombol hijau..

“yobosseyo..”

“yobosseyo hyemin-ssi.. sungmin imnida..”

“ne..oppa..waeyo?? ada apa kau meneleponku sepagi ini??”

“apakah hari ini kau sibuk? Aku ingin mengajakmu pergi”

“nde?? Aniyo..aku tidak sibuk apapun hari ini..”

“geurae..kalau begitu aku akan menjemputmu jam 9 nanti”

“ne oppa..”

Tut..tutt..tuutt…

Sambungan terputus..

Betapa senangnya hati hyemin saat ini..dia tak henti-hentinya tersenyum..bahkan rasa kantuknya menghilang seketika setelah mendengar suara sungmin..

***

Jam 9..

Sesuai dengan janjinya..sungmin datang menjemput hyemin..

Sungmin terlihat menunggu diluar pagar rumah hyemin bersandar pada mobilnya menunggu hyemin keluar dari rumahnya.

Beberapa menit kemudian hyemin keluar dari rumahnya dengan senyum menghiasi wajahnya..

“mianhae oppa membuatmu menunggu” ucap hyemin

“gwenchana..kajja..” ajak sungmin

“ne..” hyemin pun memasuki mobil sungmin..

Tanpa hyemin sadari jun myeon memperhatikan kepergian hyemin bersama sungmin..

*jun myeon POV*

Bukankah dia namja yang bernama sungmin? apa hubungannya dengan hyemin? aku Tak pernah melihat senyuman hyemin seperti itu..hyemin menyambut namja itu dengan senyuman yang tak pernah kulihat sebelumnya..seperti senyuman..bahagia…

***

@ Nami Island..

“kenapa kita kemari hyemin-ssi??” Tanya sungmin

“dulu..kita sering mengunjungi tempat ini oppa..apalagi saat musim gugur, kita lebih banyak menghabiskan waktu ditempat ini” jelas hyemin

“jinjayo?” Tanya sungmin kaget

Hyemin mengangguk mengiyakan..

“aahh..hyemin-ssi..awasss…” sungmin segera menarik tangan hyemin

Wuuuuusssshhhhh~~~

Sepasang kekasih yang sedang bersepeda bersama dengan kecepatan tinggi melewati mereka..

Deg..deg..deg…jantung hyemin berdetak 7x lipat.. sungmin memeluknya saat ini.. >,<

“huhh..hampir saja..” ucap sungmin lega

“gwenchana? Apakah ada yang terluka?” Tanya sungmin

“eoh..” lidah hyemin terasa kelu untuk berkata-kata saat ini

“aahh..mianhae..” sungmin melepaskan pelukannya

“eohh..gwenchana..” ucap hyemin

Deg..deg..deg.. jantung sungmin berdetak diluar batas kenormalannya (?)

“ahhh~~” sungmin merintih kesakitan memegang kepalanya

“oppa..wae geurae?? Gwenchana??” Tanya hyemin khawatir

*Sungmin POV*

Aku merasakan sakit yang luar biasa dikepalaku..tiba-tiba sebuah bayangan muncul begitu saja bayangan diriku dan seorang yeoja, kami sedang berjalan-jalan di pulau nami, lalu ada sepeda dengan kecepatan tinggi hampir menyerempet yeoja yang sedang bersamaku, dengan segera aku menarik yeoja itu kedalam pelukanku, wajah yeoja itu..ahh..siapa yeoja…itu..kenapa wajahnya selalu samar-samar..

***

*Author POV*

Sungmin duduk di kursi disamping danau..

“oppa..cha~” hyemin menyodorkan sebuah minuman untuk sungmin

Sungmin mengambilnya..

“gomawo” ucap sungmin

Hyemin duduk disamping sungmin lalu mulai meminum minumannya

Saat ini mereka memandangi danau yang terhampar luas dihadapan mereka..

Mereka menikmati minuman mereka dalam diam, tanpa ada salah satu keinginan dari sungmin ataupun hyemin memulai pembicaraan..

Suasana canggung tercipta..

“oppa..apa kau sudah merasa lebih baik sekarang?” Tanya hyemin

“eoh..aku sudah merasa lebih baik, mianhae membuatmu khawatir hyemin-ssi” jawab sungmin

“syukurlah..” hyemin menghela nafas lega

“apa kau sangat mengkhawatirkanku?” Tanya sungmin

“nde??” hyemin kaget kenapa sungmin tiba-tiba bertanya seperti itu padanya

“apa kita mempunyai hubungan khusus hyemin-ssi??” Tanya sungmin

Hyemin terdiam

“malhaebwa…” pinta sungmin

“kenapa oppa bertanya seperti itu?” Tanya hyemin

Sungmin menghela nafas..

“molla.. aku merasa bahwa kita sangat dekat.. “ jawab sungmin

“sebenarnya..oppa dan aku.. uri……”

Ddrrrttt..dddrrrtt…ddrrrttt..dddrrrttt…

Getaran ponsel hyemin membuat hyemin menghentikan kalimatnya

Hyemin melihat layar handphonenya

“eoh..eomma”

“……………”

“MWORAGOOO??” teriak hyemin seketika panik dan berdiri dari duduknya sungmin pun ikut kaget mendengar teriakan hyemin barusan..

“……………….”

“eooohh..arasseo eomma..aku akan kesana sekarang, rumah sakit mana eomma??”

“………….”

“ne eomma, sekarang juga aku akan kesana”

Tutt..tuutt..tuuuttt…

“oppa mianhae..aku harus pergi sekarang, aku harus ke rumah sakit”

“arasseo Kajja..ku antar kau kesana..” tawar sungmin

***

@ Seoul Hospital

Hyemin berlari-lari di koridor rumah sakit mencari ruangan dimana jun myeon dirawat, sedangkan sungmin mengikuti hyemin dari belakang. Akhirnya hyemin menemukan eommanya duduk diluar..

“eomma..” panggil hyemin

“eoh,,hyemin-ah” nyonya park segera memeluk hyemin dan menangis sesenggukan

“eomma..bagaimana bisa?” Tanya hyemin

“kau, masuklah kedalam lihatlah keadaannya” pinta nyonya park

“ne eomma” hyemin pun masuk kedalam. Dilihatnya jun myeon terbaring dengan kaki kanan yang dibalut oleh gips. Hyemin menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini. Terlihat nyonya kim sedang menangis dan tuan kim menenangkan istrinya.

“eomma..uljima..nan gwenchana..” ucap jun myeon menenangkan

“aniya..eotteoke?? uri jun myeon..uri jun myeon tidak bisa berjalan lagi..” ucap nyonya kim sambil menangis

“yeobo..tenanglah..jun myeon hanya butuh terapi agar bisa berjalan kembali, geokjeonghajima..” kata tuan kim menenangkan

“ne..eomma..nan gwenchana..” ucap jun myeon

“aigoo~ aigoo~ eotteoke?? Apakah hyemin mau menerimamu dengan keadaan seperti ini??” ucap nyonya kim sambil menangis..

Jun myeon terdiam..

” bahkan dalam keadaan normal pun dia tidak menerimaku eomma”  batin jun myeon

“aigoo~ uri jun myeon..aigoo~”

Hyemin berbalik hendak melangkah keluar ruangan

“eoh..hyemin-ah..” panggil tuan kim

Langkah hyemin terhenti..dia segera berbalik arah dan menghampiri jun myeon, tuan dan nyonya kim.

“ahjumma..ahjussi..annyeonghaseyo..” sapa hyemin sambil membungkuk hormat

Nyonya kim segera memegang kedua tangan hyemin erat sambil menangis

“hyemin-ah..kau tahu kan keadaan jun myeon bagaimana sekarang? Aku harap kau mau menerima jun myeon hyemin-ah, jebal..jangan tinggalkan dia..”

“yeobo..neo wae geurae?” ucap tuan kim yang merasa tidak enak dengan apa yang sedang istrinya lakukan sekarang

Hyemin terlihat kebingungan..

“hyemin-ah..kau mau kan menerima jun myeon? Eoh..?? aku tahu kau gadis yang baik, jebal..eoh..”

“YEOBOOO!!”

“EOMMAAAA…!!!”

“aaahhh…wae geurae!!” teriak nyonya kim frustasi

“Eomma geumanhae..eomma membuatku terlihat menyedihkan!!” ucap jun myeon

“jun myeon-ah eomma melakukan ini karena eomma menyayangimu nak..”

“dengan memaksa hyemin? Apa itu yang namanya sayang?” Tanya jun myeon

“eomma ingin yang terbaik untukmu sayang..”

“kalau eomma ingin yang terbaik untukku, berhenti memaksa hyemin untuk melakukan sesuatu yang tidak ingin dia lakukan, aku sudah dewasa eomma,, aku sudah bisa menentukan sendiri apa yang terbaik untukku,, aku harap eomma mengerti..” ucap jun myeon

Nyonya kim terdiam

“jun myeon benar yeobo..dia sudah dewasa sekarang..dia bisa menentukan sendiri apa yang terbaik untuknya” ucap tuan kim

Hening…

“sepertinya kalian berdua perlu bicara, yeobo kajja..” ajak tuan kim

Tuan dan nyonya kim pun keluar dari ruangan..

Jun myeon memalingkan wajahnya melihat keluar jendela ruangan rawatnya

“mianhae..atas sikap eommaku padamu, aku malu pada diriku sendiri” ucap jun myeon tatapannya menerawang keluar jendela melihat awan dan burung-burung yang bebas beterbangan di angkasa

Hyemin duduk disamping jun myeon

“gwenchana.. na ddo mianhae..” ucap hyemin

“ untuk apa??”

“aku belum bisa menerima perasaanmu, mianhae”

“arasseo..nan gwenchana..” jun myeon menghela nafasnya berat

***

Sungmin mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi..

Sebuah kenyataan pahit tentang masa lalunya baru saja terungkap…

Benarkah itu??

#Flashback

Sungmin melihat hyemin memasuki sebuah kamar rawat setelah dia berbicara dengan eommanya. Dan tanpa sengaja eomma hyemin melihat sungmin

“Neo…” kata nyonya park yang kaget melihat sungmin

Sungmin membungkuk hormat

“annyeonghaseyo ahjumma..” sapa sungmin

“apa yang kau lakukan disini?? Apa kau akan menghancurkan hidup hyemin lagi?? Aku peringatkan jangan ganggu anakku lagi..!! uri hyemin sudah bahagia sekarang!! Sebentar lagi dia akan menikah dengan Kim Jun Myeon..!!” ucap nyonya park

Ada sebersit rasa sakit menusuk ulu hati sungmin setelah mendengar ucapan eomma hyemin bahwa hyemin akan segera menikah, entahlah dia sendiiri tak mengerti..

“Ahjumma..apa aku dan hyemin mempunyai hubungan yang spesial?”  Tanya sungmin

Nyonya park kaget mendengar pertanyaan sungmin

“Mwoya!! Apa kau pura-pura lupa?? Atau kau benar-benar melupakan semuanya?? Kau berpacaran dengan hyemin, sampai kau membuat hyemin menunggumu selama 10 tahun..!!!”

“nde?? 10 tahun??” sungmin kaget mendengar apa yang dikatakan oleh nyonya park

“ne..kau menjanjikan 3tahun diluar negeri dan membuat janji dengan hyemin janji untuk saling menunggu, tapi apa?? Kau menghilang selama 10 tahun, dan yang tidak dapat kupercaya adalah sampai saat ini hyemin masih menepati janjinya dan percaya bahwa kau akan kembali. Walaupun aku menyuruhnya menikah dengan jun myeon. Aigoo~” omel nyonya park

“nde??” sungmin semakin tidak percaya dengan apa yang  didengarnya

“omo~ kenapa aku menceritakan semuanya padamu? Lebih baik kau pergi sekarang dari sini, jangan menemui hyemin lagi..!! karena aku yakin setelah kejadian ini dia pasti mau menikah dengan jun myeon” ucap nyonya park

Sungmin terdiam mematung.. bayangan-bayangan dari bagian masa lalunya berkelebat dalam benaknya..

“Maafkan aku..”

“kenapa?? Ada apa??”

“aku harus pergi ke luar negri..”

“berapa lama??”

“aku tidak tahu..”

“……..”

“……..”

“apa kau akan kembali lagi??”

“aku akan segera kembali dengan secepatnya. Aku janji!!”

“benarkah?? Janji??”

“ya…aku janji..tunggu aku..”

“aku akan terus menunggumu sampai kau datang”

“janji?? Kau harus janji untuk menungguku sampai aku kembali”

“iya..aku janji..”

“saranghae..”

“na ddo saranghae oppa..”

Apakah dia yang membuat janji itu?? Tiba-tiba sungmin merasakan kepalanya berdenyut hebat

#FlashBack End

Sungmin menginjak rem dengan kuat sehingga menimbulkan suara decitan

“CCCCIIITTTTTTT” seperti itulah kira-kira suaranya #plakk

Mobil sungmin berhenti dipinggir jalan

“AAAARRRRGGGHHHHHH!!!!!!” teriak sungmin frustasi sambil memukul-mukul setir mobil *kasian setir yang tak bersalah kena pukul* #PrayForSetir -_-

Sungmin menjambak rambutnya keras, merasa takdir telah mempermainkannya.. bagaimana mungkin..bagaimana mungkin…bagaimana mungkin.. bagaimana mungkin.. bagaimana mungkin.. bagaimana mungkin.. bagaimana mungkin.. bagaimana mungkin.. bagaimana mungkin.. bagaimana mungkin ini semua ter jadi padanya??

Apa benar yeoja yang selalu ada di mimpinya adalah hyemin?? Apa janji itu..janji itu..apa janji itu dia yang membuatnya bersama dengan hyemin??

Ddrrrtt..dddrrrtt..ddddrrrttt…

Ponsel sungmin bergetar namun diabaikannya.. ponselnya terus bergetar..sampai akhirnya si penelepon menyerah karena terus diabaikan.. #YangSabarYaQaqaaaa.. -_-

***

*Hyemin POV*

Kenapa sungmin oppa tidak mengangkat teleponnya aku sangat mengkhawatirkannya. Dia sudah tahu semuanya sekarang, tapi kenapa dia tidak menjawab panggilanku??

#FlashBack

Hyemin keluar dari ruangan jun myeon

“eomma..” panggil hyemin

“eoh..hyemin-ah..” sang eomma masih kebingungan memikirkan sesuatu

“eomma..wae geurae?? Apa yang sedang eomma pikirkan??”

“tadi ada sungmin, tapi kenapa dia terlihat berbeda?? Dia terlihat tidak tahu apa-apa hyemin-ah”

“Mwo?? Sungmin oppa?? Sekarang dia kemana??”

“eomma sudah mengusirnya tadi, eomma bilang bahwa sebentar lagi kau akan menikah dengan jun myeon, jadi eomma mengusirnya dan menyuruhnya untuk jangan mengganggumu lagi”

“Mworagooo?? Eommmaaaaa…apa yang kau lakukan?? Apa eomma tahu.. 7 tahun yang lalu sungmin oppa mengalami kecelakaan, lalu dia amnesia dan tidak ingat apapun”

“mwo??kenapa kau baru memberitahu eomma sekarang?? Pantas saja dia menanyakan hal yang berhubungan denganmu dan dia terlihat kesakitan” kata nyonya park merasa bersalah

“haiisshhh..jinja..!! apa saja yang sudah eomma katakan padanya??”

“semuanya…”

“MWOOO?? Eommaaa haiiisshh~~ michine..”

“Yaa!! bagaimana dengan jun myeon?”

“eomma lihat saja sendiri”

“Yaa!! jangan bilang kalau kau akan kembali pada sungmin?”

“sejak awal namja yang aku cintai hanyalah sungmin oppa”

“Neo Micheosseo!!” teriak nyonya park kesal

“geurae..aku memang gila karena hanya mencintainya eomma..!! apa aku salah?? Dari awal aku memang tak menginginkan ini semua terjadi padaku eomma..eomma yang memaksaku menikah dengan jun myeon, aku harap eomma jangan menghalangi kebahagiaanku, aku bisa memutuskan sendiri apa yang terbaik untukku”

“Neo Jinja..!! geurae.. lakukanlah sesuai dengan keinginanmu!! Eomma tidak akan memaksamu lagi”

#FlashBack End

*Author POV*

“sungmin oppa..neo jigeum eodie??” ucap hyemin khawatir

Sungmin mengambil ponselnya dilihatnya layar handphone nya..

20 missed call “Park Hyemin”

Sungmin menghela nafasnya berat, kemudian mulai melajukan mobilnya kembali.

***

2 weeks later…

*Hyemin POV*

Lagi….dia menghilang lagi…tanpa kabar…terakhir kali kuhubungi nomer ponselnya sudah tidak aktif.. jinjaaa!! Kenapa dia sangat senang membuatku menunggu seperti ini?? Apa dia sedang menguji kesetiaanku?? Yang membuatku penasaran adalah apakah ingatannya sudah kembali?? Apa dia sudah mengingatku?? Seharusnya dia menghubungiku setelah ingatannya kembali..

*Author POV*

Malam ini jun myeon mengajak hyemin jalan-jalan ke taman, hyemin sendiri tidak tahu mengapa jun myeon mengajaknya ke taman, malam-malam pula.. #nahloh *hayoooo~ :O

Hyemin dan jun myeon duduk di bangku taman.

Jun myeon melihat jam tangannya 23:58 KST

“jun myeon-ah apa yang kita lakukan disini?? Kajja kita pulang ini sudah tengah malam” ajak hyemin

“Nde??”

“apa ada seseorang yang sedang kita tunggu??” Tanya hyemin

“nde?? Eobseo..”

“kajja..kita pulang” ajak hyemin sambil berdiri dari bangku taman

Seketika lampu taman mati.. taman menjadi gelap gulita..

“inilah saatnya..” batin jun myeon

“Mwoya!! Kenapa lampunya mati?? Apa mereka tidak membayar rekening listriknya??” umpat hyemin #Hening –_-

JREEEEEEEEEEEENNNGGG!!!!!

Cahaya yang menyilaukan mata terhampar(?) didepan mata hyemin..

Hyemin menyipitkan matanya mencoba melihat orang yang ada disana..

“S..Ss..Sss..Ssss..Sssss..Sungmin oppa…” gumam hyemin seperti melihat penampakkan saking kagetnya😄

Ya..hyemin melihat sungmin dan beberapa orang yang tak dikenalnya ada disana, dengan posisi (?) sungmin ditengah-tengah memegang sebuah kue tart dengan beberapa lilin diatasnya..

“Saengil chukka hamnida..saengil chukka hamnida..saranghaneun uri hyemin..saengil chukka hamnida…” mereka menyanyikan lagu itu bersama sambil melangkah menuju hyemin jun myeon pun yang berada disampingnya ikut bernyanyi..sambil bertepuk tangan.. -_-

Hyemin membekap mulutnya tak percaya…

Setelah sungmin mendekat tepat didepan hyemin,,

“Surpriseee…make a wish..” ucap sungmin

Hyemin memejamkan kedua matanya kemudian membuka matanya *cepet amat yak -_-* lalu meniup semua lilin beserta kuenya (?) #PrayForCake

“Yeee…saengil chukkae..chagya…” ucap sungmin sambil tersenyum manis lalu kemudian mencium kening hyemin

“saengil chukkae hyemin-ah” jun myeon tersenyum senang

“Saengil chukkaee hyemin-ssi.. Sungyeol imnida, sungmin chingu”

“Saengil chukkaee hyemin-ssi.. Seungho imnida, sungmin chingu”

“Saengil chukkaee hyemin-ssi.. Seungri imnida, sungmin chingu”

“Saengil chukkaee hyemin-ssi.. Jiyong imnida, sungmin chingu”

“Saengil chukkaee hyemin-ssi.. Changmin imnida, sungmin chingu”

“Saengil chukkaee hyemin-ssi.. Kyuhyun imnida, sungmin chingu”

“Saengil chukkaee hyemin-ssi.. Kevin imnida, sungmin chingu”

“Saengil chukkaee hyemin-ssi.. Xiumin imnida, Jun Myeon chingu”

“Saengil chukkaee hyemin-ssi.. Kikwang imnida, Jun Myeon chingu”

“Saengil chukkaee hyemin-ssi.. Minhyuk imnida,Jun Myeon chingu”

“Saengil chukkaee hyemin-ssi.. Sehun imnida, Jun Myeon chingu”

“Saengil chukkaee hyemin-ssi.. Kriss imnida, Jun Myeon chingu”

Para gerombolan(?) yang mengelilingi sungmin mengucapkan selamat ulang tahun dan memperkenalkan diri mereka masing-masing pada hyemin xD

“aaahhh~ ye..gamsahamnida..bangapseumnida “ ucap hyemin sambil tersenyum bahagia bercampur haru..

“chagya..narang kyeoreonhae jullae??” ucap sungmin tiba-tiba

“nde??” hyemin shock :O

Sungmin berlutut didepan hyemin dengan sebuah kotak cincin yang terbuka sepasang cincin berada disana (?)

“narang kyeoreonhae jullae??” ulang sungmin

“apa ingatan oppa sudah kembali?” Tanya hyemin

“aku sudah mengingat semuanya”

“sejak kapan? Kenapa oppa tidak mengabariku jika oppa sudah mengingat semuanya??”

“bisakah kau menjawab pernyataanku sekarang Park Hyemin??”

“bisakah kau menjawab pertanyaanku sekarang Lee Sungmin??”

Sungmin menghela nafas panjang..

“kemarin-kemarin aku melakukan terapi untuk mengingat semua kenanganku yang hilang..”

#FlashBack

Sungmin keluar dari ruang terapi dan jun myeon juga baru keluar dari ruang terapi kaget melihat sungmin

“sungmin-ssi”

“nde?? Nugusseyo??”

‘kim jun myeon imnida, hyemin chingu”

“kim jun myeon? Bukankah kau yang akan menikah dengan hyemin?”

“aniyo..aku sudah membatalkannya”

“waeyo??”

“cintanya hanya milikmu sungmin-ssi, dia menepati janjinya untuk selalu menunggumu”

“jeongmal??”

“ne..”

“ahh..jun myeon-ssi bisakah kau membantuku??”

“membantu apa??”

“lusa adalah ulang tahun hyemin aku ingin kau melakukan ini..”

#Flashback End

“seperti itulah..dan sekarang bisakah kau menjawab pernyataanku sekarang Park Hyemin??”

“lalu?? Bagaimana dengan yeojin??”

“yeojin?? Dia yeojachingu sungjin chagya..”

“geurae…..”

“narang kyeoreonhae jullae??” ulang sungmin lagi

Hyemin terdiam..lalu mengangguk..

“I do oppa…” jawab hyemin

Sungmin tersenyum bahagia..dia segera berdiri lalu mengambil sebuah cincin dari kotak itu lalu memasangkan cincin itu di jari manis hyemin.

Hyemin pun melakukan hal yang sama pada sungmin.

Sungmin memeluk hyemin bahagia..lalu mencium keningnya lagi..

“mianhae..mungkin ini sangat terlambat untukmu..gomawo..kau sudah menepati janjimu untuk menungguku..” ucap sungmin

“gomawo oppa.. sudah menepati janjimu untuk kembali” ucap hyemin

Promise You..

I want to protect you in my whole life, my heart is hot
(and being full of love??)
Promise You..

what I want to send you is just “I love you” with never changed love

Promise you..

I will live thinking of you

We are the one from heart to heart
Promise You..

What I want to tell is just “I love you”
I will promise the piece of eternity

I will promise the piece of eternity

-KKEUT-

FF ini special buat adek iparku tersayang Park Hyemin..kekeke~ Saengil Chukka Hamnida adek ipar.. *taplokin kue xD * ini hadiah dariku..hehehe semua biasnya aku masukkin tuh..hahaha *meskipun harus nanya sama eonni sunny buat ngabsenin biasnya satu-satu takut ada yang kelewat* kekeke aku kasih bonus tuh ucapan dari Thuhooooo~~~ btw tadinya castnya mau sungmin sama xiumin tapi dipikir-pikir lagi xiumin kok berasa kurang cocok yah ._.v dan jadilah Thuhooo yang terpilih dan lolos audisi casting di “a promise” ini😀 bang thuhooo kan ganteng,, wkwkwkwk tapi sayang dia tersakiti #PoorSuho😥 #geretbangthuhoooo…

Terima kasih buat buat eunja yang udda bersedia ngeditin poster FF ini..hehehe mumumu~ :* :* :*

Semoga adek ipar suka sama ini FF.. ^^ sekali lagi saya beserta #ekhm.. keluarga tercinta *geret ryeowook, sunggyu, yoseob, thunder, minhyuk, myungsoo, baekhyun, daehyun, kevin, luhan* ngucapin “HAPPY BIRTHDAY….Selamat menjadi TUA” kekeke~~ v._.v #kaboooooorrrr *Wuusshhh~~ #MenghilangBersamaParaSuami

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , | Leave a comment

FF l TWOSHOOT l ~ A Destiny ~ l Part 2 l END

Gambar

Cast :     Jung Daehyun

                Lee Minra

                Byun Baekhyun

                Kim Sung Rin

Support cast : find it by yourself!! Kekeke~

Genre : Romance, Angst

Backsong : ♪♫ B.A.P – What My Heart Tells Me To Do

                    ♪♫ BEAST – Clenching A Tight Fist

Sudah kukatakan pergilah, pergilah menjauh

Kubilang padamu ku tak menyukaimu karena kupikir ku takkan pernah melihatmu lagi

Kuingin memelukmu dengan kedua tangan ini, tapi kutak bisa

Karena kupikir ku kan menangis lebih dulu

 

Minra membawa gelas berisi air untuk daehyun dan memberikannya pada daehyun. Daehyun menerima gelas itu lalu meminumnya. Kemudian Minra duduk disamping daehyun.

“bagaimana keadaanmu sekarang? Apa lukanya masih sakit?” tanya minra

“wae? Apa kau mengkhawatirkanku?” tanya daehyun

“Nde? Yaa!! percaya diri sekali kau.. aku bertanya karena merasa bersalah..” ucap minra

“Yaa!! berhentilah menyangkalnya nyonya Lee..kau benar-benar khawatir dengan keadaanku kan? Tapi kau menutupinya dengan alasan merasa bersalah..aku tahu semuanya!!” kata daehyun

“Mwoya!! apa kau mabuk?” tanya minra

“nde??” daehyun kaget

“bicaramu mulai melantur kemana-mana..!!” kata minra

 “geurae..aku memang sedang mabuk karenamu Minra-ya..” kata daehyun

“mwo? Perasaan..aku memberimu air putih bukan soju..” kata minra

“atau aku salah menuangkan air…” gumam minra sambil berpikir keras mengingat apa yang dia tuangkan ke gelas daehyun. Daehyun menahan tawanya melihat kepolosan minra.

“Babo!!” umpat daehyun sambil menarik hidung minra

“aaahh..apphooo…Yaa!! kenapa kau menarik hidungku?? Haiisshh..jinjaaa..”omel minra sambil mengusap-usap hidungnya. Daehyun tertawa melihat ekspresi minra saat ini, terlihat sangat lucu dan menggemaskan.

“haiisshh..kau malah menertawakanku..rasakan ini!!” kata minra sambil menarik hidung daehyun

“aahhh..apphoo..apphooo..Yaa!! geuman..Minra-ya..” rintih daehyun sementara minra tertawa penuh kemenangan

Tanpa mereka berdua sadari baekhyun memperhatikan kejadian itu diambang (?) pagar rumah..baekhyun menatap minra dan daehyun yang sedang tertawa bahagia. Dilihatnya daehyun mengacak-acak rambut minra sambil tertawa lalu minra yang protes namun detik berikutnya ikut tertawa. Bukankah ini terlihat menyedihkan?? Mereka tertawa bahagia, sedangkan dia?? Merasakan kepedihan yang menusuk-nusuk hatinya saat ini. Baekhyun kemudian berbalik meninggalkan rumah. Seharusnya dia tak perlu mengkhawatirkan apapun.ini adalah tindakan terbodohnya yang dia lakukan..!!

Minra tertawa kemudian berhenti saat pandangannya melihat kearah pagar rumah… daehyun yang masih tertawa menatap minra heran

“wae?” tanya daehyun

“apa itu tadi baekhyun??” tanya minra

“mwo?? Baekhyun??” tanya daehyun sambil melihat kearah pagar rumah. Tidak ada siapapun

“Yaa!! tidak ada siapapun disana. Apa kau sedang berkhayal?” tanya daehyun

“hmm..mungkin aku salah lihat” kata minra

“hahaha..geurae..kau memang salah lihat mana mungkin baekhyun kemari? Dia kan sedang pergi bersama dengan yang lainnya” kata daehyun

Minra mengangguk mengiyakan namun pandangannya masih melihat kearah pagar rumah penasaran

“minra-ya..” panggil daehyun

“hmm..” gumam minra tak bergeming

“Yaa!! Lee Minra..!!” panggil daehyun lagi

“ahh..waeeee???” kata minra kesal dengan panggilan daehyun, kini pandangannya beralih melihat daehyun.

*chu~ tiba-tiba. daehyun mencium bibir minra Minra membelalakkan matanya kaget. Minra hendak menjauhkan kepalanya namun dengan cepat tangan daehyun menahannya

Daehyun melepaskan ciumannya, lalu menatap minra dalam.

“saranghae…” ucap daehyun lirih

Minra terdiam…dia memang mencintai daehyun, namun dia masih ragu ada perasaan lain yang mengganggu pikirannya saat ini. Entah apa itu..tapi minra juga tidak bisa menyangkal tentang perasaannya sendiri pada daehyun.

“aku hanya ingin bilang saranghae..aku tidak memaksamu untuk membalasnya..tapi aku tahu kau juga mempunyai perasaan yang sama” ucap daehyun sambil tersenyum lalu  membelai rambut minra dengan lembut.

“na ddo saranghae..” gumam minra

***

Kita saling mencintai, benar-benar saling mencintai

Mengapa kita berpisah seperti ini

(Janganlah berpisah)

Katakan padaku kau takkan bisa hidup tanpa ku,

Katakan padaku kau akan mati tanpa aku,

Kau yang telah mengumbar kata,

Kemana kau pergi? kemanakah kau pergi?

 

Satu minggu kemudian…

Malam ini bintang menghiasi langit. Bulan purnama muncul menerangi kegelapan. Suara binatang-binatang malam bernyanyi menghangatkan suasana. Membuat semua para penghuni rumah tertidur pulas, kecuali Daehyun dan Minra yang duduk dihalaman menikmati suasana malam yang sangat indah. Daehyun merangkul pundak minra.

“minra-ya..”

“hmm..”

“kenapa kau menyukaiku?”

“kenapa kau menanyakan itu..”

“haiisshh..kau ini..jawab saja..!!” kata daehyun kesal sambil menarik hidung minra gemas

“Yaa!! kenapa kau suka sekali menarik hidungku” protes minra sambil mengusap-usap hidungnya

“hehehe..kau menggemaskan..” kata daehyun lalu mulai mencubit pipi minra

“Yaa!!” minra protes

“sssuuttt..nanti yang lain terbangun karena teriakanmu..”

“biarkan saja mereka terbangun..” kata minra

“mwo? Andwae….” Kata daehyun

“wae?” tanya minra

“kalau mereka bangun, mereka akan mengganggu kita” protes daehyun

“biarkan saja.. aku tidak peduli” kata minra acuh

“mwo?? Yaa!! haiisshhh..kau inii…” umpat daehyun lalu mulai menarik hidung minra lagi, kali ini minra tidak tinggal diam. Dia juga menarik hidung daehyun sepanjang mungkin -_-

Beberapa menit kemudian..

“cha..berbaringlah disini..” kata daehyun sambil menepuk-nepuk pahanya

“Shireoo..” tolak minra

“aiisshhh,,ppaliwa…” kata daehyun merajuk

“shireo……”minra tetap bersikeras

Daehyun tidak kehabisan akal, dia menarik kepala minra hingga minra berbaring di pangkuannya -_-

“Yaa!! diamlah!! Apa susahnya seperti ini..” kata daehyun sambil tersenyum senang. Minra yang ingin bangun tidak jadi karena tangan daehyun menahannya

“dasar pemaksa!!” gumam minra

Daehyun tidak peduli, yang dia inginkan hanyalah seperti ini, terus bersama minra..tangan daehyun mulai membelai rambut minra.

“minra-ya..” panggil daehyun

“hmmm….”

“na..jeongmal saranghae…”

“heemmm..”

“Yaa!!”

“waee??”

“kau tidak mendengar ucapanku?”

“aku mendengarnya..”

“Yaa!! bisakah responmu tidak seperti itu? Jika kau mendengar hal itu responlah dengan baik dan benar..”

“hmm..”

“Yaa!! kenapa responmu datar sekali…” protes daehyun

“na ddo..”

“Yaa!!”

“haiisshh..bisakah kau diam? Aku mengantuk..” omel minra

“Mwo??” daehyun kaget mendengar omelan minra

“haiiisshh..” minra bangkit dari tidurnya dan segera duduk

“na khalke..jalja…” kata minra sambil berdiri lalu berjalan pergi kekamarnya

Daehyun masih terdiam ditempatnya..

 

*Daehyun POV*

Ada yang aneh dengan minra..dia kenapa?? Aku merasa sikapnya berbeda padaku, apa dia mempunyai masalah? Kenapa sikapnya aneh sekali..padahal aku ingin menceritakan sesuatu hal yang penting padanya..

 

*Minra POV*

Aku masih memikirkan kata-kata jae in padaku tadi sore. Benarkah itu? Benarkah daehyun sudah mempunyai yeojachingu? Dan hubungan mereka sudah setahun lebih.. haiissshhh apa dia playboy? aku tidak habis pikir.. nan eotteoke?? Sekarang aku harus bagaimana? Apa aku harus menanyakannya langsung? Aniya..kalau dia namja yang baik seharusnya dia berbicara jujur padaku. Geurae..aku akan menunggu dia menceritakan semuanya padaku.

***

@ Yeoja’s room..

“minra-ya..gwenchana??” tanya jae in khawatir

“wajahnya pucat, sepertinya dia sakit, jae in-ah” kata rae in

Jae in memegang kening minra. Panas..minra terkena demam..

“sebaiknya kita harus segera memberitahukan hal ini pada shindong oppa” kata rae in

“geurae..kalau begitu aku akan memberitahunya” kata jae in sambil berjalan keluar kamar

Tak lama kemudian… datanglah shindong, sungjin, baekhyun, daehyun, dan jae in ke kamar dengan wajah khawatirnya..

Shindong segera menghampiri minra dan menyentuh keningnya. Panas.. tubuh minra berkeringat. Wajahnya pucat.

“minra-ya..” panggil daehyun khawatir

Minra mencoba membuka matanya perlahan,kepalanya terasa berdenyut hebat seperti ada tumpukan batu-batu besar diatas kepalanya saat ini minra melihat orang-orang disekelilingnya..

“nan..gwenchana..” gumam minra sambil mencoba untuk tersenyum

“Babo..!!” umpat daehyun dia segera melangkah keluar kamar. Minra menatap kepergian daehyun heran..

“daehyun kenapa?” tanya shindong

“molla..” jawab sungjin

Tak lama kemudian daehyun datang dengan sebaskom air dan handuk kecil lalu dia segera mengompres kening minra agar panasnya turun. Daehyun mengeluarkan sapu tangan yang sering dibawanya lalu mengelap keringat diwajah minra dengan sapu tangannya itu.

“apa kau sudah makan?” tanya daehyun

Minra menatap daehyun kemudian menggeleng.

“chakkaman..aku akan membuatkan bubur untukmu” kata daehyun

Daehyun segera melangkah kedapur dan membuat bubur.

“sebaiknya kita keluar saja..biarkan minra istirahat” kata shindong sambil melangkah keluar kamar diikuti sungjin, rae in, jae in.. baekhyun masih menatap minra khawatir, minra juga menatap baekhyun..

“nan gwenchana baekhyun-ah..” ucap minra

“arasseo..ada daehyun yang akan merawatmu, aku seharusnya tidak perlu mengkhawatirkanmu seperti ini” ucap baekhyun

Minra mengerutkan keningnya tak mengerti dengan ucapan baekhyun barusan.

Baekhyun berbalik hendak melangkahkan kakinya keluar kamar.

“chakkaman..apa maksud ucapanmu tadi baekhyun-ah?” tanya minra penasaran

“aku akan terus menunggumu minra-ya..” jawab baekhyun kemudian melangkah keluar kamar

***

Did you hurt a lot?

Are you really tired?

Did I make things hard for you?
I was only used to receiving love

I think I only knew myself

I know your heart, I know
I know your love but I guess it’s not for me

***

Minra tertidur setelah makan bubur dan minum obat demam. Daehyun menatap minra lalu mulai mengompres keningnya. Daehyun membelai rambut minra dengan sayang..

“cepat sembuh..minra-ya..” gumam daehyun sambil menggenggam tangan minra. Tak lama kemudian daehyun pun ikut tertidur disamping minra.

***

When all the love songs become sad break up songs
I will listen as I think of you

I confess inside my heart
I will remember

When I think back to the stories we shared
Where would we each be?
Will we be in different relationships as we forget about each other?
***

Minra membuka matanya perlahan, rasa pusing dikepalanya mulai berkurang. Dia menatap sekelilingnya, dilihatnya daehyun tertidur disampingnya dengan memegang tangannya. Apa daehyun yang menjaga dan merawatnya seharian ini? Minra mencoba bangun dan duduk dengan hati-hati agar tidak membangunkan daehyun, namun ternyata pergerakkannya justru membuat daehyun terbangun. Daehyun membuka matanya dan melihat minra yang sedang berusaha bangun.

“eoh??” daehyun segera membantu minra untuk duduk dengan mata yang setengah tertutup karena rasa kantuknya belum sepenuhnya hilang

“mianhae..aku membangunkanmu..” kata minra

“aniya..” daehyun menyentuh kening minra untuk memastikan keadaannya sekarang

“syukurlah..demamnya sudah turun” kata daehyun

“gomawo..” ucap minra

“hmmm..” gumam daehyun matanya masih setengah terbuka

“cha..tidurlah disini..” kata minra sambil menepuk pahanya.. tanpa pikir panjang daehyun segera membaringkan kepalanya di pangkuan minra.. minra membelai rambut daehyun..lalu meneliti setiap sudut wajahnya. Daehyun menatap minra. Entah kenapa rasa kantuknya menghilang, matanya enggan terpejam Dia ingin terus seperti ini. Tak ingin berpisah dengan minra

Minra mulai menelisik wajah daehyun dengan jari telunjuknya.. dimulai dari alisnya..kemudian matanya..lalu berhenti di hidungnya..karena tangan daehyun menahan pergerakkan jarinya dengan tiba-tiba. Tatapan mereka bertemu. Daehyun menggenggam tangan minra erat.  Tanpa diduga Minra mendekatkan wajahnya lalu mencium kening daehyun.

Chu~

“gomawo..sudah merawat dan menjagaku selama aku sakit” kata minra

Daehyun tersenyum jail..

“bukan seperti itu caranya berterima kasih nyonya Lee” kata daehyun. Minra menatap daehyun tak mengerti, tiba-tiba daehyun menarik tengkuk minra kemudian mencium bibirnya.. >/////<

***

Hari ini tidak ada kegiatan apapun. Seluruh anggota bisa bebas melakukan apa saja yang mereka inginkan.

Jae in mulai tenggelam dengan buku bacaannya, rae in mulai asyik dengan kegiatan menyendirinya, sungjin tak terlihat sepertinya sedang tidur siang, shindong berada didapur sedang memasak ramen, daehyun sedang mandi lalu baekhyun duduk dihalaman dengan gitarnya, dia sedang asyik mencocokkan nada-nada gitar  yang menurutnya benar.

Jreng..jreng..jreng..

“ssshhh..ani..bukan seperti ini..” gumam baekhyun sambil menggelengkan kepalanya kemudian mulai memetik senar gitarnya lagi dengan serius

Jreng..jreng..jreng…

Minra menghampiri baekhyun..

“Baekhyun-ah..” panggil minra sambil menepuk pundak baekhyun

“aahh..gapjagi..”rutuk baekhyun lalu melihat minra yang sedang tersenyum kearahnya

“mian..” ucap minra sambil nyengir

Baekhyun kembali fokus pada gitarnya..

Jreeeeeeeeennggg….

“baekhyun-ah..”

“hmm..”

“bisakah kau mengajarkanku bermain gitar?”

Baekhyun menatap minra heran.

“wa..waeyo??” tanya minra gugup ditatap baekhyun seperti itu

“hmmm..aniya..” lalu baekhyun kembali fokus pada gitarnya

“Yaa!! kau mau mengajariku tidak?” tanya minra

“hmm..kau serius ingin belajar bermain gitar?” tanya baekhyun

“tentu saja..” kata minra yakin

“geurae.. cha..” baekhyun memberikan gitarnya

Minra mengambil gitar baekhyun lalu sudah bersiap dengan posisinya. Baekhyun mulai mengajarkan kunci-kunci gitar  pada minra.

“apa seperti ini?” tanya minra memperlihatkan letak jarinya pada gitar baekhyun

“aniya..seharusnya ini seperti ini..” kata baekhyun sambil membenarkan posisi jari minra bertepatan dengan keluarnya daehyun dari kamar mandi dan melihat kejadian itu.

“ige mwoya..” gumam daehyun yang melihat jarak baekhyun dan minra sangat dekat

“aahhh…ireohke…” kata minra. Mereka belum menyadari keberadaan daehyun yang sedang memperhatikan mereka.

“geurae..coba kau petik senarnya sekarang” kata baekhyun

Jreeeennnngggg… minra tertawa mendengar suara gitar yang dia petik

“waeyo? Kenapa kau tertawa?” tanya baekhyun heran

“aniya..keunyang..aku hanya merasa senang..akhirnya aku bisa memetik senar gitar asal kau tahu baejhyun-ah sudah lama aku ingin belajar bermain gitar dan memetik senarnya, namun tak ada yang mau mengajariku..bahkan oppa kandungku sendiri tidak mau. Haiisshh menyebalkan..!! tapi sekarang akhirnya ada juga yang mau mengajariku bermain gitar” jawab minra sambil tersenyum

“jinja?? keureom..kalau begitu mulai sekarang aku yang akan menjadi guru gitarmu” kata baekhyun

“aahh..jeongmal?? gomawo baekhyun-ah..” ucap minra

Baekhyun tersenyum menanggapinya

“kajja..kita lanjut ke kunci selanjutnya..” kata baekhyun

“eoohh..”

“Ekkhhmmm…” daehyun berdehem keras membuat minra dan baekhyun menghentikan aktifitasnya dan menatap  daehyun yang entah sejak kapan sudah berada dihadapan mereka.minra menatap daehyun sesaat kemudian mengalihkan pandangannya pada baekhyun yang berada disampingnya.

“apa kunci selanjutnya??” tanya minra

Daehyun melotot tak percaya.minra mengabaikannya..

“nde?? Aahhh.. selanjutnya kunci A” jawab baekhyun

“haiisshhh..jinjaaa..kenapa cuacanya panas sekali hari ini” rutuk daehyun sambil berlalu menuju kamarnya

“seperti inikah?” tanya minra pada baekhyun memperlihatkan posisi jarinya

“aahh..ye..seperti itu..” kata baekhyun

SREEEEEKKKKKKKKKK..!!! suara dorongan pintu yang sangat keras membuat minra dan baekhyun menghentikan aktifitas mereka sejenak

“kenapa dengannya..” gumam minra sambil melihat kearah kamar daehyun yang tertutup..

***

@ Daehyun’s room

“haiiisshhh..jinjaaa..!!!” umpat daehyun sambil mengacak-acak rambutnya yang masih basah

“Berani-beraninya kau mengabaikanku..aiisshh..Yaa!! Lee Minra!! Lihat saja..kau akan mendapatkan balasan yang setimpal..” rutuk daehyun kesal

***

Daehyun keluar dari kamarnya dilihatnya minra dan baekhyun yang masih duduk dihalaman, kali ini baekhyun sedang bernyanyi sambil memainkan gitar dan minra mendengarkan disampingnya sambil larut dengan lagu yang dimainkan oleh baekhyun.

“ige mwoya..” umpat daehyun..ia semakin kesal saja. Daehyun melangkah menghampiri minra dan baekhyun..

 “When I see your face…

There’s not a thing that I would change..

Cause you’re amazing..

Just the way you are…

And when you smile..

The whole world stops and stares for awhile

Cause girl you’re amazing..

Just the way you are…” baekhyun bernyanyi sambil memainkan gitarnya matanya terus menatap minra yang sedang menikmati permainan gitarnya kemudian baekhyun mengakhiri permainan gitarnya..Minra tersenyum senang, suara baekhyun sangat merdu dan terdengar indah di  telinganya..

“kyaaa~ daebaakkk..!!! suaramu sangat bagus baekhyun-ah..” puji minra sambil bertepuk tangan

Baekhyun tersenyum mendengar pujian minra padanya..

“gomawo..” ucap baekhyun

“aku tak menyangka kau bisa bernyanyi dan pintar memainkan alat musik” kata minra

Baekhyun hanya tersenyum simpul mendengarnya.

“ttarawa…” tiba-tiba daehyun datang dan memegang tangan minra saat itu.

“eoohh??” minra kaget begitupun baekhyun yang sedang asyik mengobrol dengan minra kaget dengan tindakan daehyun yang tiba-tiba..

“ttarawa…” ulang daehyun

“eodiga??” tanya minra

“nanti kau juga akan mengetahuinya” ucap daehyun

“geurae..baekhyun-ah..aku pergi dulu ya..” pamit minra

Baekhyun mengangguk mengiyakan. Kemudian minra dan daehyun pergi.. baekhyun hanya melihat kepergian minra tanpa mampu berbuat apapun. Shindong keluar dari dapur dengan sepanci ramen yang masih panas.

“baekhyun-ah..kau mau ramen?? Aku memasak banyak ramen hari ini” tawar shindong

“ne..hyung..” kata baekhyun sambil tersenyum

***

Daehyun mengajak minra menuju air terjun yang berada diantara lereng gunung. Letaknya sangat strategis, pemandangannya sangat indah. Minra dan daehyun duduk diatas batu besar yang letaknya dekat dengan air terjun..

“daehyun-ah..neomu areumdawoyo..” ucap minra takjub melihat pemandangan disekelilingnya. Ini sangat indah..

Daehyun tersenyum melihat ekspresi minra yang takjub dengan keindahan alam yang berada di desa ini.

“Yaa!! minra-ya..” panggil daehyun

“emm??”

“kau jangan terlalu dekat dengan baekhyun..” ucap daehyun

“nde?? Wae??” tanya minra polos

“aku cemburu..” jawab daehyun

“mwoya!! kau jangan berpikiran yang aneh-aneh aku dan baekhyun kita hanya berteman biasa, aku tak punya perasaan apapun padanya” jelas minra

“entahlah…tapi aku merasa baekhyun punya perasaan padamu” ucap daehyun

“aiisshh..itu hanya perasaanmu saja..!! jangan dipikirkan..” kata minra

“geurae..minra-ya”

“hmm..”

“maukah kau berjanji satu hal padaku?” tanya daehyun

“mwol?”

“apapun yang terjadi nanti..kau tidak akan meninggalkanku..”

Minra mengerutkan keningnya

“maksudmu??” tanya minra

Daehyun meraih kedua tangan minra menggenggamnya

“aku ingin berbicara jujur padamu..” ucap daehyun

“tentang apa?” tanya minra

“tentangku…” jawab daehyun

“sebenarnya..aku sudah mempunyai yeojachingu…kami sudah setahun berhubungan” kata daehyun

“kau mencintainya?” tanya minra

“entahlah..” jawab daehyun ragu

Minra mengerutkan keningnya heran mendengar jawaban daehyun

“jawaban macam apa itu??” rutuk minra

“entahlah..sepertinya sebagian rasa cintaku sudah berpindah padamu minra-ya..” ucap daehyun

“jinja??” tanya minra memastikan

Daehyun mengangguk

“sejak kapan kau tertarik padaku?” tanya minra

“sejak pertama kita bertemu..aku sudah mulai memperhatikanmu..tak sadarkah kau dengan hal itu?” tanya daehyun

“aku merasa tidak ada yang memperhatikanku saat itu..” jawab minra

“kau terlalu cuek minra-ya..bersediakah kau menungguku??” tanya daehyun

“maksudmu?” tanya minra tak mengerti

“yang aku inginkan saat ini hanyalah bersamamu..namun keadaan berkata lain..” kata daehyun

“entahlah..” minra mulai ragu

“yang aku inginkan hanyalah bersamamu..selamanya..aku yakin jika kita berjodoh pasti Tuhan akan menyatukan kita” ucap daehyun yakin

“kita lihat saja nanti” jawab minra sambil berdiri lalu melangkah pergi

***

Minra berjalan pulang menuju rumah Daehyun berlari mengejar minra yang berada didepannya.

“Yaa!! tunggu aku..haiisshhh..jalanmu cepat sekali..” omel daehyun sambil mensejajarkan langkahnya

“jalanmu yang lambat..payah!” ejek minra

“mwo?? Yaa!! kau bilang apa tadi?” tanya daehyun

“Payah..!! kau ini laki-laki atau bukan??” ejek minra lagi

“Yaa!! Lee Minra!! Neo jinjaaa…” ucap daehyun gemas sambil menarik hidung minra

“aiiissshhh..Yaa!! Jung Daehyun..!! kenapa kau suka sekali menarik hidungku eoh?? Lepaass..!!!” teriak minra sambil memukul-mukul tangan daehyun di hidungnya

“daehyun oppa…” tiba-tiba suara seorang yeoja menghentikan pergulatan (?) Minra dan daehyun

“Sungrin-ah..” panggil daehyun kaget melihat sungrin ada didepan pagar rumah mereka

“aahh..daehyun oppaa bogoshippo….” Ucap sungrin sambil berlari memeluk daehyun

“ige mwoya..” gumam minra yang melihat adegan sepasang kekasih yang sedang melepas rasa rindu

Minra segera berjalan meninggalkan daehyun dan sungrin. Dia tidak ingin melihat adegan yang memuakkan itu.  Daehyun memperhatikan kepergian minra. Minra berjalan memasuki rumah dan menuju kamarnya.

***

The moment you turn away

I fall in love with your back

Falling love spaceship

Missing you for the whole day

Without you by my side, i can’t do anything else

 

Kebenaran terungkap.. gadis yang bernama Kim Sungrin adalah yeojachingu daehyun. Datang jauh-jauh ke desa ini hanya ingin menemui daehyun. Sungrin memutuskan untuk pulang ke seoul esok harinya, jadi dia menginap untuk malam ini.

Saat ini daehyun dan sungrin pergi keluar menikmati suasana malam.

“daehyun oppa..” panggil sungrin

“nde?” tanya daehyun

“kenapa wajah oppa terlihat sedih? Apa yang oppa pikirkan saat ini??” tanya sungrin

“eobseo..” jawab daehyun

“apa oppa tidak senang dengan kedatanganku kemari?” tanya sungrin

“aniya..bukan begitu..hanya saja..aku terlalu kaget dengan kedatanganmu kemari” kata daehyun

“jinja?? Berarti surpriseku berhasil..” ucap sungrin senang

Daehyun hanya tersenyum simpul

“tapi kenapa aku merasa ada yang aneh denganmu oppa..kau berubah..tidak seperti dulu..” batin sungrin

***

Minra duduk sendirian dihalaman, menatap langit malam yang gelap gulita. Bulan dan bintang seakan enggan menemaninya malam ini,tak ada tempat baginya untuk berkeluh kesah mencurahkan semua isi hatinya saat ini Pikirannya kalut saat ini, apa yang harus dia lakukan? Dia mencintai daehyun, begitupun sebaliknya namun kenapa keadaannya harus seperti ini?? Ini bukanlah cinta yang dia harapkan.. minra menghela nafas berat.. ini akan terasa menyulitkannya..

Baekhyun datang dan duduk disamping minra. Namun minra masih belum menyadari kedatangan baekhyun, dia masih sibuk dengan pikirannya sendiri. Semua penghuni rumah ini merasa kaget dengan kedatangan sungrin. Apalagi setelah mereka mengetahui sungrin adalah yeojachingu daehyun. Baekhyun mengerti akan situasi seperti ini. Disaat seperti inilah minra membutuhkan sandaran. Dan dia rela menjadi sandaran bagi minra saat ini. Dia rela melakukan apapun asalkan minra bisa tersenyum kembali.

“ekhemm..” baekhyun berdehem

Minra tersentak kaget

“eoh…baekhyun-ah..gapjagiya..” panggil minra kaget

“apa yang sedang kau lakukan disini? Kau tidak tidur?” tanya baekhyun

“aku belum mengantuk baekhyun-ah.. aku hanya ingin melihat langit..” ucap minra

Baekhyun ikut menatap langit malam.

“gelap…” gumam baekhyun

“seperti hatiku…” gumam minra yang terdengar oleh baekhyun

“minra-ya..” panggil baekhyun

“nan eotteoke baekhyun-ah?? Haruskah aku menyalahkan takdir saat ini?? Kenapa kenyataan yang kudapatkan terasa sangat menyakitkan” minra mulai mengeluarkan isi hatinya saat ini

Baekhyun terdiam…

“aku mencintainya..tapi bukan seperti ini balasan cinta yang kuinginkan..” ucap minra sambil menundukkan kepalanya.

Baekhyun menepuk-nepuk pundak minra..mencoba memberikan ketenangan dan kekuatan pada hati gadis ini. Minra menyandarkan kepalanya pada pundak baekhyun disampingnya. Baekhyun membelai rambut minra lembut, mencoba memberikan kekuatan padanya saat ini.

Baekhyun melihat sisi minra yang lain saat ini.. minra yang rapuh.. ya..bagaimanapun juga hati wanita memang rapuh, dan seharusnya laki-laki bisa menjaga perasaan dan hati seorang wanita namun apa yang terjadi sekarang?? Daehyun telah merapuhkan hati minra serapuh-rapuhnya..

“minra-ya..bisakah kau melihatku saat ini??” batin baekhyun

“baekhyun-ah..bisakah kau bernyanyi untukku?” pinta minra

“nde?” tanya baekhyun kaget dengan permintaan minra

“aku ingin mendengar suara nyanyianmu lagi..” ucap minra

“eoh..geurae..aku akan menyanyikan sebuah lagu untukmu..” kata baekhyun

“jinja??” tanya minra antusias

“ne..” Baekhyun tersenyum kemudian menetralkan suaranya..

“Deoneun mangseoriji ma jebal
Ku mohon jangan ragu lagi

Nae simjangeul geodueoga
Hatiku telah terkumpul

Geurae nalkharoulsurok joha
Ya itu baik karena tajam

Dalbitjochado nuneul gameun bam
Bahkan jika malam ini bulan menutup mata 

Na anin dareun namjayeotdamyeon
Jika aku seorang pria yang berbeda

Hwigeun anui han gujeori eotdeoramyeon
Jika aku mempunyai bagian dalam drama

Neoui geu saramgwa bakkun sangcheo modu thaewobeoryeo
Aku akan membakar semua luka yang kau buat bersamanya

Baby don’t cry, tonight
Sayang jangan menangis, malam ini

Eodumi geodhigo namyeon
Setelah kegelapan ini diangkat

Baby don’t cry, tonight
Sayang jangan menangis, malam ini

Eobseotdeon iri dwael geoya
Ini akan seperti tak pernah terjadi

Mulgeophumi dwaeneun geoseun niga aniya
Kau tak kan pernah menjadi rusak

Kkeutnae molla ya hae deon
Akhirnya kau tak perlu tau

So baby don’t cry, cry
Jadi sayang jangan menangis menangis

Nae sarangi neol jikhiltheni
Karena cintaku akan melindungimu”

Minra terdiam mendengar setiap bait lagu yang dinyanyikan baekhyun.

“minra-ya..” panggil baekhyun

“hmm..”

“ada yang ingin aku katakan padamu”

“malhaebwa..”

“sebenarnya..sudah lama aku mempunyai perasaan padamu” ucap baekhyun akhirnya kata-kata itu keluar juga dari mulutnya. Minra terdiam

“geurae..aku tahu..hatimu hanya milik dia saat ini, tapi bisakah kau melihatku?? Aku akan terus menunggu sampai kau bisa menerima hatiku, aku tidak meminta jawabanmu saat ini. Biarlah waktu yang akan menjawab semuanya.. menjawab perasaanku..perasaanmu..aku akan menunggu sampai saatnya tiba” ucap baekhyun. Lama minra terdiam..

“baekhyun-ah..gomawo..keurigo..mianhae..saat ini hatiku masih bimbang..tapi siapa tahu..mungkin suatu saat nanti aku bisa mencintaimu” ucap minra

Baekhyun seperti mendapatkan kekuatan dan secercah harapan. Walaupun harapannya kecil, tapi dia akan selalu berdo’a dan berusaha agar hati minra dapat berpaling kepadanya. Saat ini..Biar waktu yang akan menjawab semuanya. Baekhyun akan terus menunggu sampai minra mau menerimanya.

Hening..Dilihatnya minra yang tertidur disampingnya.

“gomawo..minra-ya..” ucap baekhyun lalu mencium kening minra. Dan tepat saat itu daaehyun dan sungrin masuk kedalam rumah dan melihat saat baekhyun mencium kening minra.

Daehyun terdiam terpaku ditempatnya. Menatap lurus pemandangan dihadapannya ini. Minra yang sedang tertidur dipundak baekhyun, dan apa itu?? Baekhyun mencium kening minra bahkan membelai rambut minra?? Hatinya sungguh tak menerima ini semua.

Baekhyun melihat kearah pagar dan melihat daehyun disana, menatap tajam kearahnya. Hening..tak ada yang memulai pembicaraan. Sampai akhirnya baekhyun memutuskan mengangkat tubuh minra ala bridal style  dan membawa minra kekamarnya.

Daehyun mengepalkan tangannya menahan emosi yang memuncak dalam hatinya saat ini melihat itu semua. Dia tidak rela melihat minra dengan namja lain.

***

@ Baekhyun & Daehyun Room

Baekhyun membuka pintu kamar dan….

BUGGGG!!!!

Sebuah pukulan menyambut kedatangannya. Baekhyun jatuh terpental kebelakang.darah segar menghiasi ujung bibirnya. Ditatapnya daehyun tajam, daehyun menatap baekhyun dengan penuh amarah.

“ige mwoya!!” ucap daehyun

“mwo?”

“apa yang kau lakukan bersama dengan minra?” tanya daehyun

“itu urusanku..bukan urusanmu..!! apa hakmu?? Kau bahkan bukan pacarnya” ucap baekhyun

Daehyun terdiam. Pernyataan baekhyun barusan telak mengenai hatinya. Sakit. Kenapa keadaannya harus seperti ini

“kenapa kau memukulku? Kau marah karena aku bersama dengan minra? Aku mencintainya. Dan aku akan membuatnya menjadi milikku..” ucap baekhyun sambil mengusap darah segar di ujung bibirnya.

Daehyun terdiam

“aku peringatkan padamu Jung Daehyun. Kau sudah mempunyai yeojachingu jadi..jangan dekati dan sakiti minra..!! mulai saat ini..aku akan membuatnya bahagia.jangan pernah kau ganggu hidup minra lagi” Ucap baekhyun

***

Did you hurt a lot?

Are you really tired?

Did I make things hard for you?
I was only used to receiving love

I think I only knew myself

I know your heart, I know
I know your love but I guess it’s not for me

This is what my heart tells me to do, so it hurts even more
I love you but I need to break up with you
I’m grateful and sorry at the same time that you loved me
I lack so much so please forgive me for leaving you

My heart will sometimes and I will regret too
But still, I won’t let it show even if tears form
Sweat at me all you want, I think that will make me more comfortable
I won’t give any pathetic excuses, this is all I am

I know your heart, I know
I know your love but I guess it’s not for me

This is what my heart tells me to do, so it hurts even more
I love you but I need to break up with you
I’m grateful and sorry at the same time that you loved me
I lack so much so please forgive me for leaving you

When all the love songs become sad break up songs
I will listen as I think of you

 I confess inside my heart
I will remember

When I think back to the stories we shared
Where would we each be?
Will we be in different relationships as we forget about each other?
Will I be blaming my heart?
Is it really okay to just do what my heart tells me to do?

This is what my heart tells me to do, so it hurts even more
I love you but I need to break up with you
I’m grateful and sorry at the same time that you loved me
I lack so much so please forgive me for leaving you

 

Sebulan kemudian….

Penelitian mereka berakhir..dan mereka kembali beraktifitas seperti biasanya. Saat ini minra sedang berada ditaman belakang kampus duduk sambil membaca buku dibawah pohon yang rindang. Sejuk.. tanpa sengaja daehyun yang sedang berjalan-jalan di taman kampus melihat minra kemudian daehyun melangkahkan kakinya dan duduk disaamping minra.

Minra terkejut dengan kedatangan daehyun..

Hening..belum ada yang memulai pembicaraan..

“malhajima…” ucap daehyun

“waeyo?” tanya minra

“entahlah..aku merasa..kau akan meninggalkanku..” ucap daehyun

“kenapa kau mempunyai pikiran seperti itu?”

“entahlah..hatiku berkata begitu..”

“apa yang akan kau lakukan jika aku meninggalkanmu?” tanya minra

“jebal..aku tidak ingin itu terjadi minra-ya..” ucap daehyun

“apa kau ingin terus seperti ini? Tolong jangan egois Jung Daehyun!!” pinta minra

“geurae..aku memang egois karena aku menginginkanmu..tapi aku juga tidak bisa melepaskannya” kata daehyun

“kalau begitu biar aku yang pergi” kata minra

“andwae…”

“biarkan aku pergi kau jangan seperti ini daehyun-ah” pinta minra

“arasseo..jika ini maumu..aku menerima semuanya..” kata daehyun

“gomawo..hiduplah dengan baik, semoga kau bahagia bersamanya” kata minra sambil berdiri dari duduknya

“inikah..inikah..akhir yang kau inginkan??” tanya daehyun tiba-tiba

“mianhae..tapi..aku tidak bisa mendustai hatiku..aku mencintaimu..melebihi rasa cintaku padanya.aku tidak mungkin bisa melupakanmu begitu saja..” ucap daehyun

“jika kau ingin bersamaku seharusnya kau bisa bersikap tegas jangan seperti ini.!! Jika kau terus begini..ini hanya akan menyakiti kita semua” jelas minra

“arasseo..aku memeang egois..mianhae..” ucap daehyun

“semoga kau bahagia..” ucap minra sambil pergi melangkah meninggalkan daehyun sendirian ditaman..

“semoga..kau juga bahagia minra-ya..maafkan aku yang telah membuatmu menderita oleh cintaku..” ucap daehyun

I told you to go, to go away
I replied back to you that I didn’t like you because I thought I wasn’t going to see you again
I wanted to embrace you with my two arms, but I couldn’t do that
Because I thought I was going to cry first

We can live apart
There is a farewell for us too
Only the fake laugh is coming out

I will send you away
So hurry up and go to be happy
Clenching my fists tight, I started to cry

We can’t meet again, now we really can’t meet
I bit my lips at these cold icy words
I don’t want to look back, I don’t want to ever look back
I tell myself over and over again, but I can’t do that

After that, the dreams of me finding you repeats again
Just staring into your back, you don’t smile back looking at me
I happily greet you even though there is no response from you
I do this so that I won’t end up regretting after I wake up from this dream
It isn’t easy to fill up a blank space
The memories just shine a light to where you are
Words that I don’t even mean anything, I send them to you
Clenching my fists tight, Good luck to you

I didn’t know it was this hard walking back home
My heart is too stuffed up

I need to live better
I need to fight this off
No matter how much I tell myself
It is so hard because thoughts of you roam in my mind

We can’t meet again, now we really can’t meet
I bit my lips at these cold icy words
I don’t want to look back, I don’t want to ever look back
I tell myself over and over again, but I can’t do that

Even though I tell myself that I will forget a girl like you
Even though I tell myself that I will never look at a girl like you
But again I can’t forget you

We loved each other, we really loved each other
Why are we breaking up like this?
(Let’s not break up)
Telling me that you couldn’t live without me,
Telling me that you were going to die without me
You, who used to say such things,
Where did you go? Where did you go?

“kenapa takdir begitu kejam..membiarkan aku berpisah dengannya. Seandainya aku bisa memilih…” – Jung Daehyun-

“aku merasa inilah takdir yang terbaik untuk kita..” – Lee Minra –

–      KKEUUTT –

–       

Whoaaaahhhh….Finally..kisah ini berakhir seperti ini >,< haiiiihhhh…RCL..RCL..gomawo buat readers yang udda baca FF Gaje ini..mwehehehe :p terus nasib baekhyun gimana?? Apa  minra sama baekhyun aja yaaahh.. baekhyun sama author… mwahahahaha😀 *geretbaekki…

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , | Leave a comment

FF l TWOSHOOT l ~ A Destiny ~ l Part 1

Gambar

 

Cast :     Jung Daehyun

Lee Minra

Byun Baekhyun

Kim Sung Rin

Support cast : find it by yourself!! Kekeke~

Genre : Romance, Angst

Author : Lee Min Ra

Apakah hati bisa salah memilih??

Pertemuan singkat ini..menjadi awal kisah kita berdua..akankah kisah ini mampu bertahan lama?? Entahlah..yang aku tahu kita saling mencintai..yang aku tahu takdir telah mempertemukan kita, apa yang salah diantara kita?? Haruskah kita menyalahkan takdir??

“Kesalahan terbesarmu adalah kau mencintaiku namun kau tidak bisa bersikap tegas” – Lee Minra –

“Maafkan aku yang  tidak mampu bersikap tegas, kini aku kehilanganmu” – Jung Daehyun –

“kau mulai berubah..” – Kim Sung Rin –

“aku tahu kau mencintainya, tapi bisakah kau melihatku disini? Bisakah kau menganggapku ada?? Sekali saja…” – Byun Baekhyun –

Morning..in the kitchen…

“YAA!! Lee Minra.. bisakah kau memasak dengan benar?? Apa kau ingin meracuni semua anggota disini eoh?? Haiisshhh jinja..!! kenapa aku harus sepiket dengan yeoja sepertimu??” omel daehyun sambil mengacak-acak rambutnya frustasi

“Mwo?? Yaa!! shikkereo..!! kalau kau mengomel terus kau bisa membuat masakanku gagal!!” protes minra

“ye?? Apa kau pikir masakanmu ini berhasil, kau ini yeoja atau bukan?? Seharusnya seorang yeoja itu pintar memasak, bagaimana kalau kau sudah berkeluarga nanti?? Mau kau beri  makan apa suami dan anak-anakmu nantinya??” daehyun memulai ceramahnya mengenai “Istri idaman para suami” daehyun terus mengoceh tanpa memperdulikan raut wajah minra yang sudah ditekuk berpuluh-puluh kali lipat

“Yaa!! kau ini namja atau bukan?? Cerewet sekali..!! diamlah!!” protes minra memutarbalikkan kata-kata Daehyun padanya sambil terus menggoyang-goyangkan spatula tak tentu arah sehingga membuat sebagian nasinya terlempar kemana-mana

“Yaa!! Yaa!! Yaa!! gunakanlah spatula itu dengan benar?? Lihat..!! makanannya berhamburan kemana-mana, jangan menyia-nyiakan makanan..orang-orang diluar sana sangat kesusahan mencari sesuap nasi sedangkan kau malah membuangnya begitu saja..!!” omel daehyun sekarang topik ceramahnya adalah“Dosa seseorang yang membuang-buang makanan” -_-

“YAAAAAAA!!! JUNG DAEHYUUUUNNN!!!!!” teriak minra kali ini kesabaran minra sudah habis daehyun benar-benar telah membuatnya naik darah. Daehyun yang kaget dengan teriakan minra menatap minra agak takut

“wa..waeyo??” Tanya daehyun hati-hati karena sepertinya Minra sudah siap mengeluarkan laharnya *gunung berapi kaliiii…*

“haiiissshhhh..michine…!!!” minra membanting spatula dengan perasaan kesal lalu pergi berlalu meninggalkan dapur begitu saja. Daehyun telah membuat moodnya rusak pagi ini.

“Yaa!! Yaa!! Yaa!! minra-ya..eodiga?? kau harus melesaikan masakanmu ini” teriak daehyun

“kau selesaikan sendiri!! Aku tak peduli!!” teriak minra sambil terus berlalu meninggalkan daehyun sendirian didapur. Aroma aneh mulai tercium..daehyun mengendus-endus hidungnya..lalu segera melihat masakan yang minra tinggalkan..

“YAAAA!!! LEE MINRAAAA..MASAKANMU GOSOOONNNGGGG!!!!!” Teriak Daehyun panik dan segera mematikan kompor

“uhukk..uhuukk..Haiisshhh,,Jinjaaa..!!!” umpat daehyun sambil terbatuk-batuk karena asap makanan yang gosong memenuhi dapur

***

Minra menghela nafas panjang.. meratapi nasibnya kalau saja ini bukan tugas dari kampusnya untuk melakukan sebuah penelitian secara berkelompok mungkin dia tidak akan terjebak disini, disebuah rumah  adat sederhana di daerah perkampungan yang hanya mempunyai 3 kamar tidur 1 kamar mandi dan 1 dapur yang letaknya terpisah berada diluar lalu halaman yang lumayan luas yang ditengah halaman itu  terdaapat meja yang berukuran sedang yang suka dipakai untuk makan bersama oleh sang pemilik, mereka menyewa rumah tersebut, keadaan rumah tersebut bisa dibilang lumayan, perabotan-perabotannya masih lumayan bagus dan masih layak pakai. Shindong sekamar dengan sungjin, daehyun sekamar dengan baekhyun, dan minra sekamar dengan jae in dan rae in. yah.. kelompok mereka ada 7 anggota, 4 namja dan 3 yeoja. Kamar yeoja berada ditengah. yang dia herankan, dia mendapat kelompok yang menurut minra sendiri aneh.. dengan ketua kelompok shindong  yang notabene tidak pernah jauh dari makanan, sungjin yang pendiam, Jae in yang kutu buku daehyun yang selalu mengomel, Rae in yang terlihat selalu menyendiri dan tidak ingin berbaur dengan siapapun, mungkin hanya baekhyun dan dirinya sendiri yang terlihat normal disini.

***

@ meja halaman rumah

Semua anggota Shindong, Sungjin, Jae in dan Rae in telah berkumpul di meja yang berada di halaman rumah minus Baekhyun yang masih tidur Minra dan Daehyun yang menghilang entah kemana

“apa ini?? Kenapa sarapannya belum siap??” Tanya Shindong yang melihat meja makan masih kosong

“siapa yang jadwal piket hari ini??” Tanya Jae in

“apa tidak ada yang memasak sesuatu apapun?” Tanya Rae in

“jadwal piket hari ini Lee Minra dan Jung Daehyun keundhae kemana mereka? Aku tidak melihatnya..” ucap Sungjin sambil mencari-cari sosok minra dan daehyun

“temukan mereka!! Lalu bawa mereka kemari!!” perintah shindong, sang ketua

***

Shindong menatap tajam sepasang makhluk dihadapannya..minra dan daehyun menunduk layaknya seorang tersangka

“jam berapa sekarang?? Kenapa sarapannya belum siap??” omel shindong

“jeoseonghamnida, aku sudah memasak tapi daehyun membuatnya menjadi gosong” ucap minra membela diri dan menyalahkan daehyun. Daehyun kaget lalu menatap minra kesal

“Yaa!! kau sendiri yang membuatnya menjadi gosong, kenapa kau menyalahkanku??” daehyun tak mau disalahkan

“kalau saja kau bisa menutup mulutmu selama aku memasak mungkin sarapannya sudah jadi sekarang” minra tak mau kalah

“bilang saja kau tak bisa memasak makanya masakannya jadi gosong” omel daehyun tak mau kalah juga

“Mwwwoo?? Yaa!! bukannya aku sudah menitipkan masakan itu padamu, harusnya kau menjaga masakan itu agar tidak gosong”

“Yaa!! Lee Minra..!!”

“Yaa!! Jung Daehyun!!”

“STOOOPPPP….!!!!” Teriak shindong membuat minra dan daehyun menutup mulutnya seketika

“Sreeeeeekkkkkk” suara pintu dibuka, *tau kan pintu yang dibukanya itu didorong kesamping* mwehehehe muncullah wajah baekhyun yang baru saja bangun dari tidurnya

“hoaaammm…berisik sekalii…aku jadi terbangun”omel  baekhyun sambil berjalan memakai sandalnya lalu menghampiri yang lainnya

“ige myoya?? Minra-ya wae geurae??” Tanya baekhyun yang melihat minra menundukkan kepalanya merasa bersalah di hadapan shindong

“Yaa!! baekhyun-ah cuci mukamu sanah!!” perintah sungjin yang diabaikan oleh baekhyun

“Saya tidak mau tahu..!! ini tugas kalian untuk memasak, sekarang bagaimanapun caranya dalam waktu 30 menit makanan harus sudah tersedia!! Arasseo!!” ucap shindong tegas

“ne..”

“apa yang kalian lakukan?? Ppali..!! buat makanannya!! Waktu kalian hanya 30 menit!!” teriak shindong

“aahh..yeeee…” minra dan daehyun segera berlari kedapur

“aigoo~~ aku bisa gila mempunyai anggota seperti mereka..” gumam shindong sambil memijaat keningnya yang terasa berdenyut

“hyung..wae geurae? memangnya apa yang minra dan daehyun lakukan??” Tanya baekhyun

“mereka menggosongkan jatah sarapan hari ini” jawab shindong

“aigoo~~ perutku..aku tak yakin bisa menahan rasa lapar ini selama 30 menit, baekhyun-ah apa kau punya makanan??” Tanya shindong

“molla,,,” ucap baekhyun sambil berlalu pergi menuju kamar mandi yang terletak disamping dapur

***

30 menit kemudian…

Makanan telah tersedia dengan tepat waktu..

“kerja yang bagus!! Minra-ya daehyun-ah.. kajja kita sarapan..” ucap shindong

Merekapun sarapan bersama..

***

@ halaman rumah

Para anggota dan ketua sedang mengadakan rapat untuk memutuskan jadwal kegiatan hari ini.

“baiklah..saya sebagai ketua kelompok sudah memutuskan kegiatan untuk hari ini. Saya, baekhyun, dan rae in akan pergi menemui para tetua kampung ini dan mencari tahu sejarah tentang kampung ini, kemudian  sungjin dan jae in, kalian bertugas mencari tahu mata pencaharian apa saja yang ada di kampung ini, lalu daehyun dan minra kalian bertugas mendatangi setiap perkebunan lalu teliti tanaman apa saja yang ditanam oleh para petani di kampung ini arasseo??” kata shindong

“ne..” jawab semua anggota serempak

“oppa..boleh saya mengajukan protes??” minra membuka mulut sebelum rapat ditutup

“keputusan tidak bisa diganggu gugat, rapat saya tutup. Silahkan kalian menjalankan tugas yang sudah saya bagikan!” ucap shindong para anggota mulai bergerak menjalankan tugas yang telah dibagikan

“haiisshh..michine..!! kenapa aku harus pergi dengan daehyun..” gumam minra tak terima dengan keputusan shindong moodnya makin buruk saja hari ini

“memangnya siapa juga yang mau pergi denganmu” ucap daehyun yang mendengar gumaman minra

“geurae kalau begitu kau pergi sendiri saja! Aku  di rumah saja!”

“mwoya!! Mana bisa begitu?? Apa kau tidak ingin menjalankan tugasmu? Kau kemari bukan untuk berlibur nyonya Lee…kau disini untuk…….” daehyun sudah siap memulai ceramahnya tentang “Menjalankan tugas dengan baik”

“arasseo..kajja..” minra memotong ucapan daehyun lalu berjalan melewati daehyun dia terlalu malas mendengar omelan-omelan dan ceramah dari daehyun saat ini bisa-bisa moodnya bertambah buruk berkali-kali lipat

“ige mwoya.. Yaa!! chakkaman.. katjiga..” teriak daehyun lalu mengejar minra yang sudah berjalan didepannya

***

Minra dan daehyun akhirnya sampai di perkebunan stroberi..letak perkebunan stroberi ini sangat jauh dari rumah yang mereka sewa..

“Annyeonghaseyo..ahjumma ahjussi..” sapa daehyun dan minra sambil membungkuk hormat

“chogii..eemmm..kita ingin bertemu dengan pemilik kebun ini, apakah dia ada disini?” Tanya daehyun

Seorang ahjussi datang menghampiri minra dan daaehyun.

“saya pemilik kebun ini, Park Jung Moo imnida” kata tuan park

Tuan park menjelaskan secara detil bagaimana menanam stroberi-stroberi ini agar bisa tumbuh dengan baik dan merawatnya agar terhindar dari hama kepada minra dan daehyun sambil berjalan-jalan disekitar kebun dan memperlihatkan hasil panennya, menunjukkan bentuk stroberi yang masih segar dan bagus dan layak dijual.

3 jam berlalu… minra dan daehyun berpamitan kepada tuan park karena hari sudah sore mereka harus segera pulang..

“kamsahamnida tuan park atas ilmunya” ucap daehyun sambil membungkuk hormat minra pun ikut membungkuk

“maaf kami tidak bisa berlama-lama disini kami harus segera pulang..” kata minra

“aahhh..yee..itu tidak seberapa, ahh..chakkaman..ige…” kata tuan park sambil memberikan sebuah bingkisan dalam kantung plastik yang berukuran sedang

“ige mwo?” Tanya daehyun

“ini hanya sedikit oleh-oleh untuk kalian bawa pulang” ucap tuan park

“aigoo~~ kamsahamnida tuan park” kata daehyun sambil membungkuk mengucapkan terima kasih dan mengambil bingkisan tersebut

“kamsahamnida” ucap minra sambil membungkuk

Tuan park tersenyum senang sambil menepuk-nepuk bahu daehyun

“Annyeonghigaseyo tuan park..” pamit daehyun dan minra

“ne..hati-hati dijalan..” ucap tuan park

Minra dan daehyun berlalu pergi meninggalkan perkebunan

***

Hari sudah mulai gelap.. minra dan daehyun masih belum sampai ke rumah mereka tersesat…

“Yaa!! daehyun-ah sebenarnya tadi kita lewat jalan mana??” Tanya minra kebingungan sambil melihat jalanan di sekelilingnya mencoba mengingat arah pulang

“aiisshh..molla..” daehyun mengacak-acak rambutnya kesal.

“Mwoya?? Cobalah mengingat arahnya!!!” teriak minra kesal

Daehyun melihat ke sekelilingnya…mencoba mengingat jalan..

***

“hyung..Minra dan Daehyun belum juga kembali..sebenarnya mereka pergi kemana?” Tanya baekhyun

“Mwo?? Bagaimana bisa?? Aku hanya menugaskan mereka pergi ke perkebunan” jawab shindong

“tenanglah..mungkin mereka sedang dalam perjalanan pulang..” ucap sungjin menenangkan

“aku rasa sungjin benar, tunggulah sebentar lagi pasti mereka sampai” kata shindong

Baekhyun melihat pagar rumah dengan cemas berharap minra segera muncul darisana

***

Minra dan Daehyun masih dalam perjalanan..

“Daehyun-ah..kau yakin kan ini jalan yang benar?” Tanya minra sambil melipat kedua tangannya di dada dan melihat kearah daehyun ragu

“geurae..aku yakin sekali..” ucap daehyun mantap. Minra memicingkan matanya

“sssshh..geurae..awas saja kalau kita semakin tersesat” ucap minra

“percayalah padaku nyonya Lee” kata daehyun sambil menepuk-nepuk dadanya bangga dan yakin

“haiisshh..molla..aku bukan tipe orang yang mudah percaya dengan kata-kata orang lain” kata minra

Tiba-tiba terlihat dua orang ahjussi yang sedang mabuk memegang botol minuman dari arah depan mereka..dengan gerakan cepat Daehyun mengambil tangan minra dan mengaitkan tangannya pada tangan minra. Minra yang kaget dengan gerakan Daehyun yang tiba-tiba memandang daehyun dengan tatapan tajam..

“Yaa!! neo  wae geurae?? Micheosseo..lepaskan tanganku!!” ucap minra sambil berusaha melepaskan tangannya

“sssstttt…diamlah!! Jika kau tidak ingin mati jangan lepaskan tangan ini” ucap daehyun sambil mengeratkan kaitan tangannya

“aahhh..wae?? kenapa kau tiba-tiba bersikap aneh begitu eohh??” Tanya minra heran

Daehyun memberi isyarat pada minra dengan matanya, minra melihat arah pandang daehyun, dua orang ahjussi yang sedang mabuk sedang berjalan kearah mereka

“ige mwoya!!” ucap minra kaget ada sedikit rasa takut refleks minra makinmengeratkan kaitan tangannya dengan tangan daehyun

“tenanglah..apapun yang terjadi aku akan melindungimu..” gumam daehyun

“nde?” Tanya minra kaget

“kajja..” daehyun mengajak minra melanjutkan perjalanan

Jarak ahjussi yang sedang mabuk itu semakin dekat… ahjussi ahjussi itu berjalan sempoyongan sambil meminum botol sojunya dan meracau bernyanyi tak jelas.  Minra semakin mengeratkan pegangannya pada daehyun terlihat sekali rasa takut di wajahnya saat ini. Saat minra dan daehyun akan melewati ahjussi itu tiba-tiba ahjussi itu berhenti lalu menatap minra dari atas sampai bawah dan tanpa diduga ahjussi itu menarik tangan minra .

“Aaaaaahhhh…” jerit minra karena kaget akan tindakan ahjussi yang tiba-tiba

“Yaa!! agashi..kau mau kemana?? Ikutlah bersama kami..kita akan bermain malam ini..aiiihh yeppeo..” kata ahjussi itu sambil mengelus pipi minra

Sementara minra ketakutan dan berusaha melepaskan tangan ahjussi itu

“ahjussi..lepaskaaannn!!” minra berusaha memberontak

Tiba-tiba daehyun meninju wajah ahjussi itu sehingga ahjussi itu terpental dan jatuh terduduk di tanah darah segar keluar dari ujung bibir ahjussi tanpa diduga ahjussi yang satunya meninju wajah daehyun karena tidak terima melihat temannya ditinju. Daehyun jatuh terduduk ditanah dengan darah diujung bibirnya, ahjussi yang dipukul daehyun bangkit lalu mulai memukuli daehyun 2 lawan 1 ini tidak adil minra berteriak panik meminta pertolongan

“ada apa ini?” muncullah 2 orang polisi yang sedang berpatroli lalu polisi itu segera menangkap ahjussi ahjussi yang mabuk itu minra menghampiri daehyun yang masih terduduk ditanah

“gwenchana?” Tanya minra khawatir

“kalian ikut kami ke kantor untuk dimintai keterangan kejadian” kata salah seorang polisi

“ne..” ucap daehyun minra membantu daehyun berdiri hampir seluruh tubuh daehyun biru lebam karena dipukuli, dan daehyun susah berjalan karena bagian kakinya ditendang dengan keras oleh slah satu ahjussi-ahjussi itu sehingga minra membantunya berjalan

***

@ Police Office

“ne..seperti itulah kejadiannya, kami tersesat dan tidak sengaja bertemu dengan ahjussi-ahjussi itu” kata minra

“arasseo..dimana kalian tinggal?” Tanya polisi itu

“kami menyewa sebuah rumah sederhana di desa ….” Kata daehyun

“baiklah.aku tahu tempat itu kalian akan kuantar pulang agar lebuh aman” kata polisi

“ne..kamsahamnida..” minra dan daehyun membungkuk hormat

***

“Hyung..!! aku sudah tidak bisa berdiam diri lagi..!! ini hampir larut malam dan mereka belum juga kembali..” kata baekhyun khawatir

“geurae..kau benar..kajja kita cari mereka” kata shindong

“Jae in dan Rae in kalian jaga rumah.. sungjin kau ikut denganku dan baekhyun mencari mereka” kata shindong

Sungjin mengangguk mengiyakan

“ne..oppa hati-hati” kata  jae in dan rae in

Baekhyun, Shindong, dan Sungjin siap melangkah keluar. Baru selangkah pagar rumah terbuka muncullah minra dan daehyun memasuki halaman rumah, dengan keadaan minra membopong tubuh daehyun membantu daehyun berjalan

“itu mereka!!” kata sungjin

“Minra!! Daehyun!!” kata baekhyun yang kaget melihat keadaan daehyun penuh luka baekhyun dan sungjin segera menghampiri minra dan daehyun

Baekhyun dan sungjin mengambil alih tubuh daehyun. Dan mendudukkannya di ruang halaman tempat mereka makan dan mengadakan rapat.

“Yaa!! jae in, rae in, ambil air hangat untuk mengompres dan kotak obat. Ppali..” ucap shindong

“ne..” jae in dan rae in segera mengambil apa yang shindong perintahkan

“bagaimana ini bisa terjaadi??” Tanya shindong

“hyung..sebaiknya kita biarkan mereka istirahat, masalah kejadian mala mini bisa ditanyakan besok” usul baekhyun

“geurae..sebaiknya memang kalian istirahatlah.. baekhyun-ah bawa daehyun ke kamar..” perintah shindong

“ne hyung..” baekhyun segera membopong tubuh daehyun dan membawanya ke kamar

“neo ddo minra-ya..istirahatlah..eoh..” kata shindong

Minra mengangguk mengiyakan. Shindong dan sungjin memasuki kamar. Minra melihat jae in dan rae in membawa sebaskom air dan kotak obat.

“jae in-ah..rae in-ah.. biar aku saja” kata minra

“keundhae minra-ya..” jae in berusaha menolak

“biar aku saja yang mengobati daehyun ne? aku merasa bersalah padanya..jebal..” kata minra

“geurae..” jae in dan rae in memberikan kotak obat dan kompresannya pada minra

“gomawo” minra tersenyum senang

“setelah kau selesai mengobati daehyun cepat ke kamar dan istirahat” kata jae in

“arasseo” minra pun segera berjalan menuju kamar daehyun dan baekhyun

Toktoktok..srreeekkk.. minra membuka pintu kamar

“eoh..minra-ya..” kata baekhyun kaget

“aku membawa obat untuk daehyun..”

“ahh..yee..” baekhyun membantu minra mengambil kotak obat di tangan minra dilihatnya daehyun yang sedang berbaring

“kau istirahat saja minra-ya..biar aku yang mengobati luka daaehyun” kata baekhyun menawarkan diri

“aniya..biar aku saja..” kata minra

Minra mengambil handuk yang sudah terendam dalam air hangat itu dan mulai membasuh bagian tubuh daehyun yang terluka.

“aahhh…pelan-pelan..” protes daehyun

“ahh..ye..mian..”

Baekhyun hanya memperhatikan minra yang sedang mengobati luka-luka di tubuh dan wajah daehyun.

Minra mengambil kotak obat dan memulai aksinya mengoleskan obat itu di luka lebam di wajah daehyun.

“asshh~~ apphooo…” rengek daehyun..

“aigoo~~ mianhae..ne..”

“kau itu yeoja atau bukan..lembutlah sedikit..” gumam daehyun

Minra menahan emosinya..

“mianhae..tuan jung..” kata minra lembut

Daehyun yang mendengar itu bergidik ngeri melihat kearah minra

“wae??” Tanya minra

“aniya..ini bukan kau yang biasanya..aku jadi ngeri..” kata daehyun

“Yaa!! aku melakukan ini karena aku merasa berhutang budi padamu karena kau telah menyelamatkanku dari ahjussi-ahjuusi pemabuk itu.. aku hanya ingin bertanggung jawab mengobati lukamu. Jadi bisakah kau diam tuan Jung..!! kau itu namja atau bukan?? Cerewet sekali..” omel minra

“aigoo~ aigoo~ gapjagiya..arasseo nyonya Lee..aku akan menutup mulutku rapat-rapat” kata daehyun

Baekhyun hanya terdiam melihat dan mendengar semuanya. Kemudian baekhyun memutuskan untuk keluar kamar dan duduk di teras dekat pintu kamarnya.

“Seandainya aku yang pergi bersamamu minra-ya..bukan dia…” batin baekhyun

“chogyo..Daehyun-ah..”

“hmm..”

“gomawo..”

“heeemmm..”

“istirahatlah..cepat sembuh..” minra pun berjalan keluar kamar dengan langkah terburu-buru jantungnya tiba-tiba berdetak berkali-kali lipat saat jarak antara dia dan daehyun begitu dekat. Daehyun melihat kepergian minra dari kamarnya, seulas senyum mengembang di wajahnya.

“baekhyun-ah..sedang apa kau diluar??” Tanya minra yang melihat baekhyun sendirian di teras kamar sedang menatap langit malam

“eoh..kau sudah selesai? Aku tadi habis dari kamar mandi dan tiba-tiba ingin duduk disini menatap langit” dusta baekhyun

“eohh..geurae…” minraa menatap langit mala mini. Gelap. Tak ada bintang ataupun bulan menghiasi langit malam.

“baekhyun-ah..aku ke kamarku dulu..” pamit minra

“aahh..ne.. istirahatlah..kau terlihat kelelahan minra-ya” kata baekhyun

“neo ddo baekhyun-ah..jalja..” kata minra

“jalja..” kata baekhyun yang melihat kepergian minra. Setelah minra benar-benar menghilang dari pandangannya, baekhyun kembali menatap langit malam. Dia menghela nafas panjang.

“hhhaahhh…kenapa langit malam ini begitu gelap. Sama seperti hatiku saat ini..” gumam baekhyun

***

Morning…

Sreeeekkkkk~~~

Minra keluar dari kamarnya, daehyun juga keluar dari kamarnya..

Semua mata yang sedang duduk di halaman memandang kearah mereka berdua..

“Pagiiiii….” Sapa minra dan daehyun tanpa sengaja bersamaan. Minra menatap daehyun, daehyun pun menatap minra

“ige mwoya…” gumam shindong

Baekhyun hanya diam dan kembali menyumpit nasinya, entah kenapa nafsu makannya menghilang begitu saja melihat minra dan daehyun yang terlihat kompak secara tidak sengaja itu.

“kalian sudah bangun..kajja kita sarapan bersama” ajak jae in

Minra turun dan memakai sendalnya..

“Yaa!! nyonya Lee..” panggil daehyun saat minra melangkahkan kakinya menghampiri yang lainnya, minra menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap daehyun yang masih berdiri didepan kamarnya

“mwoya??” Tanya minra

“aku masih kesusahan berjalan, bantu aku..” ucap daehyun manja

“Mwo?” Tanya minra kaget

“ehm..aku bilang..bantu aku..Yaa!! bukannya kau merasa bersalah padaku” ucap daehyun

“haiisshh..jinja..!! geurae..”ucap minra mau tak mau dia menghampiri daehyun,tanpa minra sadari daehyun tersenyum senang,minra  membantu daehyun berjalan ke meja bergabung dengan yang lainnya.

“aigoo~~ aigoo~ sepertinya ada pasangan baru..” goda shindong

“hahaha..romantis sekali, pantas semalam minra bersikeras ingin mengobati daehyun” jae in ikut menggoda

“jinjayo??” tanya daehyun kaget bercampur senang

“aaa~~ Mwoya!!” umpat minra kesal

Jae in tersenyum menanggapi pertanyaan daehyun kemudian mengangguk mengiyakan

“aigoo~ Yaa!! nyonya Lee ternyata kau diam-diam menyukaiku ya??” ucap daaehyun sambil mencolek lengan minra

“mwoya!! Percaya diri sekali kau tuan jung..!! itu hanya terjadi dalam mimpimu” ucap minra

“hmmm..kalau begitu aku akan membuat mimpi itu menjadi nyata…” ucap daehyun sambil tersenyum senang

“mwo??” tanya minra kaget

“aigoo~~ aigoo~ apa ini sebuah pernyataan cinta??” tanya shindong

Sedangkan daehyun tersenyum penuh makna. Sementara itu baekhyun yang mendengar semuanya merasakan sesuatu yang  menusuk ulu hatinya. Sakit. Nafsu makannya menghilang seketika, baekhyun meletakkan mangkuk nasi dan sumpitnya di meja.

“aku sudah selesai” ucap baekhyun tanpa ekspresi kemudian berlalu pergi menuju kamar mandi

“ada apa dengan anak itu? Padahal makanannya masih setengahnya tersisa,kenapa dia pergi begitu saja” gumam shindong  yang melihat kepergian baekhyun

Minra menatap kepergian baekhyun bingung, kenapa dengan baekhyun, ada yang aneh, apa sesuatu telah terjadi padanya..

“tidak mungkin..” gumam sungjin

“wae??” tanya rae in yang mendengar gumaman sungjin

“aniya..eobseo..” jawab sungjin

***

“Minra-ya, daehyun-ah..sebaiknya kalian dirumah saja. Jaga rumah baik-baik, kami semua akan pergi menjalankan tugas” kata shindong

“keundhae..” minra hendak protes

“seperti biasanya tidak ada protes! Daehyun belum sembuh kau harus merawatnya aratchi?” potong shindong cepat

“arasseo..” kata minra sebal

Shindong, sungjin, baekhyun, rae in, dan jae in pergi keluar untuk menjalankan tugas.

Setelah kepergian mereka….

“haiisshh..jinjaaa..!!!” rutuk minra kesal sambil duduk di halaman

*sssreeeekkkkk pintu kamar dibuka daehyun keluar dari kamarnya

“sepi sekali.. yang lain pergi kemana?” tanya daehyun

“mereka pergi keluar” jawab minra

Daehyun menghampiri minra dan duduk disampingnya.

“neo wae geurae??” tanya daehyun yang heran melihat wajah minra yang terlihat kesal.

“gwenchana..” jawab minra sambil menghela nafas

“aku kedapur dulu, kalau ada apa-apa panggil saja” kata minra sambil beranjak dari duduknya dan hendak melangkah kedapur namun dengan cepat tangan daehyun menahan tangan minra membuat minra menghentikan langkahnya

“hajima..” gumam daehyun

“nde??” tanya minra heran

“aniya..aku bilang aku haus, bawakan aku air” kata daehyun

“ye..arasseo, aku akan membawakanmu air” kata minra sambil berlalu pergi kedapur

*Daehyun POV*

Haiissshh..jinjaaa aku sudah tidak bisa menahan perasaanku padanya, sejak pertama kali melihatnya hatiku merasakan peraaan yang seharusnya tak pantas kumiliki, tapi..rasa ini semakin lama semakin dalam.. apa yang harus kulakukan?

*Minra POV*

Kenapa tiba-tiba jantungku berdetak lebih cepat saat aku didekat daehyun, andwae..maldo andwae.. mana mungkin aku menyukainya?? Jung Daehyun?? Haiisshhh geu namja jeongmal…

*Baekhyun POV*

Haiisshhh..kenapa perasaanku sungguh tak tenang, apa yang sedang minra lakukan. Seharusnya aku tidak membiarkan mereka berdua dirumah. Andwae..aku harus segera kembali ke rumah

*Author POV*

“hyung..aku baru ingat ada sesuatu yang penting yang tertinggal dikamarku aku harus mengambilnya” kata baekhyun

“nde?? Geurae..kalau begitu ambillah setelah itu cepat susul kami” kata shindong

“ne hyung aku akan segera menyusul kalian” kata baekhyun sambil berbalik pulang

***

I get tired of thinking of something that doesn’t matter 

just looking at you makes me go crazy

I don’t wanna say goodbye say goodbye (bye bye) say goodbye

We ended up like this Oh~ I don’t wanna let you go let you go (let let) let you go

Easy come Easy go Did you just toy around with me?

~ BEAST – Easy ~

***

I have been told once

but  I felt the heart beating on that day 

I know from the start 

I was not sure what, we  sounded like it is destiny 

Love me and Time will lead you 

Forever without breaking up 

I thought I was dreaming, like a real dream 

Remember that day when we first met 

Dazzling and radiant eyes and gave me such a day 

Thank you for what you gave me 

I know from the start 

I was not sure what, we sounded like it’s destiny 

Love me and Time will lead you 

Forever without breaking up 

I thought I was dreaming, like a real dream. 

Looking at me smiling to you 

It was a good day 

Why there are tears 

In my eyes 

Forever we will not break up 

Always dream to hope that  will not change the next day 

Love stays 

Our time to be together 

Do not change, forever 

Like a dream to me like a dream. 

Remember that day when we first met 

Strikingly radiant you for coming on such a day 

I really thank you

To Be Continue…

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , | Leave a comment

MR. RAMEN 2 { my story with Mrs.Ramen}

Gambar

 

Main Cast:   Junpei Mizobata  & Inoue Mao

 

[Drabble/PG-13/AR]

Genre: Full Romance

Author: Ino Chiharu

 

 

{hello ~ ini fanfic Mr.Ramen 2 ku.Gak jauh beda sama yang pertama. Untuk castnya kalian pasti kenalkan samaJunpei! Pemeran Detectiv Conan movie 3 dan perempuannya itu pemeran BBF Japanver. Okay Happy reading ! dont forget for RCL thanks ^^}

 

 

 

 

[Jun POV]

 

“heyy~ Mao !!! disini.” Teriakku pada mao yang mencari-cariku menoleh kesana kemari. Dan diapun tersenyum padaku sambil melambaikan tangannya.

“ohhh fun!! Aku terlambat jun! Gomenasai .” dia meminta maaf kepadaku atas kesalahannya sambil mencibirkan bibirnya itu membuatnya semangkinimut bagiku.

“oohh… tidak apa aku tau apa yang wanita lakukan sehinggalama.” Sembari aku meminum coffe dihadapanku yang telah ku pesan beberapa menityang lalu.

“hahaah, kau tahu?” humm baiklah aku tidak akan seperti itulagi.

“Mao-chan! Kau tampak cantik dengan baju itu.”

“ahh??benarkah? aku pikir kau tidak menyukainya . tetapi aku memaksa memakainya.” Cetusnya kepadaku sambil menundukkan kepalanya. Seketika aku berdiri dari tempat dudukku dan berjalan menuju kursi disampingnya itu dan duduklah aku disamping Mao.

“Mao, apakah hari ini mau makan ramen? Di kedai Mr.Ramen?”tanyaku kepada Mao yang asik menikmati mocca kesukaanya itu.

“ahh?? Ne?~ baiklah wah!! Aku memang mengharapkan Jun untuk membawaku kesana.” Tawanya kecil sambil memegang tanganku.

Dimeja itu, kami masih menikmati secangkir mocca yang begituenak sambil berpegangan tangan  menikmati suasana cafe itu yang tenang , suara desiran angin dan suara-suara piring,gelasdan sendok yang bersentuhan  dansuara-suara mulut-mulut yang mengunyah makanan. Aku pikir bagi Mao itu tidakada terdengar ditelinganya seakan hanya ada kami berdua disana. itulah yang sering iya katakan kepadaku ketika kami duduk berdua.

“Junpei, bisakah kita selalu seperti ini?.” Tanyanya tiba-tiba kepadaku yang sangat membuatku kaget.

“Mao ingin seperti ini terus?”

“haik!! Aku tidak mau kau melepaskan tanganku ini.” Cetusnya lagi sehingga raut wajahnya berubah menjadi sedih.

“Mao-chan!! Hey sayang, kau harus mempercayaiku aku tidak akan pergi dan melepaskan tangan ini.”

“benarkah?.”

“haik!! Baiklah kau sudah menghabiskan mocca itu?” tanyaku kepada Mao sambil mencubit bibinya dan memperbaiki topi bulat yang sejak taditerpasang dikepalanya.

“iya sudah. Ayo ke kedai Mr. Ramen aku sudah tidak sabaruntuk menikmatinya.” Kamipun beranjak dari kursi itu tanpa melepaskan genggaman tangan itu. berjalan menyusuri jalan tokyo yang begitu ramai. Pagi minggu yang ramai saat itu, kami berjalan sambil berbagi cerita dan melihat sekeliling kami yang kami anggap aneh lalu menertawakannya. Seketika kami berada dipenyebrangan jalan yang tak ada seorangpun disana dan hanya ada kami yang akan menyebrang  menunggu bergantinya merah menjadi hijau.

Seketika aku menarik Mao dekat , mendekat kepadaku lalu mencium sekilas bibirnya yang lembut itu. dan membuatnya terdiam dan hanya tersenyum kepadaku. Seketika itu lampu merah untuk para penyebrangpun berubah menjadi lampu hijau kamipun melangkah berjalan diiringi langkah kaki yang sama.

(when i’m in love, i want to give everything in my life toyou)

(……………..skip……………………..)

Tibalah kami dikedai ramen yang sangat Mao sukai. Kami berdua langsung duduk dan tanpa memesan lagi pesanan kami telah tiba, karena parapelayan sudah tahu apa yang kami pesan. Kami duduk berseblahan masih saja berpegangan tangan.

“Mao? Apakah tangan ini boleh dilepaskan?.” Tanyaku sambil tersenyum kepadanya.

“ahhh baiklah hahaha maaf aku lupa bahwa ramen sudah siap.” Kamipunmulai menikmati semangkuk ramen itu dan tak bergeming sedikitpun. Yah inilahkami, jika sudah berhadapan dengan semangkuk ramen maka tak ada satupun obrolanyang akan terlintas dipikiran kami.

 

[Junpei POV End]

*************

[Mao POV]

 

Hari yang indah bersamanya “ahh~” akupun merebahkan dirikudisebuah ranjang yang kecil dan hanya bisa menampung badanku dan beberapaboneka diatas kepalaku, itu adalah boneka-boneka yang Jun berikan kepadaku. Akupunterlelap dengan begitu saja sambil memeluk sebuah boneka ditanganku.

 

#Morning

 

1 new video message

From: Junpei

Fro: Mao

“Sayang!! Bangunlah, hari ini aku sibuk jadi jangan lupauntuk makan. Aku mencintaimu Mao.”

 

Aku tertawa lebar saat melihat sebuah vidio message Jun pagiitu. sungguh romantis sekali, dengan wajahnya yang masih begitu berantakan diamasih saja sempat memberika pesan vidio itu. aku lalu beranjak dari tempattidurku dan membereskannya lalu aku keluar dari kamarku dan beralih ke kamarmandi untuk membersihkan diriku.

********************

Hari ini aku hanya berada didalam rumah, tak ada yangkukerjakan karena aku sedang tidak ada jadwal.

Baiklah kuputuskan untuk membuat sebuah cake kesukaan Junpeihari ini lalu menggantarkannya kekampus dimana dia sedang belajar.

Aku mulai membuatnya dengan sangat berhati-hati dan penuhdengan kebahgian didapur itu.

*************

“ahhhh~ akhirnya jadi juga. Aku akan menggantarnya malamini, nah Jun kau tidak akan kelaparan lagi.” Aku lalu kembali menyimpun dapurkuyang sejak tadi berantakan karena ulahku membuat cake  itu.

 

##########

 

Sudah pukul 7 aku mulai bersiap-siap untuk pergi menujudimana Jun berada. Aku sengaja untuk tidak memberitahunya terlebih dahulukarena aku ingin memberikannya surprize.

Aku memanggil taxi untuk mengantarkanku ketempat Jun berada,dengan penuh senyum aku terus memperhatikan kotak cake itu tersenyum bahagiakarena ini pertama kalinya aku melakukan ini untuk  Junpei.

Setibanya disana akupun turun dari taxi lalu mulai melangkahdengan cepat. Seketika aku melihat shin berlari dari dalam gedung itu aku inginmemanggilnya tapi aku terdiam ketika seorang wanita mengikutinya dari belakangakupun terdiam kaget lalu wanita itu menarik tangan Junpei dan menciumnya lama.Aku hanya bisa terdiam dan berdiri melihat kejadian itu, lalu kotak cake yangkubawa itu jatuh dari tanganku dan menimbulkan bunyi seketika Jun dan wanitaitu terhenti dalam ciumannya dan melihat menuju kearahku.

“Mao~ kau kah itu?” teriak Jun kepadaku dan aku hanyaterdiam dan berdiri tak percaya sama sekali. Aku langsung saja berlari pergidan meninggalkan cake yang terjatuh itu disana.

“Maoooo~ tunggu,aku!” Junpei yang memanggil sejak tadidengan suara yang sudah hampir habis akupun tak menghiraukan panggilan Junkepadaku. Aku terus berlari sambil menghapus airmataku yang sudah begitubanyak. Aku lalu berhenti disebuah pemberhentian halte bis sambil menangis danmenghapus air mataku yang sudah membasahi bajuku

“ tak habis pikir, ternyata Jun sibuk bukan untuk apa yangdia katakan padaku, tapi dia sibuk untuk waktunya bersama wanita lain.” Cetusku berbicarasendiri, aku juga tak memperdulikan orang-orang yang memperhatikanku saat ituaku hanya terus menangi. Dan seketika Bispun datang aku langsung naik dan dudukpaling belakang sambil menangis tak henti-hentinya menangis.

 

>>>>>>> 

 

Tangisankupun berhenti sambil melamun melihat keluar jendelabis, aku melihat Kedai Ramen Mr.Ramen lalu akupun berpikiran untuk masukkesana. Setelah dipemberhentian akupun turun dari bis menuju kedai Ramenkesukaanku. Hanya melamun sambil berjalan tak ada satupun yangkupikirkan saatitu, hanya masih teringat dengan kejadian itu.

Aku mulai memesan 1 mangkuk ramen yang sangat pedas saatitu. aku mulai melanggar aturan dokter yang melarangku memakan makanan pedaslagi.

Aku mulai memakan ramen itu, tanpa merasakan pedasnya yangluar biasa lagi dan sambil mengeluarkan air mataku yang takkuasa kutahan lagi. Akumeneguk kuah ramen itu habis. Baru pernah aku membersihkan semua ramen itusehingga tanpa sisah disana.

“sangat menyakitkan! Orang yang kucintai dan sangat kucintaimempermainkanku selama ini.” Aku berbicara sendiri sambil menelan semua ramentanpa mengunyahnya lagi.

Aku mulai memesan 1 mangkuk lagi yang sangat pedas kepadapelayan itu dan kuhabiskan lagi dalam beberapa menit.

“jadi ini kah yang kudapatkan darinya? Cih~ kau begitupintar menipuku Jun.” Koarku didalam benakku

Dan mangkuk ketiga , walau tak mampu kuhabiskan tetapkupaksa menghabiskannya. Seketika aku memuntahkan ramen-ramen itu. perutkusudah tidak kuasa menahannya.

orang-orang sekitar begitu kagetnya, dan para pelayanpunmenolongku. Mataku mulai begitu sayup, semuanya buram aku tak melihatorang-orang itu lalu entah apa yang terjadi pada diriku saat itu.

 

(i said we should break up through anger leven spitted onthe face that was smiling.Stop right there before i show tears. Stop rightthere before separation comes)

 

[Mao POV End]

 

[Author POV]

 

Mao yang seketika memuntahkan makananya kembali, perutnyasudah tak sanggup menahan pedasnya ramen dan begitu banyaknya dia makan. Perut kecilnya,hatinyatak sanggup menahan semua itu. sontak orang-orang sekitar menolongnya danseketika Mao jatuh pingsan, tak sadarkan diri lagi.

Tiba-tiba suara teriakan pria dari balik pintu KedaiMr.Ramen itu pun terdengar.

“MAOOOOO~” orang-orangpun terdiam dan seketika terhenti padamasing-masing aktivitasnya. Junpei yang saat itu mebelalakkan matanya takpercaya bahwa Mao telah jatuh pingsan dikedai itu lalu menggendongnyamembawanya kerumah sakit terdekat.

 

############

 

#morning

 

“Aku dimana?.” Mao dengan perlahan membuka matanya masihterlihat buram disekitarnya lalu mengeluarkan suara yang sedikit parau. Dan Junpeipun terbangun dari tidurnya yang tidak begitu lelap. Jun duduk disamping Mao.

“Mao~ apa kau sudah sadar?” dia memasang wajah bahagia sambilmenggengam tangan Mao.

“kau? Lepaskan tanganku. Keluar dari ruangan ini.” Sontak Maoterbelalak melihat Jun yang berada disana. dan melepaskan gengaman tangan Junlalu membalikkan badannya berhadapan dengan gas oksigen yang beradadisampingnya.

Jun masih berdiri terdiam dibelakang Mao. Beberapa menit junmulai melangkah keluar dan meninggalkan Mao yang terbaring lemah sambilmenangis diruangan itu.

 

[Author POV End]

 

[Jun POV]

 

Aku hanya bisa terdiam ketika Mao tak lagi ingin melihatkudan membalikkan badannya. Aku tahu dia sedang menangis saat itu, namun inisemua kesalahanku aku harus bisa bersamanya lagi. Aku benar-benar tak bisahidup jika dia seperti ini.

Aku sangat mencintainya sangat begitu mencintainya, akusangat menyesal dengan apa yang telah kuperbuat atas apa yang terjadi malamitu. aku terus berjalan tanpa tau kemana arah kakiku melangkah. Aku tiba-tibasaja berada disebuah kedai Ramen Mr.Ramen yang sangat Mao gemari. Aku hanyaterdiam dan berdiri didepan kedai itu orang-orang yang hanya berlalulalang didepan maupun belakangku. Suara canda tawa sepasang kekasih yang sangatbahagia. Aku sangat merindukan itu.

 

Aku terduduk disebuah bangku panjang dan ada 1 pohon yangberdiri disitu serta lampu taman satu berdiri disana. sambil memasangheadsetku, aku pun mulai mendengarkan sebuah lagu sambil meneteskan air mataku.Sakit rasanya ketika Mao sudah tak menginginkanku lagi.

 

{you were standing and your eyes were empty that was thefirst time you came into my heart i tried to forget you, your memory won’tleave me i feel you always somewhere inside of me i can’t get you out of mymind i know i’m in love – Pay Money To My Pain}

 

 

Sehingga aku tertidur dibangku itu dan tersadar ini sudahpukul 2 pagi. Aku bangun dari kursi itu, kakiku tiba-tiba saja membawaku dimanaMao terbaring sekarang. Aku mulai berjalan langkah demi langkah diruangan itu,dan membuka pintu ruanga kamar Mao.

Baru saja aku mau membuka tiba-tiba tangan seseorangmemelukku dari belakangku dengan erat, sehingga aku tak bisa menarik nafasku. Akumemegang tangan itu dan membalikkan badanku ternyata Mao yang sudah basah akanair matanya sendiri.

 

“Jun, maafkan aku! Tanpa mengetahui penjelasanmu, tanpa bertanya kepadamu tentang semua yang telah terjadi itu aku tidak  lagi melihatmu. Gomennasai Junpei-kun !” aku tersenyum bahagia saat itu, saatdimana Mao memelukku hingga menangis seperti itu, baru pernah aku melihat diamenangis dihadapanku seperti ini.

“tidak, ini kesalahanku. Aku yang harusnya meminta maaf kepadamu sayang.” Aku melepaskan pelukan kami lalu aku mengusap air matanyadengan dua tanganku.

Aku memegang wajahnya dan wajah kami begitu dekat sekali,tak pernah kurasakan sedekat ini. Aku mulai mencium dahinya, lalu kedua matanyadengan sangat lembut, lalu mencium pipi kanan dan kirinya, dan terakhir akumenjatuhkan bibirku kebibirnya lembut menciumnya lama. kami berdiri didepanpintu ruangan Mao dirawat, masih dalam keadaan mencium bibirnya.

 

########################

 

#morning.

 

“Mao, bagaimana kau bisa berubah seperti ini?” tanyakukepada Mao sambil mengupaskan dia sebuah apel.

“aku? Wanita itu, dia bernama Chiharu bukan?” aku langsungterkaget ketika Mao menyebut nama itu.

“bagaimana kau tahu? Sudah jangan membahas itu.” aku terussaja mengupas apel itu hingga semua kulitnya terbuang.

“dia datang ketika kau keluar dari ruangan ini. Dan menjelaskan semua yang terjadi.” Aku menghentikan aktivitasku sejenak, lalu kembali membelah apel-apel itu untuk Mao.

“Chiharu, kau tidak mencintainya kan? Aku tahu bahwa diamemaksa mu untuk menciumnya dia memaksamu untuk mencinyainya tapi kau menolakdan melarikan diri,” aku masih saja mendengarkan ocehan Mao pagi itu.

“sudah, ini makanlah sayang. Maaf aku telah berbuat hal yangtak pantas ku perbuat.” Aku lalu menyuapinya apel itu dan memberinya sekotaksusu.

“nah~ bidadariku! Aku tidak akan pergi meninggalkanmu.” Sambil menggengam tangannya aku menciumnya dengan sekilas dan membuatnya tersenyum malu sehingga pipinya begitu memerah.

“kau tahu Mao, aku sangat mencintaimu.kaulah yang pertamadan terakhir untukku.” Maopun terkekeh kecil melihat wajah seriusku itu.

Dan seisi ruangan itupun penuh dengan tawa kami serta suara ciuman kilasku yang kuberikan kepada Mao.

 

 

(I Want To Go To The End With You T The Bottom Of Your Eyes I’ll Make Sure It Happens Because It’s Slowly Coming.  I Like You Even After So Long, That’s Whats’ Up. I Like You Everyday Forever)

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Mr. Ramen |Main cast: Mikako Tabe & Haruma Miura|

Gambar

 

MR. Ramen

 

 

Maincast:  Mikako Tabe & Haruma Miura

[Ficlet{PG-13}/Romance{AR}]

Author: IinoChiharu(Ochi)

 

 

 

(Hallo..ini fanfic kedua ku yangbertemakan jepang.haha karena CLBK lagi sama Haru jadi ambil casting dia danlagi suka mikako juga. *sindrome Kimi Ni Todoke* udah pernah kan mina-sannonton film mereka? Nah kali ini ngambil casting mereka untuk dijadiin fanfic.Happy Reading. Dont forget for Read,Like,and Coment)

(Mikako POV)

 

{Japan,winter}

 

Malam ini sungguh dingin, aku baru saja tiba ditokyo untukmeneruskan impianku. Sungguh indahnya tokyo malam itu membuat rasa dinginditanganku tidak terasakan lagi. Sungguh senang pada akhirnya aku bisamenyelesaikan sekolahku dan melanjutkan studyku diTokyo, seorang diri tanpaorang tua atau siapapun disini. Inilah tekadku, sebenarnya aku tidak terbiasaberpisah dengan kedua orang tua ku tetapi demi mencapai apa yang kuinginkan akudengan nyali yang hanya sedikit aku berangkat meninggalkan orang tua ku didesaShirakawa desa yang indah itu.

 

“ohhh Fuun! Aku sampai lupa oba telah menungguku”. Akuberjalan dengan cepat menuju alamat rumah oba ku

 

karena aku akansementara tinggal dirumahnya. sementara aku mencari tempat tinggalku dan masukkeuniversitas yang kuinginkan.

Dan tibalah aku dirumah oba malam itu. disambut gembira laluaku dibawa masuk kedalam ruangan kamar yang sudah disediakan oba kepada ku.

 

“Tabe-san, beristirahat lah dulu.”

“haik! Oba-san Arigato !” aku menunduk dan memberikan ucapanterimakasih ku kepada oba lalu tersenyum kepada anaknya itu.

“hahah baiklah tidurlaah dulu jika kau lapar turunlahkebawah dan makan”.

“haik!” oba dan anaknya pergi dan menutup pintu kapamarkumeninggalkanku diruangan itu.

Aku menjatuhkan diriku diranjang kecil yang hanya cukupuntukku menatap lesu kearah jendela kamar yang tertutup rapi itu. lalu akuberanjak dari ranjang ku menuju kearah jendela kamarku dan membukanya.

“wahh!!! Totemo kirei” wajah takjub ku tak bisa kutahansetelah melihat keluar jendela melihat tokyo yang sangat cantik. Lampu-lampuyang indah . lelah ku seketika lenyap setelah melihat pemandangan indah itu.

 

#Moorning

(Japan,Winter)

 

“oba-san, aku ijin untuk pergi melihat-lihat universitaskuyah?”

“iya baiklah”. Lalu aku pergi meninggalkan rumah.Sesampainya disana aku berjalan-jalan mengelilingi  gedung-gedung kampus itu tak ada yangterlewatkan semua kujelajahi sambil melihat-lihat beberapa mahasiswa. Sambilbermain dan memotret mereka saat itu.

 

Setelah lelah beberapa jam mengitari setiap gedung-gedungitu. kaki ku terhenti ketika melihat ssebuah bangku panjang kosong ditaman itulalu aku menuju kebangku itu dengan membawa sekaleng minuman strowberyditanganku dan sebuah waffle. Aku beristirahat sejenak makan dan minum dikuriitu. tiba-tiba aku terkaget seorang pria menjatuhkan tangannya dibahuku dengansigap aku berbalik dan berdiri. Ternyata seorang pria yang sedang tertidurlelap dikursi belakang ku. Lalu aku menaruh makananku dan memungut buku yangiya baca saat itu dan menaruhnya kembali kewajahnya. Dan aku berbalik menujukursiku dan melanjutkan makanku sambil menghela nafas panjang menghirup udarayang tenang.

 

“apakah buku ku tadi terjatuh?” suara lantang daribelakangku itupun membuatku terkaget lagi . oh ternyata pria tidur itu lagi.

“ahh, gomen-nasai! Iya lalu menaruhnya kembali kewajahmu.Gomen” aku menunduk meminta maaf kepadanya

“ini berpasir. Apa kau tidak membersihkannya dulu.?” Jawabpria tampan itu dan menyalahkanku.

“ha~  ohh aku tidaktahu itu berpasir. Lagi pula aku hanya berniat untuk membantumu.” Jawabkudengan suara yang masih kaget.

“hahahaha, arigato. Apakah kau suka ramen?” tawa pria itulalu menanyakanku dengan sangat cepat sampai aku hanya terbengong .

“ohh,, haik! Suki desu.. aku ssangat suka sekali denganramen. Mengapa?” tanyaku lagi kepada pria itu.

“baiklah ayo berdiri, aku akan mentraktirmu ramen karenassudah berbaik hati menaruh buku berpasir ini kewajahku”.

 

“ohh baiklah!” lalu kami pun berjalan menuju ramen itusambil berjalan kami mengobrol.

“baiklah, aku lihat kau bukan anak dari tokyo benarkan?” dialangsung menunjukku tepat diwajahku.

“haik! Kenapa kau tau? Iya aku berasal dari Shirakawa.” Lalutersenyum kepadanya

“ohhh, Shirakawa? Wahhhhhhh honto? Wah aku sangat inginpergi kedesa itu. ternyata ada juga orang cantik sepertimu yang lahir disana.hahaha” dia tertawa dan memujiku dan membuatku tersipu malu.

“wahh arigato”

“wahh.. berarti ini ramen pertamamu denganku baiklah untukucapan selamat datang diTokyo”

“arigato”

“doitaishimaste” dia melemparkan senyumnya kepadaku sungguhtampan sekali dia. Membuatku takjub akan senyum evil itu.

“ohh ano! Aku Haruma Miura dan kau?”

“aku Mikako Tabe. Ibuku memanggilku Mikako”. Kamipunberjabat tangan lalu suasana begitu hening dia tidak mengajak ku berbicaralagi. Dan aku? Aku hanya bisa diam-diam melihat wajah tampan itu dan kembali fokus memperhatikan keadaan sekitarjalan itu.

“nah, kita sudah sampai.” Kami pun memasuki kedai  ramen dipinggir jalan itu  yang sepertinya sudah lama berdiri

Dua mangkuk ramen dan 2 minuman jeruk saat itu.

 

“ittadakimasu” aku mengucapkan itu kepadanya sambiltersenyum dan kami makan tanpa berbicara sepatah katapun hingga kami selesai.

“bagaimana mikako? Ramen disini enak bukan?”

“haik! Oishi. Arigato . kau sangat baik padahal aku takut dekatdengan orang yang baru saja kukenal tapi mengapa denganmu aku jadi bahagia dantidak merasa takut sama sekali?” cetusku kepada haru saat itu yang hanyameresponnya dengan senyum indah kepadaku.

 

Senyumnya saja membuat pipiku memerah. Kataku dalam batinku.

Tak terasa sudah begitu sore kami berada dijalanberjalan-jala  Bersama dia aku jadi lupaakan malam.

 

“ohh, Haru-san! Ini sudah jam 8 aku sebaiknya harus pulang”.Wajah cemasku itu tak bisa kutahan lagi dihadapan Haru

“ohh.. sodesaka! Aku akan mengantarmu pulang bolehkah?”pinta haru kepadaku aku pikir dia juga cemas.

“haik! Boleh..” dan kamipun berjalan berdua menuju pulangtanpa mengucapkan sepatah katapun tak tahu ada apa kami tidak begitu banyakbicara. Sampai tiba dirumah oba-san.

“haru! Arigato untuk hari ini”. Aku menunduk lalu harumenyodorkan tangannya kepadaku dan kamipun bersalaman untuk yang kedua kalinya.

 

[Mikako POV End]

 

*that was the first time you come in to my heart*

 

[Haru POV]

 

Hari ini sungguh menyenangkan. Bertemu seorang gadis manisdan mengantarnya pulang. Akupun tiba dirumahku dan menjatuhkan diriku diranjangempuk itu dan berlarut-larut akupun terlelap dengan nyenyak.

 

#Moorning

(japan,Winter)

 

Aku dengan cepat mengambil handphoneku dan menerima 1 chatpesan dari Mikako.

 

From mikako: Ohayo Haru! Lalu akupun membalas pesan itu

Me: ohayo Tabe-san.

Dan lama kami berbicara disana begitu lama berbicaradengannya aku sungguh senang dan suka dengan tabe pertama melihatnya saja akusudah tak bisa mengalihkan pandanganku dari wajahnya lucu dan begitu manis.

From Mikako: Haru, maukah malam ini kau membawaku lagikekedai ramen itu?

Me: baiklah. Haha kau menyukainya yah.

From mikako: haha iya aku sungguh ketagihan dengan ramenitu.

 

…………………………………………………………………………………

 

Malam itu aku mulai bersiap-siap untuk mengaabulkan janjikumembawa tabe kembali kekedai ramen itu. aku memang sudah menebak bahwa setiaporang yang kubawa kesana pasti akan merindukan ramen itu hahaha tawa ku dalamhati.

 

Sudah siap dengan baju ku yang tebal karena salju sangatlebat malam ini. Aku menutup pintu rumahku lalu berjalan menuju rumah Tabemalam itu. sesampainya diblock jalan menuju rumahnya seorang perempuandengan  rambut tergerai panjang dancelana hitam panjang dengan jaket yang tebal dengan sepatu tingginya menungguberdiri diblock itu.

 

“ oh.. Tabe- kamu sudah menunggu lama?” tanya ku kepada tabe

“ahhh tidak aku baru saja datang ketempat ini”. Cetuskudengan lancang. Lalu kamipun berjalan berdua dengan keadaan cuaca yang sangatdingin karena salju sangat lebat begitu dingin sekali tapi untung saja jaketkuini membuatku terasa hangat.

“ahh… dingin ! aku pikir jaketku ini bisa membuatku hangattapi ternyata tidak”. Cetusnya membentak dirinya sendiri.

“hihihihi”. Aku aku tertawa kecil melihat bibirnya yang dimajukansehingga imut menurutku.

“heee? Kau tertawa haru. Kau menertawakanku”. Tanyanyakepadaku yang sontak membuat aku terkaget.

“kau lucu sekali. Seharusnya kau memakai yang lebih teballagi tabe.” Lalu kamipun berjalan lagi tanpa berbicara sepatah katapun.

 

Namun aku sedikit ragu dengan toko ramen itu. mengapa begitusunyi tak ada seorang pun disana. aku rasa toko itu tutup namun kami tetapberjalan bersama.

Sesampainya didepan toko ramen itu. ternyata tebakankubenar.

 

“heeeee!!!! Tutup! Yah sungguh sangat menyesal. Padahal akuingin mentraktir haru hari ini”. Saat itu tabe menundukkan kepalanya begitusedih . aku tak tega melihatnya seperti itu lalu aku tarik tangannya danmembawanya pergi dari depan tokoh ramen itu.

“sebenarnya ada makanan yang kuinginkan disekitaran sini.Dari pada kita memakan ramen itu aku bosan . traktir saja aku sebuah cake”. Akumasih memegang tangannya tanpa sadar dan membawanya kesebuah tempat dimanakue-kue favoritku berada. Setibanya ditoko itu aku dan dia hanya berdiri didepanpintu toko itu

 

“nah ini dia, bisahkah kau mentraktirku disini?”

“ohhh.. haik! Tapi bisakah haru melepaskan tanganku? Karenakita sudah sampai”. Aku yang tiba-tiba baru saja tersadar langsung melepaskantanganku dengan sigap.

“Gomen ne Tabe. Aku…” belum sempat aku menyelesaikanperkataanku tabe langsung masuk ketoko itu. akupun yang terdiam sejenaklangsung mengikutinya masuk dan kami berdua duduk disebuah kursi yang terbuatdari kayu 2 kursi dan 1 meja bundar.

Sembari menunggu pesanan kami, tabe menanyakan tentangku.

 

“Haru-san, kau tinggal bersama ibumu?”

“tidak! Aku juga sama sepertimu. Tetapi aku sudah 5 tahunberada ditokyo ini jadi mangkanya aku sudah begitu lincah berada dikota yangindah ini.”

“ohhh.. honto? Berarti kita sama-sama hanya seorang yang mengejarcita-cita.” Kamipun tertawa membuat seisi ruangan begitu penuh dengan tawakami.

“Haru-san, wajahmu begitu bahagia memakan cake itu.” akuhanya diam dan tak menjawab perkataan Mikako saat itu. aku terfokus dengan cakeCoklat itu.

 

[Haru POV END]

 

*i tried to forget your memory Won’t leave me. I feel youalways somewhere inside of me. I can’t get you out of my mind i know i’m inlove*

 

[Mikako POV]

 

Ku akui Haru begitu tampan. Pertama bertemu saja akusudahsenang melihatnya bukan hanya tampan dia sangat baik dan aku menyukaisenyumnya itu. aku begitu beruntung mendapkan teman sepertinya diTokyo ini.

Melihatnya memakan cake itu. mengapa begitu bahagia?. Tapimengapa dia tak menjawabku? Apa karena sangat bahagianya dia?. Aku bertanyadalam benakku sambil tersenyum menunduk.

 

“ahhh… sudah selesai!.” Serunya

“ehh! Udah selesai? Wahh haru sangat bahagia memakan cakeitu.”

“hahaha iya, karena ini adalah cake kesukaanku.” Jawabnyasambil tersenyum.

“humm, tapi ini sudah jam berapa? Aku harus segera pulangharu.”

“baiklah ayo, aku akan mengantarmu pulang.”

 

 

(Haru’s: aku akan sangat begitu bahagia, ketika aku memakansebuah cake coklat itu bersama dengan orang yang kusukai)

 

Keluar dari toko itu, kami berdua menaiki sebuah mobil taxi.Karena ini sudah malam dan dingin jadi aku menyarankan untuk kami menggunakansebuah taxi.

Seperti itulah pertemuan kedua kami. Ketika dalam perjalanankami tak mengeluarkan sepatah katapun. Tak bergeming dan hanya melihatkejendela mobil melihat suasana jepang malam yang indah penuh salju.

Sesampainya didepan rumah aku turun dari sebuah taksi itubersama dengan Haru.

 

“Arigato untuk malam ini Haru-san.” Aku membungkuk kepadanya

“tidak, aku yang berterima kasih. Baiklah aku pulang dulukau masukklah.”   Kamipun lenyap didalamsalju itu.

 

[Mikako POV End]

 

[Author POV]

 

Mikako begitu cepat sekali memasuki rumahnya karena sudahsangat kedinginan malam itu. dan Miura yang berpikir untuk kembali memberikansesuatu kepada mikako saat itu namun setelah sesampainya diblock rumah Mikakodia ternyata terlambat Mikako sudah tidak lagi disana. dia berbalik arah menujupulang dengan wajah yang begitu menyesal dan dia memegang sebuah kotak kecilberisi miniatur mangkuk ramen yang terbuat dari kayu yang sejak tadi hanyaberada didalam saku kirinya. Dia berjalan sambil memerhatikan bayangannyasambil menendang-nendang salju putih itu.

 

[Author POV End]

 

*i’ve never feel this way i won’t let you go so dont goanywhere*

 

[Mikako POV]

 

(Japan,Winter)

 

Pagi yang lembut salju yang lembut aku sangat menyukai saljunamun hari ini sungguh sangat dingin sehingga membuat jari-jariku membeku. Akuhanya berada didalam kamarku dan membaca komik-komik ku yang kubawa. Tokyo begitudingin sehingga jendela kamarku dipenuhi dengan salju-salju yang berjatuhan.

aku berpikir untuk mengobrol dengan haru melalui pesanobrolan saja karena sungguh bosan hanya membaca tumpukan komik-komik itu.

 

Me: Miura-san, apakah kau sibuk hari ini?

Haru: tidak. Mengapa? Oh iya aku ingin mengajakmu memakanramen itu. karena kemarin kita tidak memakannya bagaimana?

Me: ohhh Honto? Haik!!! Aku mau.

Haru: baiklah tunggu aku.

Aku langsung saja sigap berdiri dari tempat dudukku danmelepaskan kaca mataku lalu membereskan komik-komik yang berhamburan itu.

Aku memilih baju-baju bagusku dan mencobanya satu persatu.

Hari ini aku memakai dress putih dan dilapisi kot tebalberwarna merah dengan sepatu boots sebatas lututku. Rambut yang tergeraipanjang dan sebuah hiasan kecil dikepalaku.

Aku sudah siap saat itu……..

………………………………………………………..

“haru-san! Kau tampan sekali hari ini. Wahhh watashi sukimiura-kun desu!” cetusku kepada haru dengan wajah yang takjub akanpenampilannya.

“hahaha sodesuka?”

“haik! Kirei.”

“aiihh.. Arigatou. Kau juga Mikako… Kawai desu .” harutersenyum lebar denganku sehingga membuatku malu akan itu.

 

Kami lalu berjalan menyusuri beberapa jalan yang dipenuhisalju tebal saat itu menuju toko ramen pertamaku itu. ini sudah kedua kalinyadan aku sangat sangat senang sekali pagi itu. asik melihat-lihat sekeliling akutersentak kaget dan melihat Haru mengapai tanganku dan memegangnya lalu diamelemparkan senyumnya kepadaku membuatku semangkin tak bisa berbicara lagi. Begitukagetnya aku, jantungku sudah begitu cepat berdetak aku hanya terdiam danmelihat wajah bahagia haru saat itu.

 

“a a a ano!.” Aku hanya tergagap ingin mengatakan sesuatukepada haru saat itu.

“mengapa? Gomen Tabe aku mengandengmu tanpa permisi.”

Haru seketika melepaskan tangannya dariku.

“ahhh.. tidak ! aku bahagia aku senang haru maumenggandengku seperti ini. Bisakah kau lakukan lagi?” pintaku kepada haru.

 

“Honto? Aaaahh ayo kita jalan.” Haru menggambil tanganku dankami kembali berjalan dengan senda gurauannya yang iya lakukan.

“ahhh sudah sampai.” Kamipun duduk dimeja dan memesan 2mangkuk ramen . sambil menunggu aku dan haru hanya saling berdiam melihatkeadaan sekitar kami. Orang-orang yang begitu ramai saling bertukar cerita. Namunkami, kami hanya terdiam dan melihat-lihat sekeliling.

 

“ano! Mikako! Ini. Aku ingin memberikan ini semalam namunaku malu memberikannya.” Haru menyodorkan kotak kecil dari dalam sakunyakepadaku sambil menunduk malu.

“apa ini?.” Aku memegang kotak itu bingung. Lalu akumembukanya dan terlihat sebuah miniatur mangkuk rameng beserta orang yangmembuatnya. Sangat indah aku menyukainya. Lalu aku memalik patung kecil pembuatramen itu dan ada sebuat tulisan dibelakang badan patung itu. sebuah tulisan “Mr.Ramen”

 

“heii.. Mr.Ramen?.”

“ahhh itu , karena kau menyukai ramen jadi aku menuliskannama mr.ramen itu. kau tahu koki dikedai ramen ini dijuluki “Mr.Ramen” jadi akumemberi sedikit tulisan itu.”

“haik. Suki desu! Kirei .. haru yang membuat patung ini danmangkuk kecil ini?” tanyaku kepada haru sambil memperhatikan miniatur itu.

“haik! Aku yang membuatnya.”

“wahhh arigatou.” Ketika itu , ramen pesanan kamipun tibaaku menaruh miniatur itu kedalam saku kiri ku.

“wahhh ittadakimasu !” cetusku kepada haru dengan wajahbahagia. Aku melihat haru yang tertawa kecil.

“ye.. ittadakimasu!.”

 

………………………………………………………………………….

Makanan kami pun selesai. Kami langsung keluar dari kedairamen itu dan kembali haru memegang tanganku.

 

“lalu? Apakah kita akan pulang setelah selesai makan?” tanyaharu kepadaku

“ahhh, iya sebaiknya kita pulang karena salju semangkinlebat.”

“baiklah. Ayo aku antar.”

Kamipun menuju jalan pulang….

 

*padahal aku ingin sekaliberlama-lama dengannya. Namun sepertinya dia sangat sibuk*  aku berrkoar didalam benakku.

 

Seperti biasa . tak ada sepatah katapun yang terlintasdiotak kami untuk saling bercerita sambil berjalan. Hanya diam dan melihatsekeliling sambil haru menggengam tanganku.

Setibanya diblock jalan rumahku. Harupun melepas tangannyadan akupun memohon permisi karena akan memasuki rumahku. Saat aku berbalikingin memencet bel tiba-tiba seseorang memelukku dari belakang. Yah dialahharu! Dia mendekapku erat dan memelukku aku hanya terdiam kaget tak bisamelakukan apapun .

 

“Mikako~ aku . aku sangat menyukaimu. Suka! Suka mikako.” Hanyaitu yang dia katakan dan masih memelukku. Namun tanganku tiba-tiba sajabergerak dan memegang tangan haru.

“kau tahu. Aku juga menyukaimu sejak aku pertama menaruhbuku berpasir itu diwajahmu.” Haru pun tertawa kecil sambil membalikkan badankukehadapannya.

“benarkah?.”

“ha..’

“Chuuu.” belum selesai aku menghabiskan perkataanku Harulalu mencium ku dengan lembut dan begitu lama. Menciumku dibawah salju yanglebat sehingga dikepala kami terdapat salju-salju yang berjatuhan.

 

“I LOVE YOU MORE THAT I DID YESTERDAY

 

[Mikako POV End]

 

TOKYO, WINTER

THE END.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

FF l ONESHOOT l ~ My Love Story ~

Gambar

Cast : Lee Hyukjae (Eunhyuk Super Junior)

Goh eun bi

Lee Howon (Hoya Infinite)

Genre : Romance

Backsong : ~ EXO K – what is love

~ Juniel ft Yonghwa – Fool

Author : Lee Min Ra

♪♫ :  I lost my mind

When you walk into my sight

The whole world around you get in slow motion

Please tell me if this love

Love is everywhere,

It’s lets me forget hurt,

Help take away sadness.

Learn to care fought before, cried before

Still can embrace..

Please tell me if this loves

(EXO K – What is love)

~ hyukjae POV ~

Mungkin aku sudah gila, yah.. aku gila karena pandanganku tak pernah lepas dari wanita itu. Wanita yang sedang duduk sendirian di bangku taman dengan headphone melingkar di kedua telinganya dan matanya sibuk membaca deretan kalimat sebuah buku yang berada dalam genggamannya. Sudah lebih dari sebulan aku sering memperhatikan wanita ini, dia..selalu seperti itu, mendengarkan music dari iphone nya sambil membaca sebuah buku. Dan entah ada dorongan darimana, pesonanya terlalu kuat sehingga aku kerap sekali memperhatikannya akhir-akhir ini tanpa ada keberanian untuk menyapanya dan mengenalnya bahkan hanya sekedar untuk mengetahui siapa namanya aku tak berani. Aku terlalu pengecut dalam hal seperti ini. Yah.. aku memang seorang pengecut dan payah dalam urusan cinta. Kuhela nafas sejenak lalu mengalihkan pandanganku pada jam yang melingkar di pergelangan tanganku. Hari ini aku dan sahabatku akan bertemu disini namun sudah dua jam aku menunggunya dia belum juga menampakkan batang hidungnya. Kutolehkan kepalaku ke kanan dan ke kiri mencari sosoknya.

“haiissshhh..jinjaaa!!”

aku kesal.. sangat kesal, awas saja jika dia sudah muncul nanti akan ku omeli habis-habisan!! Seenaknya saja dia membiarkan seorang Lee Hyukjae menunggunya lebih dari dua jam!! Dia pikir dia siapa huh?? Menyebalkan!! Kutendang kerikil kecil dihadapanku dengan kesal

“hyukjae-ya!!” sebuah suara yang sangat familiar di telingaku memanggilku ku tolehkan kepalaku ke asal suara dan tampaklah dia sahabatku yang sedang berjalan kearahku dengan wajah tanpa dosa dan senyum lebar diwajahnya dia berjalan dengan santai menghampiriku. Aku memasang wajah terkesal yang aku punya.

“apa kau pikir dengan kau memasang senyum lebarmu aku akan memaafkanmu Lee Howon!! Ciihh~ tidak semudah itu” ucapku kesal, sangat kesal

Howon merangkul pundakku

“aigoo~ hyukjae-ya minahe ne? telah membuatmu menunggu lama!!” howon memasang cengiran dan senyuman yang menurutku itu sangat…… memuakkan!! -_-

~ Author POV ~

“singkirkan tanganmu dari pundakku lee howon!!” teriak hyukjae kesal

“aigoo~ mianhae ne??” howon mulai memasang aegyonya

“tidak semudah itu!! Kau telah membuat seorang Lee Hyukjae yang paling tampan dan keren ini menunggu selama lebih dari dua jam!! Haiiisshhh~~ Jinjjaaaa..aku hampir menjadi tengkorak karena menunggumu terlalu lama!!” omel hyukjae kesal

Howon mendengus mendengar kenarsisan sahabatnya ini

“geurae.. susu stroberi selama seminggu. Otte??” Tanya howon memberikan penawaran agar hyukjae tak marah padanya

Hyukjae menggeleng

“ditambah pancake pisang kesukaanmu..otte??” tawar howon lagi

Hyukjae tampak berpikir hmm..ini sangat menggiurkan.

“ok!! Deal!! Susu stroberi dan pancake pisang selama seminggu!! Aku memaafkanmu Lee Howon” ucap hyukjae senang dengan cengiran khasnya

Howon menghela nafas, kali ini dia harus mulai merelakan uang jajannya untuk susu stroberi dan pancake pisang kesukaan sahabatnya, yah..ini karena kesalahannya sendiri telah membuat seekor monyet yang rakus, kesal dan menunggunya terlalu lama ._.v dia harus membayar mahal untuk ini semua.

“kajja..” ajak howon sambil merangkul hyukjae

“howon oppa~” panggil seseorang membuat langkah hyukjae dan howon terhenti dan mulai menoleh ke asal suara. Tampak seorang wanita sedang tersenyum manis ke arah mereka

Mata hyukjae dan howon membelalak seketika.

“eun bi-ya…” ucap howon kaget

Sementara hyukjae kaget karena ternyata wanita yang bernama eun bi ini adalah wanita yang tadi sedang dia perhatikan gerak-geriknya, wanita yang selama sebulan ini sering dia perhatikan dan mengganggu pikirannya wanita yang sering dia temui ditaman sedang duduk sambil asyik dengan buku ditangannya dan music di kedua telinganya, dan ternyata wanita ini mengenal sahabatnya. Oh Tuhan.. apakah ini kebetulan? Ataukah ini takdir? Akhirnya dia mengetahui nama wanita itu.

“ternyata aku tak salah lihat, ini benar-benar howon oppa..hehe lama tak bertemu oppa..” ucap eun bi

“Yaa!! Goh eun bi!! Apa ini benar-benar kau??” Tanya howon tak percaya

“Aigoo~ jinja ini benar-benar aku oppa!!” ucap eunbi sambil terkekeh melihat respon howon yang menurutnya sedikit..berlebihan

“Yaa!! kau banyak berubah” ucap howon

“jinja??” Tanya eunbi tak percaya

“ne..” kata howon

“apa aku semakin cantik??” Tanya eunbi

Howon tertawa

“aahh~ waeyo??” Tanya eunbi raut wajahnya mulai kesal karena howon seperti..meledeknya

“aniya..geunyang..bogoshipeo..” ucap howon lagi sambil tersenyum manis. Senyum yang sangat eunbi sukai.

Semburat merah muncul di kedua pipi gadis itu

“na ddo bogoshipeo oppa” ucap eunbi

“hehehe..kapan kau ke seoul?” Tanya howon sambil terkekeh melihat rona wajah eunbi yang berubah

“hmm..aku lupa oppa, kira-kira 2 bulan yang lalu” kata eunbi

“mwoya!! Kenapa kau tak memberitahuku!!” Tanya howon

“ponselku hilang, dan aku tidak tahu harus menghubungi oppa kemana” kata eunbi

“aahh..begitu..” gumam howon dia tidak bisa menyalahkan eunbi. Lagipula kenapa mempermasalahkan hal yang sudah berlalu?? Yang pasti mereka sudah bertemu sekarang

“oppa nuguya?? Neo chingu??” Tanya eunbi yang melihat hyukjae yang dari tadi hanya diam mematung memperhatikan dirinya.

“aahh…ye.. dia sahabatku” kata howon

“annyeonghaseyo..Goh eun Bi imnida” ucap eunbi memperkenalkan dirinya

“a..a..annyeong naneun Lee Hyukjae” kata hyukjae dengan sedikit gugup. Howon menautkan kedua alisnya melihat tingkah hyukjae yang sepertinya dia..gugup.

“bangapseumnida hyukjae oppa” ucap eunbi

“ne..bangapseumnida eunbi-ssi” kata hyukjae

***

~ Hyukjae’s Room ~

aku sungguh tak percaya dengan ini semua, aku tahu nama yeoja yang selama ini aku perhatikan sejak lama. Aku tahu namanya!! Ini bahkan lebih membahagiakan daripada mendapat susu stroberi dan pancake pisang selama satu minggu dari howon, ataupun menang lotre. Apakah aku bermimpi?? Katakan kalau ini bukan mimpi!!

♪♫ :   Saying that you and I are friends is awkward

I think is better to say that you and I are a couple

Oh~ for the first time..

I will confess my heart

I will also take and bring you the stars in the sky

If it’s for you, anything..

Oh~ I’ll do everything for you

( Juniel ft Yonghwa – Babo)

~ Author POV ~

1 month later….

Eunbi sering menghabiskan waktunya bersama dengan hyukjae dan howon, berjalan-jalan ke mall, makan siang bersama, menemani hyukjae dan howon latihan dance, pergi ketoko buku, toko kaset, dan masih banyak lagi rentetan kegiatan lainnya yang mereka lalui bertiga. Bercanda dan tertawa bersama layaknya dunia hanya milik mereka bertiga.

~ Howon POV ~

Aahhh…perasaan apa ini?? Menyiksaku setiap waktu.. rasanya jika tak melihat eunbi sedetik saja rasa rindu langsung hinggap begitu saja. Apakah aku menyukainya? Ahh..aniyaaaa!! ini tidak mungkin!! Aku hanya menganggap eunbi seperti dongsaengku sendiri. Ya..sejak dulu…namun.. apakah mungkin perasaan 10 tahun lalu dengan sekarang masih sama?? Apakah mungkin perasaan itu kini telah berubah??

~ Author POV ~

waktu memang bisa merubah segalanya!! Termasuk perasaan howon yang 10 tahun lalu memandang eunbi hanya sebagai dongsaeng yang harus dia jaga dan lindungi kini..bisa saja dia memandang eunbi sebagai seorang namja terhadap yeoja..

~ Eunbi POV ~

Kurebahkan tubuhku diatas ranjang kamarku, mataku menerawangi langit-langit kamar. Omo..omo.. apakah aku sudah gila?? Kenapa di langit-langit kamarku ada wajah hyukjae oppa yang sedang tersenyum?? Aiiisshhh…baboyaa!! Aku menepuk-nepuk kedua pipiku agar akal sehatku segera kembali. Apa perasaanku pada howon oppa sudah hilang tergantikan oleh hyukjae oppa?? dulu.. tepatnya 10 tahun yang lalu aku menyukai howon oppa tapi sekarang?? Rasanya perasaan itu sudah tidak ada..sepertinya aku menyukai hyukjae oppa..dan apa ini?? Kenapa dalam dadaku ada perasaan seperti ingin bertemu kembali dengan hyukjae oppa..aaahhhh~~~ akuuu galllaaauuuuuuu~~ ><

~ Hyukjae POV ~

Rasanya aku memang benar-benar gila kali ini!! Bayangan wajah eunbi sudah menempel dengan sangat kuat dalam otakku. Go Eun bi…. Saranghae….

♪♫ : I’m a fool..

I’m a fool who only look at you..

I love you..

Even no  matter people tease us..

I’ll become a fool who only look at you

A fool..

I’m a fool who only look at you

Take my hand..

Hug me..

I’m a fool who only look at you..

( Juniel ft Yonghwa – Babo )

~ At Dance Practice Room ~

♪♫ ♪ Maxstep~

Hyukjae menatap cermin besar dihadapannya dan mulai berlatih dance. Sebuah label perusahaan rekaman ternama dan terbesar di seoul akan mengadakan audisi mencari bakat dan jika lolos maka kemungkinan dia akan menjadi trainee di perusahaan tersebut. Dia sudah bertekad akan mengikuti audisi tersebut. Minggu depan audisi itu akan berlangsung dan dia harus berlatih extra keras sekarang.

Hyukjae terus menggerakkan seluruh badannya berdance ria matanya fokus pada cermin besar dihadapannya mengoreksi beberapa gerakan yang menurutnya masih dirasa kurang. Keringat mulai membanjiri seluruh tubuhnya. Hyukjae mematikan music kemudian mengambil handuk kecil dari dalam tasnya yang sering dia bawa, lalu mengelap (?) seluruh keringatnya dengan tangan kirinya, tangan kanannya berkutat mengaduk-aduk isi tasnya mencari botol minuman yang sering dia bawa saat latihan. Hyukjae mengambil botol minumnya dan membuka tutupnya, namun sayang..ternyata airnya habis..hyukjae menghela nafas kesal!!

“Haisshh..jinjaaa!! bagaimana bisa aku lupa kalau airnya sudah habis” rutuk hyukjae sambil menggaruk-garuk kepalanya

“eotteoke?? Aku haus…” gumam hyukjae

Tiba-tiba sebuah botol minuman utuh terulur dihadapannya.. hyukjae menatap orang yang mengulurkan botol minuman itu

“eunbi-ya..” ucap hyukjae

“ige..oppa..minumlah..” ucap eunbi sambil menyodorkan lagi minuman yang sengaja dia beli  untuk hyukjae.

“keundhae…”

“aku sengaja membelinya untuk oppa..minumlah..” potong eunbi

“ahh..jeongmal?? gomawo eunbi-ya..” ucap hyukjae sambil mengambil minuman itu dari tangan eunbi lalu mulai meneguknya, rasa haus yang melanda tenggorokannya kini sudah terobati.

Eunbi mengambil tempat duduk disamping hyukjae. Seketika jantungnya berpacu sangat cepat melebihi biasanya matanya menatap hyukjae yang sedang meminum air pemberian darinya sebutir keringat meluncur dari dahi hyukjae, reflex eunbi segera melayangkan tangannya dan menghapus keringat itu. Hyukjae terpaku sejenak kemudian segera menoleh kesamping dilihatnya eunbi yang sedang menatapnya dan tangan eunbi yang terhenti di dahinya. Mereka saling bertatapan. Eunbi segera melepaskan tangannya di dahi hyukjae.

“ahh~ mi..mianhae..aku…hanya..mengelap keringat..” ucap eunbi gugup sambil mengalihkan pandangannya

“e..eoohh..go..gomawo” ucap hyukjae sama gugupnya

Suasaana hening tanpa suara mulai tercipta diantara mereka. Eunbi memain-mainkan kedua jemari tangannya saking gugupnya

“cklekk~”

Pintu ruangan terbuka, membuat dua orang manusia yang sedang kegugupan itu menolehkan pandangannya kepintu disana terlihatlah sesosok namja yang mereka kenal. Lee Howon.

“ternyata kalian disini, aku mencari kalian kemana-mana” ucap howon

Tak ada jawaban baik dari hyukjae maupun eunbi

Howon merasa sesuatu telah terjadi sebelum dia datang

“waeyo?? Kenapa kalian aneh sekali?? Apa ada sesuatu yang terjadi sebelum aku datang??” Tanya howon

“a..aniyooo…aku hanya sedang istirahat sehabis latihan, dan eunbi juga baru datang beberapa menit yang lalu” ucap hyukjae cepat

Howon menaikkan sebelah alisnya heran namun kemudian dia memutuskan untuk tidak mempermasalahkan hal itu.

“aahh..hyukjae-ya apa kau sudah mempersiapkan semuanya untuk audisi nanti??” Tanya howon

Hyukjae menganggukkan kepalanya.

“audisi??” Tanya eunbi

“ne..kami akan mengikuti audisi SM Entertainment minggu depan” jawab howon

“aahhh…arasseo oppa hwaitiiinnnggg!!!” ucap eunbi memberi mereka semangat

~SM Entertainment building~

“aahhhh…aku sangat gugup sekali” ucap howon sambil memain-mainkan jemarinya dia menghela nafasnya berkali-kali

“na ddo..” ucap hyukjae

Kali ini mereka sedang mengantri untuk dipanggil audisi..

“eunbi eoddie??” Tanya howon sambil celingak-celinguk mencari sosok yeoja yang baru-baru ini menghantui pikirannya

“apakah dia akan datang?” Tanya hyukjae

“molla..” ucap howon ragu

“OPPA..!!!” terdengar teriakan seorang yeoja yang berlari-lari kea rah howon dan hyukjae

“eooohhh..bukankah itu eunbi??” Tanya hyukjae sambil menunjuk yeoja yang sedang berlari kearah mereka

“aahh..ye..” kata howon sambil tersenyum senang

“hhhaahh..hhaahhh *ceritanya suara nafas yang ngosngosan* oppa…apa kalian sudah dipanggil??” Tanya eunbi

“belum eunbi-ya..kita sedang menunggu untuk dipanggil” kata hyukjae

“nomer peserta 4444 Lee Hyukjae..silahkan masuk!!”

“aahh..aku sudah dipanggil aku masuk dulu..” kata hyukjae

“oppa..Hwaitiinngg!!” kata eunbi sambil mengepalkan tangannya memberi semangat

15 menit kemudian…..

Hyukjae keluar dari ruang audisi..

“nomer peserta 4445 Lee Howon.. silahkan masuk!!”

Howon pun masuk..

“oppa..eotte??” Tanya eunbi

“hhaahh…molla eunbi-ya..” kata hyukjae dengan wajah tak yakin

“sudahlah yang penting oppa sudah melakukan yang terbaik” kata eunbi mencoba untuk menghibur

Beberapa menit kemudian howon keluar dari ruang audisi

“kajja..kita pulang, pengumuman peserta yang lolos audisi akan diumumkan besok” ucap howon

Merekapun pergi..

Keesokan harinya…

SM Building..

Howon dan Hyukjae sedang mengantri di papan pengumuman para peserta yang lolos audisi

“Hyukjae-ya..wae geurae?? Ada apa dengan raut wajahmu?? Apakah kau lolos audisi??” Tanya howon

“howon-ah..eotteoke??” ucap hyukjae pasrah

“wae geurae?? Malhaebwa..!!” ucap howon

“aku lolos audisi..” ucap hyukjae lirih

“Mwoya!! Chukka..nae chingu..” kata howon senang

“Yaa!! apa kau lolos??” Tanya hyukjae

“Nan?? Aku gagal hyukjae-ya..tapi aku sangat senang kau lolos” ucap howon

“Mwoya!! Aniya..bagaimana bisa??” Tanya hyukjae tak percaya

“hmm..molla..mungkin kemampuanku tak sebagus kemampuanmu..chukkae..aku senang kau lolos..raihlah impianmu” ucap howon sambil tersenyum tulus

“keundhae..howon-ah…..”

“kau jangan merasa tidak enak denganku..pergilah..raih mimpimu..kau harus sukses..aku akan sangat sedih jika kau tidak pergi” kata howon lagi

“oppaaaa…!!” panggil eunbi

Hyukjae dan howon melihat eunbi berlari kearah mereka

“oppa..eotteokhae?? kalian lolos?? Kalian lolos kan??” Tanya eunbi antusias

“aku gagal eunbi-ya..tapi..hyukjae lolos..” kata howon

“mwo?? Kenapa bisa?? Aku akan protes pada semua juri karena dia tidak meloloskan howon oppa..” teriak eunbi sambil hendak melangkah memasuki gedung SM

“andwae..” kata howon sambil menahan tangan eunbi

“waeyo oppa??” Tanya eunbi heran

“nan gwenchana eunbi-ya.. setidaknya salah satu diantara kita berdua ada yang lolos” kata howon

“geurae..baiklah kalau begitu..chukkae hyukjae oppa” ucap eunbi

“gomawo” ucap hyukjae

“kajja mala mini kita akan membuat pesta perpisahan untuk hyukjae..” teriak howon semangat

“nde??” Tanya eunbi kaget

“waeyo?? Besok hyukjae akan pergi dia sudah resmi menjadi trainee disini” jelas howon

“ahh..ye..kajja”

*SKIP*

Malam Hari…

Hyukjae sekeluarga beserta Howon dan Eunbi sedang mengadakan Barbeque Party di Halaman rumah Hyukjae untuk merayakan resminya hyukjae menjadi trainee di SM Entertainment..

*SKIP Party*

Tinggallah hyukjae, howon dan eunbi di halaman rumah

“hyukjae-ya sepertinya perutku berontak, aku ke kamar kecil dulu” pamit howon sambil berlari masuk ke dalam rumah

“oppa…” panggil eunbi

“nde..”

“apa oppa harus pergi??” Tanya eunbi

“nde??” Tanya hyukjae kaget dengan pertanyaan eunbi yang tiba-tiba

“aku..aku..tidak mau oppa pergi…”ucap eunbi

“waeyo?? Kenapa kau tidak ingin oppa pergi??” Tanya hyukjae

“moreugesseo..” ucap eunbi

“eunbi-ya..neo ara?? Sebenarnya ini adalah impianku, dari dulu..” ucap hyukjae

“oppa..aku pikir..aku menyukai oppa..” ucapa eunbi tiba-tiba

“Mwo??” ucap hyukjae kaget

“aku menyukai oppa.. ani..saranghae..” ucap eunbi yang membuat hyukjae tercengang seketika

Hyukjae terdiam..

“mianhae oppa..” ucap eunbi lalu berbalik melangkah pergi meninggalkan hyukjae sendirian

“na ddo saranghae..eunbi-ya..” gumam hyukjae lirih nyaris tak terdengar

5 tahun kemudian….

“member Boyband terkenal Super Junior Eunhyuk dikabarkan  sedang menjalin hubungan dengan SNSD Hyoyeon berita ini diperkuat dengan adanya  foto mereka yang tertangkap wartawan sedang pergi berjalan-jalan berdua di daerah sekitar gangnam..”

*klik..!!

Eunbi mematikan TVnya

“Hyukjae oppa..” ucap eunbi lirih

Ya..eunhyuk super junior itu adalah Lee Hyukjae, hyukjae yang dia kenal  hyukjae yang dia cintai..bahkan sampai saat ini..

Hyukjae sudah menjadi public figure yang dicintai banyak orang terutama para remaja, ya..dia telah berhasil menjadi artis besar bergabung dalam boyband super junior yang dibentuk oleh SM Entertainment sedangkan Howon?? Dia berhasil lolos audisi di Woolim Entertainment dan bergabung dalam boyband Infinite dengan nama panggung Hoya, yah..mereka sudah sukses mencapai impiannya masing-masing harusnya eunbi meras sangat senang tapi entah kenapa dia merasa ada yang hilang..dunianya..seakan berjalan tak sesuai dengan harapan dan keinginannya..

Eunbi mengambil syalnya dan memakai sweater tebalnya..ini musim dingin..salju-salju memenuhi jalanan seoul..eunbi berjalan-jalan keluar..tujuannya saat ini adalah taman..

Taman dimana dia pertama kali bertemu kembali dengan howon dan mengenal seorang Lee Hyukjae..

Eunbi berjalan sambil memakai headphonenya mendengarkan lagu-lagu favoritnya, lagu-lagu super junior dan infinite, yah..eunbi memutuskan untuk menjadi fans Eunhyuk dan Hoya..

Eunbi duduk di bangku taman..memandangi tumpukan salju disekitar taman..

Tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya dari belakang..eunbi berbalik melihat orang itu, eunbi membuka headphonenya

“eunbi ya..” ucap  orang itu

“nde..nugusseyo??” Tanya eunbi karena dia merasa tidak mengenal namja yang ada di hadapannya saat ini namja ini memakai kacamata hitam lalu syal yang melingkar menutupi hampir sebagian wajahnya

Tapi..suara itu..!!

“hyukjae oppa??” Tanya eunbi hati-hati

Namja dihadapannya tersenyum lalu mengangguk

Hyukjae duduk di bangku taman disamping eunbi

“Sudah lama tak bertemu eunbi-ya..bagaimana kabarmu??” Tanya hyukjae

“aku baik-baik saja oppa..oppa bagaimana kabarnya??” Tanya eunbi

“aku baik-baik saja”

“apa yang sedang oppa lakukan ditaman ini??” Tanya eunbi penasaran

“aku hanya merasa bosan di dorm”

“aahh..akhir-akhir ini oppa pasti sangat sibuk”

“lama tak bertemu eunbi-ya..bogoshippo..” ucap hyukjae

“nde?? Ahh..ye..na ddo bogoshippo oppa”

Mereka terdiam..

“oppa..chukkae..oppa sudah punya yeojachingu sekarang..chukkae..aku ikut senang” kata eunbi

Hyukjae menautkan kedua alisnya tak mengerti

“yeojachingu?? Nugu??” Tanya hyukjae heran

“hyoyeon eonni..dia cantik dan pandai dance juga sangat cocok dengan oppa”

“begitu ya??” Tanya hyukjae

Eunbi mengangguk mengiyakan

“tapi dia bukan yeojachinguku eunbi-ya..” ucap hyukjae

“nde??” Tanya eunbi kaget

“aku tidak mencintainya..aku mencintai yeoja lain” ucap hyukjae

“mwo?? Apa oppa sudah mengatakan perasaan oppa pada yeoja itu??” Tanya eunbi ada sebersit rasa sesak dihatinya saat ini

Hyukjae menggeleng

“aku tidak yakin apakah dia akan menerimaku setelah apa yang aku lakukan padanya..” ucap hyukjae

“setidaknya oppa berusaha dulu..ppali oppa kejar cinta oppa” ucap eunbi

Hyukjae terdiam

“waeyo?? Harusnya oppa kejar yeoja yang oppa cintai sekarang”

“yeoja yang oppa cintai itu..neora..Goh Eun Bi..” ucap hyukjae

“mwo??”  eunbi kaget tak percaya dengan apa yang baru saja hyukjae katakana

“Saranghae Goh Eun Bi..” ucap hyukjae

Eunbi terdiam

“aku mengerti jika kamu merasa kesal dan marah padaku eunbi-ya..kesalahan terbesarku adalah meninggalkanmu..sehingga aku takut untuk menghubungimu bahkan untuk bertemu denganmu sangat sulit, aku memang bodoh..maafkan aku” ucap hyukjae

“…………….”

“…………..”

“…………….”

“satu-satunya kebodohanku adalah aku masih mencintai seorang Lee Hyukjae bahkan sampai saat ini..” ucap eunbi

Hyukjae terhenyak kaget tak percaya dengan apa yang baru saja eunbi katakan

“na ddo saranghae.. Lee Hyukjae..” ucap eunbi

Hyukjae tersenyum senang dia memeluk eunbi erat dia berjanji pada dirinya tidak akan melepaskan yeoja yang sangat dicintaiya ini dan tidak akan membuatnya menderita

“gomawo..” ucap hyukjae

Akhirnya hari bahagia ini tiba..bahagiaku bersamamu…

“kesalahan terbesarku adalah meninggalkanmu” – Lee Hyukjae –

“satu-satunya kebodohanku adalah aku masih mencintai seorang Lee Hyukjae” – Goh Eun Bi –

_ Kkeut _

FF ini special buat saengku tersayang Eunja..kekeke~ Mianhae kalo menunggu lama dan ceritanya apa adanya..hehe

Semoga saeng suka.. ^^

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , | Leave a comment

(fanfic) RETURN(GO BACK) Cast: Lee Seung Gi & Kim Yoo Jung [Romance/PG:15/Oneshoot]

23388_567395793288075_830195643_a

(fanfic) RETURN(GO BACK)

Cast: Lee Seung Gi & Kim Yoo Jung

[Romance/PG:15/Oneshoot]

Author: Iino Chiharu

(ini Fanfic pertama saya tentang MV lee seung Gi. karena sangat tergila-gilanya dengan MV ini sampe bener-bener kebelet mau nulis. HAPPY READING  pemirsah hehe ^^ dont forget for RCL ne KHAMSAHAMNIDA)

Aku memulai kembali kisah cintaku entah aku tiba-tiba saja kakiku ini membawaku kesubuah hutan dingin dan pepohonan yang berguguran saat itu.

Sambil berjalan, mataku langsung tertuju dengan patahan kapur yang berada diujung kakiku itu. Entah mengapa ada patahan kapur disana. aku memgambil kapur itu dan memegangnya dan memperhatikannya, seketika seorang anak gadis berlari didepanku sambil tersenyum memandangiku dan  dia menuju kesebuah piano tua dan duduk sambil memainkan not-not nada itu. dan akupun berjalan mendekatinya dan duduk disana sambil ikut memainkan piano itu. piano yang kehilangan satu balok nada tinggi Do.

Asik bermain piano itu, gadis itu beranjak dari tempatnya dan berlari sambil melihat ku kebelakang, seperti menunjukkan jalan kepadaku. Jalan menuju kembali kemasa lalu ku.

Akupun mengikutinya dengan seksama, dan gadis itu menuju satu buah pintu yang berdiri sendiri disana  seperti sebuah pintu misteri, diapun membuka pintu itu lalu masuk aku menatap heran dengan pintu ajaib itu, lalu tanpa pikir panjang akupun memegang ganggang pintu itu dan membukanya.

Seketika aku menembus kesebuah ruangan, yah itu adalah sekolahku, sekolah SMA ku. Ini sungguh ajaib dan sangat misteri sekali ketika aku kembali kememori ku yang telah usang aku seperti menyentuh mu saat itu.

Aku melihat gadis itu masuk kedalam sebuah ruangan kelasnya, dan akupun mengikutinya dan berhenti disebuah jendela kaca itu memperhatikan kami.

[“yah, yujin! Mana PR mu?” tanya guru pria itu kepada yujin

“maafkan aku pak, aku lupa membawanya” jawabnya dengan wajah datar.

“baiklah kau keluar dan duduk didepan kelas itu hingga jam pelajaran usai” yujin pun berdiri dari bangkunya itu

“dan kau seung gi? Mana pekerjaanmu?” kini giliranku saat itu yang guru itu tanya

“maaf pak aku juga lupa membawanya”jawabku dengan lantang. Padahal aku membawa pekerjaan rumahku itu namu saat aku melihat yujin yang tak membawa pr nya aku berpikir ini adalah kesempatanku untuk mendekatinya lalu aku menyimpan buku itu dilaci mejaku dengan diam-diam agar aku juga dihukum bersamanya.

“sekarang keluarlah kalian berdua” guru itu menyuruh kami keluar dengan memulai berjalan kemeja-meja murid lainnya. Sembari kamipun berjalan keluar kelas dan menerima hukuman itu.]

Aku yang masih berdiri didepan pintu itu hanya memperhatikan kami berdua yang telah dihukum, aku merindukan masa itu, ini adalah misteri, ketika aku mengingatnya hatiku terasa dingin merindukannya, ketika mengingatnya seakan aku bisa menyentuhnya dan seakan itu baru kemarin.

(i look back to those times, as if i could touchit,as if it was yesterda)

Bel istirahat berbunyi saat itu, lalu aku masuk kedalam kelas itu memperhatikan kami saat itu.

Aku melihat kejadiaan dimana kami membersihkan penghapus papan tulis itu dari kapur-kapur yang menebal disana, memukul-mukulkan 2 penghapus itu hingga bersih dari kapur-kapur yang mengepul. Sambil terbatuk-batuk kulihat yujin dengan sedikit tertawa kecil dan dia tak menghiraukanku.

Hari demi hari kami semangkin dekat dan akrab, aku mulai mencintainya saat itu kemanapun dia berada aku terus mengikutinya. Membersihkan jendela sekolahku yang berdebu akupun ikut membantunya, apapun yang yujin lakukan aku terus mengikutinya dan membantunya.

Sampai suatu ketika aku terlibat perkelahian dengan teman sekelasku, sedikit luka diwajahku saat itu.

[(flashback)

(yujin POV)

Aku berjalan menuju keluar kelas dan membawa setumpukkan buku-buku untuk aku berikan keguru mata pelajaran saat itu. saat berjalan keluar kelasa tiba-tiba seseorang menyentuh bokong ku dan saat itu seung gi tepat dibelakangku sambil menunjukkan senyumnya kepadaku, aku yang tanpa bertanya-tanya lagi langsung menampar wajahnya dan meninggalkannya dengan buku-buku itu berhamburan dilantai.

(Yujin POV End)

(Seung Gi POV)

aku dengan heran dan memegang wajahku karena tamparan yujin itu kepadaku. Dan ketika aku berbalik  3 temanku yang laki-laki itu mengintipku sambil tertawa mungkin karena mereka mengapa yujin seperti itu, yujin sudah salah sangka kepadaku.

Saat sepulang sekolah aku mengikuti yujin pulang.

“yujin~ maafkan aku bukan aku yang melakukannya” aku berusaha memegang tangannya dan menjelaskan masalah itu kepadanya. Namun yujin hanya diam dan megabaikanku dan yujin juga menyingkirkan tanganku saat itu sambil yujin berjalan cepat meninggalkanku.

Aku lalu berlari menyusul 3 teman yang telah mengerjai yujin dan kamipun berkelahi. Aku memukul 3 anak itu hingga babak belur dan aku hanya mendapat kan sedikit luka dipipi dan bibirku.

**

Keesokkannya aku masuk kedalam ruang kelasku dan membawa 1 kotak susu dengan 2 tempelan kerta yang berisi ekspresi marah lalu senyum lebar, dia terkekeh kecil lalu menatapku.

[Seung Gi POV End]

[Yujin POV]

Aku menerima 1 buah kotak susu dengan dua eksperi wajah marah dan senyum dengan tulisan singkat disana. dan aku pun tersenyum lalu menatap wajahnya, dan sangat membuat ku terkejut ketika aku melihat wajahnya ada luka disana serta bibir mulusnya yang terluka sungguh membuatku sedih, aku terus menatap wajah itu yang tak menghiraukanku sedikitpun.

“yujin , seung gi kerjakan nomer 1 dan 2 kedepan” perintah seorang guru matematika itu kepada kami. Lalu kamipun berjalan menuju papan tulis itu dan mulai mengerjakan apa yang guru itu perintahkan. Sambil mengerjakan tugas itu aku mulai menatap wajah seung gi kembali namun dia tetap tak menghiraukanku, tak menatapku sedikitpun.

**

Saat ini jam pelajaran musik pun berlangsung, aku yang sedang meniup serulingku dan seung gi yang sedang memainkan piano bersama teman perempuan sambil mereka bermain dan bercanda, itu membuatku sangat cemburu melihat mereka saat itu. aku tetap fokus meniup serulingku saat itu karena sudah sangat cemburu melihat mereka bermain dengan penuh canda tawa itu.

***

#keesokkannya

Jam pelajaran musik berlangsung lagi hari aku tetap dalam posisi meniup peluit ku dan seung gi yang sedang bermain piano sendiri tanpa ditemani gadis itu lagi, aku menatapa sung gi yang sedang memainkan piano itu sambil aku meniup peluitku lalu aku tersenyum kecil kepadanya. Mengapa seung gi tak bermain berdua lagi saat itu? yah, karena aku menghilangkan 1 balok not Do tinggi saat itu dan itu membuat ku bahagia, aku tak ingin temanku itu mendekati seung gi. Lalu seung gi berbalik kearahku dan tersenyum lagi padaku.

**

Dan ketika sepulang sekolah saat itu aku membawa beberapa tumbuk buku-buku ku yang akan kupelajari dirumah. Namun seung gi dengan sigap menghampiriku lalu merebut buku yang aku bawa itu dari tanganku. Aku melarangnya namun dia memaksa ingin membawanya yah sudah aku mengijinkannya membawa itu sambil aku mengikutinya dari belakangnya.

[Yujin POV End]

##

Aku tetap mengikuti kisah cerita itu, mengikuti hingga akhir kisah ku itu. sambil begitu tersenyum kepada kisa itu.

Sampai suatu ketika aku bertanya pada diriku. Apakah aku benar-benar mencintaimu? Dengan akhir yang sangat misterius ini.

Aku melihat diriku yang sedang berada disebuah ruangan kepala sekola saat itu. aku yang mengingat tentang kejadian dimana kepala sekolahku memberikan nasihat penuh kebaikan kepadaku saat itu

aku dipanggil keruangan kepala sekolah kekantornya saat itu, kami membicarakan tentang keluarnya aku dari sekolah itu. disebabkan karena pemukulanku kepada 3 temanku waktu itu. aku hanya berdiri diam mendengarkan perkataan kepala sekolah ku saat itu.

**

[Yujin POV]

Aku sedang berjalan menyusuri koridor kantor kepala sekolah saat itu karena aku penasaran mengapa seung gi dipanggil saat itu. Hari itu adalah hari dimana semua perasaanku sangat bercampur aduk, aku inkut mendengar sedikit percakapan mereka dan sangat begitu terkejutnya aku ketika aku mendengar bahwa seung gi akan keluar dari sekolah kami.

{#Seung Gi

Gadis itu menatap ku dengan wajah sedih dan diapun berlari cepat keluar dan akupun mengikutinya. Kami berdua berdiri ditembok gedung itu sambil menunggu aku keluar dari ruangan itu. dan saat aku keluar dari ruangan kepala sekolah itu, dan menuju kepada ibuku dan ayahku karena mereka sudah bersiap-siap untuk menjemputku saat itu.}

[Yujin POV]

Aku berdiri disebuah tembik gedung kepala sekolah itu , menunggu seung gi untuk keluar dari ruangan itu.

Dan beberapa saat kemudian seung gi pun keluar lalu aku mencegah langkahnya itu, aku tepat dihadapannnya saat itu. kami hanya saling bertatap wajah, setelah itu seung gi meninggalkanku iya mulai berjalan kembali.

Lalu akupun mengejarnya dan memanggilnya

“Seung gi ~ah !” lalu seung gipun berhenti lalu berbalik kearahku dengan air mata yang jatuh saat itu.

Aku mengeluarkan 1 balok not Do piano yang telah aku lepas dari piano sekolahku itu. aku mengulurkan tanganku kepadanya dan seung gi pun mengambil balok not piano itu dan hanya menatap ku sejenak lalu berbalik dan meninggalkanku.

*****************

#Seung Gi

‘Akhir yang misterius dimusim itu,  lalu akupun berjalan pulang kembali menuju pintu yang aku masuki itu. lalu aku keluar dan berdiri didepan pintu itu sambil mengeluarkan sesuatu dari dalam sakuku. Itu adalah i balok not piano yang pernah yujin berikan kepadaku saat kami berpisah. Kisah yang tidak bahagia aku hanya bisa menyimpannya lalu ketika aku merindukannya aku akan kembali mengingatnya.

*END*

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

(fanfic) IN THIS JUNE OPPA?| Main cast: Goh Eun Ja & Kim Jae Bum | [Romance/PG:17/leght:OneShot]

293577_565012966859691_1196367992_a

(fanfic) IN THIS JUNE OPPA?

Main cast: Goh Eun Ja & Kim Jae Bum

[Romance/PG:17/leght:OneShot]

Author: Iino Chiharu

[jaebum pov]

Aku yang hanya bisa menatap sendu kalender-kalender itu tak bisa bergeming sedikitpun. Juni sudah tiba dan aku masih tak bisa kembali kenegriku dan merayakan ulangtahun bersama kekasihku. Aku masih saja berada diBelanda untuk sekolahku ini. Seharusnya 2 juni aku sudah ada dikorea. Tapi ini sudah 3 juni dan aku masih saja berada dinegri orang ini.

Aku menggerutuk diriku sendiri karena tidak menyelesaikan dengan baik tugas-tugasku. Aku terlalu sibuk sehingga aku juga melupakan eunja. Kau tahu alasan mengapa aku ingin pulang dibulan Juni ini?. Itu karena juni adalah dimana aku dan eunja berulang tahun. Juni adalah bulan kelahiran kami, yah kami memiliki bulan lahir yang sama namun pada tanggal yang berbeda. Dia ditanggal 10 dan aku pada tanggal 13. Yah kami berbeda 3 hari, tapi aku selalu mengeluh kepadanya untuk memanggilku oppa. Seperti setiap sepasang kekasih korea lainnya, walau si wanita lebih tua mereka tetap saja memanggil pacarnya dengan sebutan oppa.

Tapi berbeda dengan eunja, dia lebih ingin kalau aku tetap memanggilnya noona dan itu membuat kami selalu beradu mulut. Berkelahi namun tidak dengan kekerasan ataupun membuat kami marah dengan sangat lama. Paling setelah beradu mulut seperti itu kami tertawa lagi kembali. Aku pikir bulan ini aku tidak akan merayakan ulang tahun kami. Karena aku saja masih berada diBelanda dan belum ada idzin untuk pulang. Ini membuatku sedikit sedih aku hanya bisa menanyakan kabarnya sesekali. Dan hari ini aku sungguh sangat merindukannya, hanya bisa memandangi photonya dilayar handphoneku.

Aku hanya bisa kembali mengingat memori kami saat bahagia itu. mengingatnya sungguh sangat membuatku dingin sehingga aku dapat ingin menyentuhnya. Mengingat tahun kemarin kami merayakannya berdua disebuah gunung yang indah dan sebuah padang bunga dan hanya ada 1 pohon yang berdiri disana. aku sudah menghias taman itu untuk kami agar terlihat romantis. Dan menyiapkan beberapa makanan disana itu adalah siang yang cerah dan eunja terlihat cantik saat itu.

(Flashback jaebum)

[“tutup matamu jangan dibuka ok!” akupun membawanya ketempat yang sudah aku persiapkan dan saat aku menyuruhnya membuka matanya seperti biasa dia adalah perempuan yang akan selalu takjub akan keindahan alam yang romantis itu.

“yah, jaebum mengapa kau terpikirkan hal seperti ini? Hum?” tanyanya yang memasang tampang takjub itu kepadaku.

“hemm! Entahlah”. Aku yang langsung memegang wajahnya dan langsung menciumnya itu adalah kado ke tiga untuknya dariku. Pertama aku mencium bahunya karena aku tahu dia akan luluh jika titik itu aku sentuh. Lalu mencium dahinya,kedua matanya,hidungnya lalu terakhir aku mencium bibirnya dengan cukup lama sekali. Entah apa yang dia rasakan aku juga tak tahun tapi aku bahagia memilikinya dan semua kejutanku ini masuk dalam tahap berhasil.

Setalah kado ke 2 itu aku menyuruhnya duduk direrumputan yang indah itu sambil menuangkan anggur dan menyediakan makanan ringan kepadanya.

“jaebum yah, terima kasih untuk ini semua.” dia tersenyum kepadaku dan berdiri mengapai tasnya yang aku taruh diatas meja kecil yang aku sengaja siapkan untuk menaruh barang-barang kami. Didalam tasnya dia mengeluarkan sebuah kotak berbentuk bintang berwarna biru dan pita merah lalu dia memberikannya kepadaku.

“aku pikir itu adalah benda sederhana yang aku pikirkan”. Lalu aku membuka isinya dan sebuah arloji berwarna emas beserta liontin yang berisi photo kami berdua. Sungguh indah hadiah itu benar-benar indah.

“Terima kasih !” aku langsung merangkulnya dan memeluknya dan akupun memulai semua yang telah kubuat, mulai memberikannya kado dan bercanda tawa dengannya. Kisah yang indah dibulan juni 2012 itu.

[flashback jaebum End]

Sembari mengingat kenangan ku itu, aku langsung teringat dengan liontin itu dan bergegas membuka kotak segi empat yang diberikan eunja kepadaku. Dan membukanya mengambil liontin dan arloji itu aku memoto benda itu dan langsung saja aku send mail kepadanya.

[jaebum pov end]

**

[eunja pov]

“ahh~ hari ini begitu sibuk sehingga tak menghiraukan keberadaan handphoneku”. Aku mencari-cari handphone ku itu didalam tasku dan ketemulah dia. Setelah aku aktifkan dan mengecek Mail Box ku ternyata ada email masuk dari jaebum disana. lalu aku buka dan isinya sebuah foto liontin dan arloji yang pernah aku berikan kepadanya dan sebuah kalimat “masih ingat benda ini sayang? Aku merindukanmu. Sepertinya juni ini aku tak bisa pulang karena begitu banyak pekerjaan”. Pesan yang sangat membuatku sedih karena juni ini aku akan merayakan ulang tahun kami dengan sendiri. Lalu akupun membalas email itu

“i really miss you. Bisakah kau memelukku sekarang?”. Hanya itu lalu aku send. Dan sudah 1 jam tak ada balasan darinya. Sungguh membuatku sedih tahun ini tidak begitu baik untukku. Ingin rasanya aku menangis sejadinya. Bukan karena ulang tahun kami tapi sungguh sangat merindukannya sehingga ingin mati. Aku pun melaju pulang kerumah dan masuk kekamarku tak kuhiraukan lagi dengan ibu yang memanggilku untuk makan. Tiba dikamar aku hanya menangis terisak-isak sungguh tahun yang sial , rutukku dalam hati.

“ok! Mungkin bukan bulan ini tapi bulan depan aku aku ingin meminta kepadanya untuk merayakannya.” Sambil mencibirkan bibirku dan akupun terbaring dan tak sadar akupun terlelap.

#Morning

Hari ini aku libur kerja, aku hanya akan berdiam diri didalam kamarku dan keluar kamar hanya ingin makan lalu dikamar lagi. Aku memandang sendu kalender itu, ini sudah tanggal 10 dan ini adalah hari ulang tahunku. Ibu,kakak,ayah tidak mengingat sama sekali dengan ulang tahunku itu mereka benar-benar terlalu sibuk dan jaebum? Dia saja tidak mengirim email untuk ucapan selamat kepadaku. Aku mulai berpikir apakah mereka telah melupakanku? Cih~ baiklah aku akan berada dikamar saja dan tidak kemana-mana. Aku mulai pagi itu hanya tidur hingga sore aku baru bangun dan mandi lalu tidur lagi hingga pagi menjelang. Seperti biasa tak ada yang special. Rumah kosong hanya ada aku itu sangat membosankan sekali bagiku.

#####

Ini sudah tanggal 12 dan besok adalah hari ulang tahun jaebum, tapi sepertinya aku hanya akan memberikan ucapan melalui email kepadanya Karena dia tidak akan berada disini.

Malam menjelang~ ini sudah pukul 11.59 1 menit lagi aku akan mengirimkan ucapan selamat ulang tahun kepadanya. Sambil menatap jam menunggu jarum-jarum itu bergerak kearah 00:00 kst.

Dan saat yang kutunggu-tunggu pun tiba. Aku langsung bergegas menyentuh layar handphone ku

“Jaebum, Happy b’day to you! Cepatlah kembali aku sangat merindukanmu sudah 1 tahun lebih kita tidak berjumpa. Semoga kau sehat selalu dan jangan terlalu banyak memikirkanku. Haha”

Hanya seperti itu lalu aku menyentuh tulisan Send. Setelah itu aku menaruh handphoneku kembali dan tidur dengan lelap. Aku bermimpi indah malam itu indah sekali. Disana aku dan jaebum sedang bermesraan jaebum tak henti-hentinya menciumku dan memelukku aku benar-benar seperti didunia nyata, aku seperti benar-benar menyentuhnya itu mimpi yang benar-benar seperti nyata membuatku tak ingin bangun dalam mimpi itu. jaebum begitu sexy, kami terbaring dipadang rumput kami tidur dengan terbalik kepala kami bertemu dan disana jaebum menciumku dengan sangat penuh cinta. Mimpi yang indah sekali untuk malam itu.

[Eunja Pov End]

#Morning

[Jaebum Pov]

Pagi cerah dikorea saat ini. Tebak aku sedang dimana? Yah aku sudah berada dikorea, karena sejak tanggal 10 itu aku bergegas menyelesaikan semua tugasku jadi mengapa aku sekarang sudah dikorea. Sebenarnya aku sejak tanggal 12 sudah berada dikorea tapi aku tak memberitahukan kepada eunja karena hari ini aku akan membuat kejutan lagi kepadanya. Aku juga mendapatkan email darinya yang berisi ucapan ulang tahun itu. aku sudah menyiapkannya seperti biasa aku mengajaknyaa ke sebuah tempat yang tidak pernah dijalaninya  hari ini dan aku sudah mempersiapkan sebuah kejutan untuknya disana lalu bersiap-siap untuk menjemputnya dirumahnya. Kunyalakan mobil Audi putih ku dan melaju menuju rumahnya, ketika sampai disana aku bertemu dengan ibunya.

“jaebum? Bukan kah?” belum selesai ibunya menghabiskan kalimatnya akupun langsung menyambar kalimat itu

“shuttt, ibu ini adalah kejutan untuk eunja. Ibu bisahkah aku masuk kekamarnya?” izin ku kepada ibunya dengan melakukan bow satu kali.

“ah! Baiklah” ibunya tersenyum kepadaku lalu membiarkanku berjalan menuju kamar eunja. Sampai tiba didepan pintu kamarnya, aku membuka perlahan pintu itu dan mengintip sedikit melalui celah pintu yang sedikit kubuka disana aku melihat perempuan yang masih tertidur pulas sehingga membuatku terkekeh kecil melihatnya.

“cih, ahjuma cantik. Mengapa belum bangun?” lalu aku masuk perlahan-lahan dan menutup kembali pintu itu. masih dalam berjalan mengendap-endapku seperti seorang maling, yah aku akan memalingi hati perempuan itu hahaha. Tawaku dalam hati. Lalu aku mendekat kepada seorang putri tidur itu, dan duduk dipinggiran ranjangnya lalu mengecup bibirnya agar dia terbangun.

Tapi ada yang aneh, dia tetap saja tidak terbangun,aku mencari cara lagi untuk membangunkannya. Aku naik keranjangnya lalu tidur disebelahnya sambil aku memainkan telinganya, aku menggelitiknya dengan bulu ayam yang ada diatas mejalampu duduk kamarnya. Dan pada akhirnya dia tersenyum kegelian dan membuka matanya perlahan lalu sontak membuatnya terkejut dan membesarkan matanya itu kepadaku.

“jaebum???? Apakah itu benar kau? Apa yang kau lakukan disini? Apakah aku tidak bermimpi sekarang? Apakah ini nyata? Kau?” banyak sekali pertanyaan yang iya lontarkan kepadaku dan tiba-tiba saja dia mengeluarkan air matanya dan membuatku luluh akan itu.

“ini nyata! Apa perlu aku buktikan untukmu?” aku menarik tubuhnya lalu aku memeluknya dengan posisi kami tidur diranjang itu. Sambil aku menciuminya nakal dan itu membuatnya terkekeh dan melepaskan pelukkan kami.

“kau! Berani sekali. Jadi? Ini nyata?”

“sudahlah cepat mandi dan berpakaianlah yang cantik. Aku akan menunggumu diruang tamu”. Aku meninggalkannya dikamarnya dan keluar dari balik pintu itu.

[jaebum POV End]

[Eunja Pov]

Jaebum memang mahir membuatku terkejut pagi ini. Aku pikir dia memang benar-benar tak akan pulang.  Pantas saja aku merasa seperti ada seseorang yang menciumku dan kupikir itu hanya mimpi jadi aku tak terbangun ternyata itu benar-benar jaebum.

Baiklah aku beranjak dari ranjangku dan menuju kamar mandiku. Selesai mandi aku memilih baju dress putih tak berlengan dan sepatu flatshoes putih bercampur cream lalu sedikit solekan dan sebuah tas berwarna putih sesuai baju ku hari ini. Sudah siap akupun keluar kamarku dan menuju ruang tamu itu .

“jaebum… aku sudah siap!” dan jaebum berdiri dari tempat duduknya lalu mendekatiku dan mengambil tanganku dan kamipun berjalan memasuk kemobil jaebum.

***

#InCar

“mengapa kau tidak memberitahuku? Dan kapan kau pulang? Dan mengapa kau tidak membalas mail ku”

“maafkan aku. Aku tanggal 12 sudah sampai disini tapi aku sengaja tidak memberitahumu”

“hemm~” hanya itu percakapan kami dimobil itu.

***

Sesampainya ditempat tujuan aku begitu benar-benar takjub kejutan yang sama seperti dimimpiku. Padang rumput yang luas sekali dan disana ada 1 pohon berdiri tegap pohon besar tempat berlindung. Dan sebuah hiasan-hiasan indah disana, sebuah kemah kecil entah kenapa jaebum menyiapkan itu apakah kami akan berkemah disini? Sebuah api unggun? Aku pikir apa yang ada diotak ku ini sangat benar.

“nah, bagai mana menurutmu?”

“ini indah, aku tak tahu ada tempat seindah ini dikorea ini!”

“duduklah dan lihat ini”. Aku duduk dan dibawah pohon itu lalu sebuah balon udara dan tulisan melayang diudara yang bertuliskan ‘Happy B’day for June’ entah apa maksudnya dan itu begitu indah, tapu sebuah kertas panjang yang tergantung dipohon itu terbuka lagi dengan sendirinya yang bertuliskan ‘In This June You and Me I LOVE YOU’.

“jaebum? Apakah ini persembahan ulang tahun kita?”

“menurutmu noona?”

“apa? Noona? Tidak biasanya kau?” belum selesai berbicara dia langsung menjatuhkan tubuhku dan terbaring dipadang rerumputan itu. kami berbaring dengan posisi terbalik dan bertemu kepala.

“eunja? Aku merindukanmu.”

“me too so really miss you”

Dan jaebumpun mendekatkan dan berpindah posisi menjadi disampingku, lalu memelukku dan mencium dahiku. Kamipun tertidur disana sangat lama.

[Eunja POV End]

***

[Jaebum POV]

#Night

Malam itu aku menyalakan api unggun yang telah ku siapkan pagi itu. kami duduk didepan api unggun itu eunja yang berada dipangkuan ku sambil mengenakan mantel tebal ku dan sambil aku mengeluarkan sesuatu dari saku kiri ku sebuah cincin indah dan memasukkannya dijari manis eunja saat itu.

“ini kado untukmu. Happy b’day dear”

“thank you. Apa yang akan aku berikan kepadamu hari ini adalah hari ulang tahun mu”.

“panggil aku oppa!”

“Heheh! Okay mulai Juni ini hingga kapanpun aku akan memanggilmu ‘Oppa’”. diapun terkekeh kecil dan menyetujui permintaan ku itu. sungguh sangat sederhana sekali. Tapi aku sungguh begitu bahagia malam ini semua rindu dan semua yang kuinginkan tercapai sudah.

Dan kamipun  menikmati malam itu bersama dan  sebuah ciuman mesra yang begitu lama dan masih tetap pada posisi aku memangkunya malam itu.

(when i’m with you i believe that this world full of love)

*THE END*

{Demikianlah, cinta adalah desahan dari lautan perasaan, air mata dari langit permenungan,dan senyum dari perladangan sukma. *Kahlil Gibran*

Posted in Uncategorized | Leave a comment

[SERIES] ♥ Love Story With Bad Boy ♥ FF _ Epilog

>>>> FLasHbAck

 

Min ra pergi berbelanja di mini market dekat dan tnpa sngaja donghae menabraknya..

“mianhae..aku tdk sngaja” kta min ra membungkuk minta maaf

“gwenchana” jwb donghae lalu mnambil blanjaany dan pergi kluar

“aiisssshh~~ menyebalkan skali dia!!” kta min ra lalu mngambil blanjaannya dan melihat isi blanjaannya trnyata isinya brbeda dgn apa yg tdi dibelinya

“Ahh~~ dia salah mngambil blanjaan..eotteoke??aku hrus mngejarnya mungkin dia tdk jauh” kta min ra lalu berlari mncari donghae

Akhirnya min ra mnemukan donghae..

“oppa..oppa!!” triak min ra

Donghae brhnti dan brbalik “kau memanggilku??” tnya donghae

“ne..” kta min ra

“ada apa??”tnya donghae

“blanjaan kita tertukar..ini mungkin punyamu krna aku mrsa tdk mmbeli smua ini” kta min ra

“oohhhh~ ne..ini..” kta donghae lalu mmberikan belanjaan min ra

“ne..gomawo” kta min ra lalu mngambil kmbali blanjaannya

“heeemmmm”kta donghae

 

Keesokan harinya…

Min ra bkerja di kafe sperti biasanya..kmudian dtang tamu..

“annyeonghaseyo..slamat dtang di kafe kami mau pesan apa??” kta min ra lalu dia kaget krna mlihat tamu yg dtang adalah donghae

“neo??” tnya donghae kaget

“oppa..”kta min ra

“kita bertmu lagi..” kta donghae

“ne…” kta min ra

“siapa nmamu??” tnya donghae

“Lee min ra imnida” kta min ra

“Lee Donghae..”kta donghae

 

Sejak saat itu min ra dan donghae smakin akrab dan akhirnya..donghae meminta min ra menjadi yeojachingunya..

Malam itu..donghae memberikan setangkai bunga mawar merah

“saranghae..jika kau mnerima bunga ini brarti kau mnerimaku” kta donghae

“jika kau menolakku kau lemparkan bunga ini di wajahku” kta donghae lagi

Kmudian min ra mnerima mawar itu “na do saranghae…” kta min ra

Donghae tersenyum senang…

 

Malam dimana kyuhyun menembak min ra…

 

Min ra pulang ke rumah namun sbelum masuk rumah ada yg memanggilnya..

“Lee Min Ra!!” panggil suara itu

“donghae oppa..” kta min ra

“kau sdang apa tadi brsma kyuhyun??” tnya donghae

“dia menembakku oppa..” kta min ra

“mwo??” kta donghae kaget “trus kau jwb apa??” tnya donghae lagi

“aku belum mnjwbnya” kta min ra

“kau milikku!! Smpai kpanpun kau tetap milikku!!” kta donghae

“ne..arasseo..keundhae..” kta min ra

“wae??” tnya donghae

“knp jika di sekolah oppa slalu brsikap buruk pdaku..pura2 tdk mngenalku..kita tdk prnah brtemu..bahkan kau prnah memarahiku..saat kau sdang bersma smua gengmu” kta min ra

“Yaa!! Aku hnya berakting memarahimu di depan smua hyung2ku..kau mngertilah..”kta donghae

“ne..ara…”kta min ra

“kau harus tau satu hal min ra..” kta donghae

“mwo??” tnya min ra

“sikapku pdamu memang buruk di sekolah tpi hatiku padamu tulus..aku bnar2 mncintaimu dan kau hrus ingat satu hal lagi…”kta donghae

“apa itu??” tnya min ra

“kau telah memilihku..dan aku tdk akan melepaskanmu sampai kpanpun!! Arasseo??” kta donghae

“ne..arasseo..oppa walau sikapmu bruk pdaku tpi cintaku jg tdk akan prnah brubah pdamu” kta min ra

“gomawo..aku memang bruntung punya pcar spertimu” kata donghae smbil memeluk min ra

 

>>> FLasHback EnD

 

Donghae mngajak min ra ke danau..

Di Tepi Danau…..

“oppa…skarang smua orang sdah tau klau kita pcaran” kta min ra

“hmm..kau senang??” tnya donghae jutek

“entahlah…oppa sndiri bgaimna??”Tanya min ra

“hemm..gimna ya??” kta donghae pura2 bingung

“Yaa!! Oppa..kau sma skali blum brubah” kta min ra

“hehehehe…. Chagy..” panggil donghae

“hmm??”

“apa kau mnyesal jdi pcarku??” tnya donghae

“mnrutmu??” tnya min ra

“Yaa!! Aku srius” kta donghae

“tidak..aku tdk mnyesal” kta min ra

“gomawo..saranghae…” kta donghae smbil merangkul min ra

“na do saranghae…” kta min ra

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

[SERIES] ♥ Love Story With Bad Boy ♥ FF Part – 7

“Yaa!! Aku menunggumu sdah 2jam lbih…” kta donghae

“mianhae..aku tdk tahu..” kta min ra

“Min ra..blanjaanmu tertinggal…”kta wookie tiba2.. “donghae hyung..” kta wookie kaget

“ahh…ne..”kta min ra smbil mmbwa blanjaanya dri tgn wookie

“donghae hyung sdang apa kau dsni??” tnya wookie

“aku tdk sedang apa-apa..kau sndiri knp kesini??” tnya donghae jutek

“aaahhh~ aku hnya mngantarkan blanjaan min ra..ya sdah aku pergi dulu ada urusn penting” pamit wookie lalu pergi walaupun hatinya masih penasaran

“aku juga mau pulang..”kta donghae dgn sinis lalu pergi keluar..

 

 

Keesokan harinya…

 

Di sekolah smua orang sibuk mempersiapkan acara untuk nanti malam…jadinya hari ini tidak blajar…

“Yaa!! Yoan-ah kmna sieh?? Pasti mojok sama teukie oppa!! Aiissssshhh~~~hari ini menyebalkan!!” rutuk min ra

Dia pun pergi ke taman belakang sekolah…dan melamun sendirian..

“kau sedang apa?? Melamun sendirian di sini??” tnya sebuah suara tiba2..

Min ra kaget dan melihat drimna suara itu berasal…

“aahhh~~ ani..aku hnya sdang ingin sndirian dsni sja..” kta min ra

“ohhh~” kta kyuhyun lalu duduk dsamping min ra

“min ra-ssi..” kta kyuhyun..

“ne…” kta minra

“aku hrap kau sdah pnya jwbannya..” kta kyu

“jwbn?? Jwaban apa oppa??” tnya min ra bingung..

“Aisssshhh~~~ kau lupa!! Jwban prnyataanku mlm itu” kta kyu

“pernyataan yg mna ya??” tnya min ra pura2 lupa

“Yaa!! Yang ituuu looohhhh…”kta kyu

“yg mna??” tnya min ra

“yang ituuuuu….” Kta kyu

“ituu apa??” tnya min ra

“Yaa!! Pkoknya yg itu!! Aku tunggu nanti malam jwbnnya” kta kyu lalu branjak pergi meninggalkan min ra sndirian di taman…

“huuuhhhhh~~~ bingung..” gumam min ra

“bingung knp??” tnya wookie yg tiba2 dtang

“huh?? Ah..ani oppa..” kta min ra..

“sndirian??” tnya wookie

“ne..yoan pasti sdang bersma teukie oppa..” kta min ra..

“oohh~~” kta wookie

Lalu suasana hening tak ada suara…

 

“DOOORRRRR!!!!” teiakan yoan mengagetkan wookie dan min ra..

“Yaa!! Kau mau buat aku mati mendadak karena teriakanmu!!” kta min ra kaget dan shock

“hehehehehehehe…mian..”kta yoan tanpa dosa

“kalian berdua sdang apa??” tnya teukie

“diem” jwb wookie pendek

“Yaa!! Kau knp wookie?? Tdk brsmangat sperti biasanya…gwenchana??”Tanya teukie

“gwenchana..hyung..” kta wookie

“aahhh~~ min ra kajja kita pulang..” ajak yoan

“mwo?? Pulang??” tnya min ra heran

“ne..kita siap2 buat pesta nanti mlm..” kta yoan

“mwo??” kta min ra aneh

“kajja..”kta yoan smbil menarik tangan min ra dan pergi dari sana..

 

Setelah kepergian yoan dan min ra…

“kau knp wookie-ah??” tnya teukie..

“aku bingung hyung..” kta wookie

“bingung knp??” tnya teukie

“aku sudah mengungkapkan perasanku pda min ra..” kta wookie

“trus??” tnya teukie lgi

“min ra blum mnjwabnya..dan aku bingung karna sepertinya kyuhyun juga menyukai min ra” kta wookie

“mwo?? Kyuhyun?? Kau bercanda wookie-ah..slama ini kyuhyun terlihat sgt membenci min ra..” kta teukie

“tpi mlm kmarin aku mlihat kyuhyun dan min ra di tman hyung..mrk trlihat sgt akrab.. bisa saja didpan kita kyuhyun trlihat sgt membenci min ra tpi di blakang kita dia diam2 suka mnemui min ra” kta wookie

“hemm… kau tenanglah..aku yakin min ra juga mnyukaimu..” kta teukie

“mwo?? Kok hyung bsa yakin??” tnya wookie

“entahlah..😀 sdahlah..kajja kita pulang saja..” ajak teukie

“ne..hyung..” kta wookie

mrk pun pergi..

 

malam harinya……pesta ultah sekolah…..

 

teukie menunggu di pintu masuk mlihat kearah gerbang sekolah mencari-cari seseorang namun belum tampak juga…

“hyung..sdang apa kau dsni?? Kajja kita masuk..” ajak heechul

“ne hyung..”kta yesung

Teukie mlihat arlojinya jam 8 tepat sbentar lagi pesta akan sgera dmulai

“hyung kau sdang mnunggu seseorang y??” tebak donghae

“spertinya kau bnar hae” kta eunhyuk

“hyung lebih baik kta tunggu di dalam saja..sbntar lagi pestanya akan dimulai” kta sungmin

“ne..sungmin hyung bnar.. kita tunggu di dalam saja” kta kyuhyun

“kalian duluan saja masuk!! Aku masih ingin dsni..” kta teukie

“baiklah..kajja kita duluan ya hyung”kta wookie

“ne..” kta teukie

Mrk pun msuk ke dlam.. tak lama stelah mrk masuk teukie tersenyum senang karena akhirnya org yg dtunggu teukie sudah muncul..

“Yaa!! Kalian lama skali..” kta teukie

“mianhae chagy..aku harus memaksa min ra dg extra supaya dia mau dtang dan aku dandani…” kta yoan

“mwo?? Yaa!! Apa ini min ra?? Neomu yeppo..”kta teukie

“gomawo oppa” kta min ra

“Yaa!! Lalu aku bgaimna??” kta yoan pura2 ngambek

“kau juga sgt cantik mlm ini chagy..” kta teukie yg sukses membuat wjah yoan berubah merah

“Yaa!! Kita sdah telat kajja kita masuk..” ajak min ra

“ahh~~ ne..” kta yoan

 

Mrkpun masuk ke dalam..

Teukie dan yoan masuk smbil bergandengan tgn dan sukses membuat smua org yg hadir di pesta mlm itu ternganga..

“hyung..nuguya??” tnya heechul

“yeojachinguku..eotteoke??” tnya teukie

“cantik..” kta eunhyuk

“lalu itu siapa??” tnya yesung smbil nunjuk min ra

“dia temanku oppa…” kta yoan

“ahhh~` temanmu sgt cantik” kta sungmin mulai berAEGYO

“kenalkan temanmu itu pda kami” kta heechul

“ne..nmanya Lee Min Ra..” kta yoan

“spertinya nma itu tdk asing y??” kta yesung

“ne..rsanya prnah dngar nma itu sblumnya..” kta sungmin

“nma Lee Min Ra kan bnyak..” kta donghae

“tpi kok rsanya aneh ya..” kta heechul

“aneh knp hyung??” tnya kyuhyun

“rasanya prnah dngar..” kta heechul lagi

“jgn2 dia Lee Min Ra yg slama ini suka kita bully..” tebak yesung

“ne..kau bnar..” kta teukie

“mwo?? Aigoo~~ aku tak percaya ini..trnyta dia sgt cntik!!” kta eunhyuk

“hahahahaha😄 stop…stop..stop…sudah cukup merayunya!!” kta teukie

“oppa..yoan..aku pergi dulu sbentar..” kta min ra

“kau mau kmna??” tnya yoan

“toilet..” kta min ra lalu pergi dari sana..

 

Toilet……

Min ra kluar dari toilet dan ada yg mnarik tgnnya tiba-tiba….

Min ra kaget…ternyata kyuhyun yg mnariknya….

“kyuhyun-ah…kau membuatku kaget!!” kta min ra

“mianhae..aku hnya ingin mndngar jwabanmu skarang..” kta kyuhyun

“mwo??skarang??” tnya min ra

“ne..aku akan trima apapun jwbnmu” kta kyuhyun..

“nae..nae..” kta min ra bingung

“Min Ra!! Kyuhyun kalian sdang apa??” tnya wookie

“ahh~~ wookie oppa..” kta min ra

“kau jgn mengganggu aku ada urusan pnting dg dia!!” kta kyuhyun

“tpi aku juga ada urusan sma dia” kta wookie

Min ra smakin bingung

 

Di Dalam Ruangan Pesta..

“kau knp chagy??” tnya teukie

“aku khawatir min ra knp2 sbaiknya kita susul dia..” kta yoan

“iya..dia di toilet lama skali..” kta heechul

“sbaiknya kita cek saja” usul yesung

“ne..kajja..” kta eunhyuk

 

Kmudian teukie,heechul,yesung,eunhyuk,sungmin,donghae,yoan pergi mnyusul min ra ke toilet..

Dan di tngah perjlanan mrk mnemukan min ra sdang brsama wookie dan kyuhyun..lalu mrk menghampiri min ra, wookie dan kyuhyun..

 

“ternyata kau disini min ra??” kata sungmin

“mwo??ada apa ini?? Knp suasanya jdi tegang bgini??” tnya heechul

“kyuhyun-ah..wookie-ah..sdang apa klian dsini brsma min ra??” tnya donghae

“kami sdang mnunggu jwban min ra..” kta kyuhyun

“mwo?? Jwbn??” tnya yesung

“min ra skarang kau pilih..aku atau kyuhyun??” tnya wookie

“mwo?? Aiissshhh~ cinta segitiga..” kta eunhyuk

“mwo??” kta donghae

“ne..min ra skarang kau harus memilih..”kta kyuhyun

“baiklah…aku akan menjawab pernyataan kalian kmarin” kta min ra

 

Suasana menjadi tegang..semua diam tdk ada yg bicara…

 

“wookie oppa..gamsahamnida slama ini kau sgt baik pdaku aku sgt bertrima ksih..aku menyukaimu tapi hnya sebatas suka..tidak lebih..mianhae…”kta min ra

“ne..gwenchana..aku tdk akan memaksa jika itu memang sdah jdi kputusanmu”kta wookie

“kyuhyun oppa..awalnya aku mengira kau sgt membenciku..aku kaget atas pernyataanmu mlm itu dan tdk mengira klau kau menyukaiku..keundhae..mianhae..aku tdk bisa mnerimamu jg..aku tdk punya prasaan khusus pdamu..jeongmal mianhae..” kta min ra

“ne..arasseo..gwenchana..” kta kyu

“mwo??aku pkir kau suka wookie??” kta teuk

“lalu kau suka siapa min ra??” tnya yoan heran

“aku sdah pnya namjachingu..”kta min ra

“mworagoo??nugu?? Yaa!! Kau tdk prnah crita apapun pdaku..” kta yoan

“kalian mengenalnya..bahkan dia ada disini…”kta min ra

“Yaa!! Kau membuat kami penasaran!!” kta heechul

“ne..ktakan siapa orgnya??” kta yesung

“aku yakin wookie oppa sdah tau siapa dia.!!” kta min ra

“mwo??? Nugu??” tnya yoan pnasaran wookie kaget lalu berpikir…..

“donghae..hyung kah??” tebak wookie ragu

“ne..kau bnar wookie..akulah..namjachingunya..” kta donghae lalu merangkul min ra

“eotteoke??bgaimna bisa??” tnya eunhyuk tak percaya *masang muka melongo*

“donghae trkenal paling jago berkelahi diantara kami” kta heechul

 

“donghae juga dkenal sbgai namja yg suka mengacuhkan wanita” kta sungmin

“donghae juga trkenal dgn julukan tukang pukul yg hebat” kta eunhyuk

“Yaa!! Hyung brhntilah mnjelek2anku didepan yeojachinguku..” kta donghae kesal

“arasseo oppa..” kta min ra

“kalau kau tahu knp kau memilih donghae??” tnya teukie

“entahlah..aku sndiri bingung knp bisa mnerimanya..” kta min ra

“Yaa!! Kau ini!!” kta donghae

“knp kau bisa tahu wookie-ah??” tnya kyuhyun

“kmarin aku tdk sngaja mlihat donghae hyung di rmh min ra dan aku curiga ada apa2nya”kta wookie

“trnyata memang ada apa2nya ya??” kta yesung

“mwo?? Yaa!! Tega2nya kau merahasiakan ini dariku min ra!!” kta yoan

“mianhae..” kta min ra

“Chukkae sdah brp lma klian brpcaran??” tnya yoan

 “lumayan lama” kta donghae

“Yaa!! Aku tdk mau tahu..skarang giliran kau yg traktir aku min ra!!” paksa yoan

“sdahlah lbih baik kita msuk kdalam pestanya sdah mulai” kta heechul

“ne..kajja..”kta sungmin

 

Merekapun masuk kedalam..dan berpesta…smentara yg lain sdah msuk donghae dan min ra msih diluar

 

“kajja oppa kita masuk”ajak min ra

“aku tdk mau!!” kta donghae ketus

“mwo??wae??” tnya min ra heran

“Yaa!! Kalian berdua cpat masuk!” triak yoan

“ne..kau duluan saja” kta min ra blas triak

“kita pergi yuk..”ajak donghae

Belum sempat min ra mnjwab donghae sdah mnarik tgnnya lalu mrkpun pergi…

 

***TAMAT***

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment